Home > F. Kumpulan artikel > TPP Guru Menyusut Rp 500 Ribu

TPP Guru Menyusut Rp 500 Ribu

January 15th, 2010

(Dikutip dari Jawa Pos online 15 Januari 2010, alamat: http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&nid=111515)

Dispendik Beralasan karena Pajak

SURABAYA – Para guru peserta sertifikasi angkatan 2006 hingga 2008 di Jawa Timur memang sudah menerima tunjangan profesional pendidik (TPP). Dana yang merupakan akumulasi TPP untuk periode Juli – Desember 2009 itu sudah sampai ke rekening masing-masing sejak awal Januari lalu.

Namun, masalah seputar pencairan TPP kembali muncul. Sebab, jumlah dana yang masuk ke rekening para guru berkurang Rp 500 ribu daripada yang mereka terima untuk periode Januari – Juni 2009.

Informasi yang disampaikan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim menyebutkan, selisih dana tersebut berasal dari kesalahan pemotongan pajak oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Namun, ada dua versi penjelasan yang beredar.

Versi pertama berasal dari pesan pendek (SMS) yang dikirim Kepala Bidang Ketenagaan Dispendik Surabaya Yusuf Masruh pada 5 Januari lalu. SMS itu dikirim kepada kepala unit pelaksana teknis dinas (UPTD) dan musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) di Surabaya. “Pencairan tpp triwulan IV/smstr 2 menurut dinas pendidikan propinsi ada kesa­lahan penarikan pajak sebesar 500 rb shg uang yg di terimakan ke guru kurang 500 rb dan kekurangan akan dicairkan bln januari.termasuk yg rekeningnya ada perbaikan,” tulis Yusuf dalam SMS-nya.

Versi kedua berasal dari Dispendik Jatim yang menyebutkan bahwa kesalahan pemotongan pajak yang dilakukan KPPN adalah 25 persen. Seharusnya, TPP guru swasta dipotong untuk pajak lima persen, dan guru PNS dipotong 15 persen.

Dua versi informasi itulah yang menim­bul­kan keganjilan. Jika memang KPPN salah memotong pajak 25 persen, selisih TPP yang diterima para guru tentu berbeda-beda. Ini mengingat total yang mereka terima bervariasi. Namun, selisih potongan tersebut kurang lebih sama, yakni Rp 500 ribu.

Hal itulah yang meresahkan para guru. “Kalau memang salah motong pajak, jumlahnya seharusnya berbeda. Wong gaji pokoknya berbeda. Tapi, ini dihitung pakai matematika apa pun nggak ketemu rumusnya. Mengapa selisihnya bisa Rp 500 ribu?” kata Koordinator Sertifikasi Guru 2008 Wisnu Pradata ketika dihubungi Jawa Pos kemarin (14/1).

Jawaban mengenai kejelasan selisih TPP itu datang dari Kadispendik Jatim Suwanto. Menurut dia, selisih dana Rp 500 ribu diterapkan untuk mempermudah proses pencairan TPP. Sebab, kesalahan pemotongan pajak yang dilakukan KPPN membuat total dana yang seharusnya diterima para guru berkurang sekitar Rp 31 miliar. Padahal, ada 61 ribu guru di Jatim yang menerima dana tersebut.

Ketika kesalahan pemotongan pajak oleh KPPN itu diketahui BRI, proses pencairan TPP memang sempat ditahan. Agar proses penghitungan dan pencairan dana tidak berlarut-larut, akhirnya kekurangan dana Rp 31 miliar tersebut dibagi rata kepada para guru. Hasilnya, TPP yang diterima para guru masing-masing memiliki selisih Rp 500 ribu dari penerimaan TPP sebelumnya.

“Kalau mau dihitung satu-satu, tiap guru seharusnya dapat berapa, kan pencairannya malah tambah lama? Kasihan para guru juga. Karena itu, sementara dikurangi sekian dulu, sambil menunggu turunnya dana dari KPPN,” kata pejabat asal Kediri tersebut. (rum/tom)


F. Kumpulan artikel Dilihat: 15,650 kali

  1. January 29th, 2010 at 10:26 | #1

    saya guru swasta yang sudah dapat TPP. Tetapi dipotong 15%. Yang saya tahu pemotongan untuk swasta 5%, bukan 15%. Ini bagaimana ???

  2. admin
    January 29th, 2010 at 11:00 | #2

    Ya entahlah. Kami kan hanya mengutip artikel di Jawa Pos.
    Mengenai apa yang terjadi, siapa yang melakukan, dan bagaimana hal itu bisa terjadi, kami tidak tahu karena kami tidak terlibat sama sekali dalam penyaluran tunjangan profesi pendidik.

  3. Agustinus Slamet Riyanto
    August 23rd, 2011 at 15:28 | #3

    Saya guru non PNS sudah terima TPP 2011 dengan inpassing golongan IVA, apa betul potongan pajaknya sebesar 15%?
    Mohon jawaban dari yang berwenang!

  4. admin
    August 23rd, 2011 at 17:32 | #4

    @Agustinus Slamet Riyanto
    Nah, kami tidak berwenang menjawab. Jangankan memotong, terlibat dalam TPP saja tidak.
    Tetapi yang saya ketahui, sekarang ini memang ada pembedaan pajak untuk PNS golongan III dan IV.

  1. No trackbacks yet.