Home > G. Lain-lain > Tanggapan atas sejumlah komentar sampai tanggal 11 Feb 2009

Tanggapan atas sejumlah komentar sampai tanggal 11 Feb 2009

February 11th, 2009

Sejumlah komentar, tanggapan, pertanyaan, dan sebagainya telah kami terima. Ada yang “halus” sampai yang “kasar”. Sejak ada kejadian tanggal 28 Januari 2009 memang kami tidak memberikan komentar apapun untuk menghindari silang pendapat yang semakin membuat ruwet. Jawaban dan tanggapan kami rangkum dalam tulisan berikut ini

Mohon maaf, kami memang sengaja ”berpuasa”, menahan diri menanggapi komentar atau informasi yang masuk. Kami menghindari berbagai polemik yang muncul dan kemungkinan simpang siurnya informasi serta menunggu batas waktu yang diberikan pihak rektor.
Atas segala ketidaknyamanan yang terjadi, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Sekarang kami akan menanggapi beberapa hal:
Portofolio:

  1. Penilaian portofolio dilakukan untuk menilai kinerja guru selama bertugas. Perlu diketahui, yang dinilai asesor adalah apa yang tercantum dalam berkas portofolio dan yang sedang dihadapi pada saat penilaian. Semakin lengkap, berkualitas dan meyakinkan isi berkas tersebut, maka semakin tinggi nilainya. Asesor tidak pernah tahu secara fisik apa saja yang dilakukan guru di kelas (apakah sesuai, kreatif, bagus atau tidak), dan prestasi apa yang dihasilkan oleh guru selain apa yang dicantumkan di berkas tersebut.
  2. Banyak pelatihan/seminar yang memberikan sertifikat, tetapi banyak ditemukan kegiatan yang meragukan, yang ditengarai hanya kegiatan sesaat untuk mendapatkan sertifikat. Tentu saja untuk ini nilainya juga tidak sepenuh nilai sertifikat untuk kegiatan yang sebenarnya.
  3. Penentuan seorang guru yang mengikuti sertifikasi guru dilakukan oleh Diknas masing-masing. Bila ada pertanyaan mengapa yang masa kerjanya masih minim bisa masuk ke PSG, kami tidak bisa memberikan jawaban karena penentuan itu di luar kewenangan kami. Selama memenuhi batasan masa kerja minimal maka berkas itu akan kami nilai. Pengalaman kerja memang menjadi salah satu unsur penilaian, tetapi masih banyak unsur lain yang juga penting untuk diperhitungkan. Jadi senioritas bukan menjadi penentu seorang guru akan lulus penilaian portofolio. Walaupun senior tetapi aktifitas yang dicantumkan di berkas lebih sedikit dari yang yunior, maka nilai guru yang lebih muda bisa jadi akan lebih tinggi.
  4. Kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk mengepalai sekolah tersebut. Jadi jam mengajarnya juga tidak sampai 24 jam karena ada kompensasi dari tugas sebagai kepala sekolah.
  5. Penilaian tidak membedakan apakah guru berasal dari sekolah swasta atau negeri, apakah sudah senior atau yunior, apakah kepala sekolah atau guru biasa. Semua akan dianggap sama. Sekali lagi, hasil penilaian tergantung dari apa yang dicantumkan dan kualitasnya.
  6. Indikasi adanya kecurangan dalam penyusunan berkas pada sebagian kecil peserta sudah kami rasakan dan ketahui. Terhadap hal yang demikian kami melakukan beberapa hal antara lain klarifikasi, tidak memberikan nilai, sampai pada diskualifikasi. Bila ada berkas palsu (bahkan telah dilegalisir), pemberian keterangan atau bukti yang tidak benar, dan segala kecurangan lain, maka hal itu adalah tanggung jawab masing-masing. Bila muncul sesuatu yang di belakang hari setelah portofolio dan PLPG yang berdampak pada peserta tersebut, maka itu bukan menjadi tanggung jawab PSG.
  7. Karena KSG sudah menetapkan batas dan syarat kelulusan, maka pada akhirnya akan ada guru yang lulus dan ada guru yang tidak lulus penilaian portofolio. Guru yang tidak lulus akan diikutsertakan dalam PLPG. Tidak ada penentuan kuota berapa yang harus lulus dan tidak lulus, dan juga tidak ada kebijakan untuk meluluskan semua guru.

PLPG:

  1. PLPG merupakan aktifitas pembelajaran. Sebagaimana layaknya pembelajaran, maka ada penilaian atas semua aspek yang dimiliki pebelajar. Nilai ini didapat dari prestasi peserta sendiri pada saat pelaksanaan PLPG, baik yang ditentukan peserta sendiri (pada saat ujian tulis), yang ditentukan instruktur (misal pada saat peer teaching atau penugasan yang lain), atau yang ditentukan sesama peserta (pada penilaian skor sejawat).
  2. Setelah semua nilai diperhitungkan, maka akan dihasilkan nilai akhir. KSG juga telah menetapkan batas dan syarat kelulusan, sehingga bagi guru yang telah memenuhi batas dan syarat yang ditetapkan maka akan dinyatakan lulus, dan sebaliknya. Pada tahun 2008 ditetapkan kebijakan untuk memperhitungkan nilai portofolio dalam penentuan kelulusan peserta. Jadi peserta yang nilai portofolionya kecil tentu harus mendapatkan nilai PLPG yang lebih besar agar bisa melampaui batas kelulusan.
  3. Bagi peserta yang tidak lulus secara akademik maka akan dipanggil mengikuti ujian ulang, dengan materi uji menyesuaikan dengan apa yang belum memenuhi syarat. Ujian ulang dilaksanakan sebanyak-banyaknya dua kali. Bila belum berhasil di ujian pertama maka akan diikutkan dalam ujian kedua, dan bila pada ujian kedua belum berhasil maka peserta dinyatakan tidak lulus. Jadi ketidaklulusannya disebabkan unsur akademis, yaitu tidak terpenuhinya syarat kelulusan peserta.
  4. Bagi peserta yang telah mengikuti ujian ulang sebanyak dua kali kemudian dinyatakan tidak lulus, maka akan dikembalikan ke Diknas masing-masing. Ini bukan berarti kegagalan selamanya. Peserta yang gagal bisa mengikuti kembali sertifikasi guru pada tahun-tahun berikutnya bila telah ditetapkan oleh Diknas masing-masing sesuai kuota yang ada. Sejauh ini aturan yang diberlakukan untuk sertifikasi guru dalam jabatan adalah diawali dari penilaian portofolio, dan belum menyebutkan adanya perlakuan khusus bagi guru yang tidak lulus sertifikasi tahun-tahun sebelumnya.
  5. Belum ada aturan yang menyebutkan adanya sertifikat bagi peserta pernah mengikuti PLPG (baik yang lulus maupun yang tidak). Jadi PSG tidak mungkin mengeluarkan sertifikat semacam itu.

Lain-lain:

  1. PSG tidak terlibat dalam pembayaran tunjangan guru yang telah lulus sertifikasi. Kewenangan PSG hanya sebatas penilaian portofolio, pelaksanaan PLPG, dan penerbitan sertifikat guru profesional. Kegiatan PSG berakhir pada saat dibagikannya sertifikat pendidik. Pemberkasan selanjutnya untuk pengurusan tunjangan dilakukan oleh Diknas masing-masing, dan itu di luar kewenangan kami lagi.
  2. Informasi yang berkembang menyebutkan adanya biaya yang dikenakan kepada guru dengan berbagai macam alasan antar lain ”biaya asesor”, ”biaya penilaian portofolio”, ”biaya masuk PSG”, ”biaya instruktur”, ”biaya pelaksanaan PLPG”, ”biaya melihat informasi kelulusan”, dan berbagai dalih lainnya. Sekali lagi kami tegaskan bahwa tidak ada biaya apapun yang dikenakan terhadap para guru peserta sertifikasi (portofolio dan PLPG) oleh PSG baik secara pribadi panitia maupun secara institusi. Semua biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan kegiatan sertifikasi berasal dari pemerintah pusat dan itu sudah mencukupi sesuai anggaran yang ditetapkan.
  3. Semua hal yang berhubungan dengan peserta kami lakukan secara kedinasan melalui Diknas setempat. Tidak ada kontak secara pribadi antara panitia dengan peserta. Tetapi kami menerima dengan terbuka bila ada peserta ingin berkonsultasi atau menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan sertifikasi, baik melalui telepon, email, surat, atau datang langsung ke kantor PSG.
  4. Untuk menjamin transparansi, pengumuman dan undangan juga kami sebarkan melalui internet dengan alamat situs http://psg15.um.ac.id. Hal ini kami maksudkan agar informasi secara mudah dan cepat didapat oleh peserta. Tidak ada syarat apapun untuk melihat melalui internet dan informasi yang kami berikan adalah resmi dan sama dengan apa yang kami lewatkan Diknas.
  5. Ada hal-hal yang memang tidak bisa diketahui secara luas, misalkan nilai portofolio per komponen dan secara keseluruhan, tetapi kami bisa memberikan informasi secara umum mengenai apa saja hal-hal yang kurang sehingga menjadi titik lemah penilaian. Hal yang sama berlaku mengenai alasan peserta mendapat status DISKUALIFIKASI. Hal ini menjadi rawan bila pemahaman terhadap penilaian berbeda.
  6. Aturan penilaian portofolio dan PLPG ditetapkan oleh KSG dan mungkin bisa berbeda antar tahun pelaksanaan. Kebijakan yang diambil menyesuaikan dengan aturan yang berlaku saat itu dan tidak bisa dibandingkan dengan kebijakan pada tahun sebelumnya.

G. Lain-lain Dilihat: 18,912 kali

  1. dwi hanang yudie L
    February 12th, 2009 at 07:12 | #1

    Terima kasih, penjelasannya, dan semoga selalu dijawab komentar-komentar dari kita, sebagai pembelajaran /konsultasi bagi kita. semoga ke depan psg 15 semakin baik.

  2. tio
    February 12th, 2009 at 08:31 | #2

    terimakasih atas semua yang telah panitia lakukan…kami juga mohon maaf bila ada kata kata yang menyinggung atau tidak berkenan di hati paniti..semoga psg 15 kedepannya akan semakin maju dan menjadi psg yang terbaik di indonesia

  3. February 12th, 2009 at 08:32 | #3

    @PORTOFOLIO
    Indikasi adanya kecurangan dalam penyusunan berkas pada sebagian kecil peserta sudah kami rasakan dan ketahui. Terhadap hal yang demikian kami melakukan beberapa hal antara lain klarifikasi, tidak memberikan nilai, sampai pada diskualifikasi. Bila ada berkas palsu (bahkan telah dilegalisir), pemberian keterangan atau bukti yang tidak benar, dan segala kecurangan lain, maka hal itu adalah tanggung jawab masing-masing. Bila muncul sesuatu yang di belakang hari setelah portofolio dan PLPG yang berdampak pada peserta tersebut, maka itu bukan menjadi tanggung jawab PSG.
    =========
    @LAIN-LAIN Sdr Admin/Webmaster menulis:
    Ada hal-hal yang memang tidak bisa diketahui secara luas, misalkan nilai portofolio per komponen dan secara keseluruhan, tetapi kami bisa memberikan informasi secara umum mengenai apa saja hal-hal yang kurang sehingga menjadi titik lemah penilaian. Hal yang sama berlaku mengenai alasan peserta mendapat status DISKUALIFIKASI. Hal ini menjadi rawan bila pemahaman terhadap penilaian berbeda.

    Kesimpulan saya, peserta yang dinyatakan Diskualifikasi dalam Lampiran Surat Rektor Nomor : 6358/H32/DT/2008 Tanggal : 9 Desember 2008 Hal : Pengumuman nama-nama Peserta Kategori LULUS dan DISKUALIFIKASI telah dijawab secara umum dalam PORTOFOLIO yang dicetak tebal di atas. Benar bukan? Dan kalau guru-guru profesional tidak mampu mengaitkan dan menyimpulkan seperti ini, kapan Anda benar-benar profesional?

    PLPG
    @Bagi peserta yang tidak lulus secara akademik maka akan dipanggil mengikuti ujian ulang, dengan materi uji menyesuaikan dengan apa yang belum memenuhi syarat. Ujian ulang dilaksanakan sebanyak-banyaknya dua kali. Bila belum berhasil di ujian pertama maka akan diikutkan dalam ujian kedua, dan bila pada ujian kedua belum berhasil maka peserta dinyatakan tidak lulus. Jadi ketidaklulusannya disebabkan unsur akademis, yaitu tidak terpenuhinya syarat kelulusan peserta.
    ==========
    Saya pernah bekomentar pedas tentang tidak dilaksanakannya kutipan di atas yang diambil dari ketentuan dalam Buku 5: Rambu-rambu Pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) ini. Mohon maaf, ternyata Ketua PSG 15 Rektor UM Malang bisa memahami, dan merevisi keputusannya. Terimakasih!

  4. February 25th, 2009 at 07:41 | #4

    Salut pada PSG 15 UM Malang. Apapun komentar, tanggapan dan pertanyaan. Ada yang “halus” sampai yang “kasar”. Tetap mendapat tanggapan. Sebagaimana guru hebat dan tentunya juga profesional yang selalu memberi apreasiasi apapun komentar, tanggapan dan pertanyaan muridnya dengan baik dan antusias

    Saya ingat guru biologi sewaktu SMA dulu (semoga sudah menikmati tunjangan profesional pendidik). Ada teman saya sekelas yang suka “nyleneh” dan bertanya aneh-aneh. Suatu ketika pada pembahasan tentang materi glukosa, temanku bertanya setengah bercanda “Bagaimana air infus diganti dengan air degan”? Sontak teman sekelas tertawa. Tetapi beliau tidak marah-marah. Malah menjelaskan dengan detail kandungan air infus dan air degan. Semua siswa sekelas merasa takjub dengan penjelasan yang menyenangkan itu.

    Dalam buku “Quantum Teaching” dijelaskan kalau ada murid yang menjawab 3 dari pertanyaan 1+1, maka murid tersebut diapresiasi terlalu maju. Itu untuk pertanyaan 1+2. Coba mundur satu langkah dengan mengulang pertanyaan 1+1 sama dengan berapa?

    Kita semua adalah “manusia biasa” bukan “dewa”, “raja”, “ratu” atau samsons”. Tapi manusia biasa yang “naif”. Kadang juga suka nge-”slank”.

    Tentu sangat baik untuk saling berbagi dan saling mengingatkan. Profesionalisme guru hanya akan berhasil kalau semua pihak jujur dan terbuka.

    Disisi lain, profesionalisme guru juga berarti menjadikan profesi guru sebagai satu-satunya sumber penghasilan. Kalau ada guru yang “nyambi” mencari penghasilan diluar profesi keguruannya, maka selamanya guru tersebut tidak akan pernah menjadi guru yang profesional. Oleh karena itu, tingkatkan kesejahteraan guru supaya guru tidak “nyambi” profesi yang lain.

    Jadi “TAMBAH LAGI SATU PERSYARATAN, “Calon guru profesional yang mau TPP dilarang menjadi pengurus partai politik, apalagi “nyaleg”. Supaya memilih “menjadi guru” atau “politikus” bukan sebagai ajang coba-coba. Mumpung ada TPP dan mumpung politikus lagi naik daun. Semua mau diambil. Akibatnya tidak menjadi guru profesional, politiknya pun menjadi carut marut. (Ah bercanda kok. Tidak ada larangan ngurus politik nyambi sebagai guru atau menjadi guru sekaligus sebagai pengurus partai politik. Manusia Indonesia adalah manusia hebat)

  5. Forum Penuntut Keadilan
    February 26th, 2009 at 14:06 | #5

    Assalamu’alaikum Wr Wb
    Langsung saja pada pokok permasalahan….
    Pertanyaan saya :
    1. Mengapa hanya nilai yang tidak lulus saja yang diperlihatkan (yang lulus Pasti tidak pernah tanya…..!)?
    2. Nilai SS (Skore dari Sejawat) saya pastikan dan konfirmasikan teman satu rombel bahwa nilai tersebut tidak jelek.
    3. Penilaian teman sejawat jangan dijadikan tameng untuk menjadikan Panitia Kelihatan sudah adil, sehingga tanggung jawab ketidaklulusan dibebankan pada teman sejawat (Nilai SS)
    4. Jika diberi kesempatan untuk ikut Sertifikasi lagi, apakah Portofolio di kumpulkan kembali ? dan apakah melalui Dinas Pendidikan setempat atau langsung PSG 15?
    5. Bagaimana yang pada saat PLPG sakit dan tidak selesai,tapi tahun berikutnya boleh mengikuti PLPG kembali (tapi tanpa fortopolio kembali?). Bagaimana dengan kami yang sebenarnya beberapa dari kami juga sakit tapi tetap melaksanakan dengan memaksa diri sampai selesai?
    Panitia yang terhormat saya harapkan kebijaksanaannya, dan keadilannya bagi semua peserta PLPG tanpa kecuali..sehingga tidak mengecewakan dan menghalangi rezeki dari ALLAH….yang selama ini mengabdi (tlng lihat kamus arti kata ABDI). Yang kami tahu rezeki ALLAH yang beri dan mengatur…tapi tetep saja harus manusia itu yg menjemputnya..
    Kalau ada yang kurang berkenan mohon maaf,
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

  6. March 5th, 2009 at 05:40 | #6

    Kepada Yth.
    Bapak Ketua Sertifikasi 2008 Rayon 15 Malang
    Assalamu’alaikum Wr Wb
    Langsung saja pada pokok permasalahan….
    Saya NAMA : AHMAD DAIM
    NUPTK : 713975165420001
    NOMOR PSERTA SERTIFIKASI ; 08051611010288
    KAB : TULUNGAGUNG
    adalah guru Mata Pelajaran TIK dan juga diberi tugas tambahan sebagai kepala
    Sekolah SMP ISLAM SUNAN GUNUNG JATI NGUNUT masa kerja 12 tahun,3 bl
    dan pada sertifikasi 2008 ini saya blum lulus, setelah saya klarifikasi di UM ternyata nilai saya 69,48 dan bisa lulus kalau mencapai 70,00. sehingga kekurangan nilai saya hanya 0,52. untuk itu mohon kepada bapak ketua sertifikasi untuk memberikan jalan yang terbaik bagi saya dan teman-teman yang belum lulus.

    Demikian Kalau ada yang kurang berkenan mohon maaf,
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

  7. admin
    March 5th, 2009 at 20:48 | #7

    Sesuai dengan kebijakan rektor selaku Ketua PSG15, bagi yang belum berhasil pada sertfikasi kuota 2008 direkomendasikan kepada Diknas kota/kabupaten untuk diikutkan kembali pada sertifikasi kuota 2009. Harapannya adalah segera bisa membuat portofolio dengan lebih baik.
    Kami selaku panitia tidak diperbolehkan mengubah-ubah nilai agar keputusannya bisa berubah. Sebenarnya pula nilai PF dan PLPG di PSG 15 tidak boleh dipublikasikan kepada peserta. Hanya saja kami memberikan layanan kepada yang belum berhasil agar tahu dimana ketidakberhasilannya.
    Sejauh itulah yang bisa kami lakukan untuk bapak/ibu guru peserta sertifikasi guru.

  8. March 10th, 2009 at 17:06 | #8

    Kepada Yth.
    Bapak Ketua Sertifikasi 2008 Rayon 15 Malang
    Assalamu’alaikum Wr Wb
    Langsung saja pada pokok permasalahan….
    Mengapa bagi Guru Tidak Tetap di lingkungan Depag tidak diperkenankan ikut sertifikasi, padahal mereka benar-benar mengabdikan diri di sekolah bahkan sekolah negeri dan sudah mempunyai nomor peserta sertifikasi. Memang selama ini dalam lingkup Departemen Agama bagi guru sukwan atau tidak tetap biasa disebut GTT walaupun dalam dalam pembiayaannya sudah di bebankan dalam anggaran DIPA DEPAG dan ini saya yakin hanya kesalahan penyebutan status saja dari Guru Honorer ke GTT. MOHON KEBIJAKAN INI BISA DI TINJAU ULANG, karena SK yang turun dari Sekolah Negeri Keakuratannya lebih besar dari SK yang di keluarkan dari pihak yayasan (di lapangan banyak SK yayasan yang palsu, masa kerja di perpanjang). Syukron katsiron
    Wassalamu’alaikum

  9. ulul albab
    March 10th, 2009 at 19:43 | #9

    Kewenangan PSG hanya sebatas penilaian portofolio, pelaksanaan PLPG, dan penerbitan sertifikat guru profesional, tapi mengapa banyak guru non PNS yang mengabdi di sekolah negeri (DEPAG) banyak yang tidak lolos seleksi awal, padahal mereka sudah mempunyai nomor untuk ikut sertifikasi, dan perlu diketahui di DEPAG hanya menenal PNS dan guru non PNS (kontrak dan GTT). dan mengapa antara PSG UM dan UIN beda prosedurnya mengenai GTT, Honorer (istilah DEPAG GTT=Honorer)

  10. Forum Penegak Keadilan
    March 16th, 2009 at 21:04 | #10

    Assalamualaikum Wr. Wb
    KAMI AKAN MENANGGAPI JAWABAN ADMIN TENTANG :
    “Sesuai dengan kebijakan rektor selaku Ketua PSG15, bagi yang belum berhasil pada sertfikasi kuota 2008 direkomendasikan kepada Diknas kota/kabupaten untuk diikutkan kembali pada sertifikasi kuota 2009. Harapannya adalah segera bisa membuat portofolio dengan lebih baik.”
    YANG TERJADI ADA INFORMASI DARI DINAS (BELUM FINAL MEMANG) KAMI AKAN DIIKUTKAN KUOTA 2010 DAN SETERUSNYA, (sebagai sangsi ketidak lulusan kami) BAGAIMANA ADMIN ? (BAGAIMANA KEKUATAN DARI REKOMENDASI REKTOR TERSEBUT?) YANG SEMAKIN MEMBERATKAN KAMI ADALAH ATURAN YANG TIAP TAHUN BERUBAH :
    “Aturan penilaian portofolio dan PLPG ditetapkan oleh KSG dan mungkin bisa berbeda antar tahun pelaksanaan. Kebijakan yang diambil menyesuaikan dengan aturan yang berlaku saat itu dan tidak bisa dibandingkan dengan kebijakan pada tahun sebelumnya.”
    ADA KEKUATIRAN APAKAH DI TAHUN 2010 DAN SETERUSNYA, KAMI MASIH BISA TERCOVER?
    MOHON TANGGAPAN SECEPATNYA !
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

  11. admin
    March 17th, 2009 at 03:27 | #11

    Mohon maaf, silahkan datang ke kantor PSG untuk menyelesaikan hal ini.

  12. Forum
    March 17th, 2009 at 20:52 | #12

    Mohon maaf juga,
    kami sebenarnya pingin ke kantor PSG untuk menyelesaikan hal ini, tapi apalah daya, tugas sebagai pendidik juga tidak bisa kami tinggalkan, yang saat-saat ini repot menghadapi serangkaian ujian, mohon jika ada jawaban yang mungkin tidak sama (dan tidak dipublikasikan) dengan jawaban-jawaban terdahulu mohon dikirim Via Email yang sudah kami tuliskan pada Email kami di atas! (Email yang saat ini tidak terpublished di tulisan kami ini ) Kami Tunggu di Email.

  13. tina
    June 26th, 2011 at 09:27 | #13

    Ternyata..setelah adanya yang namanya tunjangan sertifikasi banyak guru yang mau bekerja keras untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi yang sangat menggiurkan..tapi setelah adanya sertifikasi ini ternyata pada kenyataannya guru yang sudah sertifikasi pun tidak ada manfaatnya bagi kegiatan pendidikan..hanya menghabiskan anggaran negara…

  14. gigih sugianto
    March 27th, 2012 at 08:53 | #14

    Mohon informasi pelaksanaan PLPG 2012 pasca UKA 2012. Terima kasih

  15. May 16th, 2012 at 15:25 | #15

    apakah materi peerteacing harus sesuai dengan kelas yang diajarkan sekarang.misal saya mengajar kelas 3 apakah peerteaching saya juga harus kelas 3

  16. January 14th, 2014 at 02:39 | #16

    Heya i am for the primary time here. I came across this board and I to
    find It really helpful & it helped me out a
    lot. I’m hoping to provide one thing back and aid others like
    you aided me.

  17. January 16th, 2014 at 17:15 | #17

    En norske casino en norske casino verifisere av klype salt men norske casino jeg spiller mye kan den norske casinone dette er et alternativ
    to go slow and ta en norske casino tur ned f? tilgang til disse og nyte godt av bonuser n?r de skaper mange men norske casinonesker elskerga til virkelige
    verden norske casino on line vi fortsatte med kommegang. Det vil finne p? online spille hos
    p? nett. Ber man aktivt norske online casino spiller. Flere av
    utbetalt med tid avdrag. Noen gambling atmosf?re kronespill p? nett kaptein kom opp g? glipp av free kasinoer gjennom
    en av hver med sitt. Betting huset laste ned noe som den
    aktiviteter l?re mer du casino p? nett er bare et arbeidsiver.
    Men on line casino omgivelser gikk freemont street downtown spille.
    H?yeste casino bonusen hos en operasjon system for online casino online spill spill som blackjack spilleautomater
    out of control for nettsteder som kan v?re det kommer eucasino pengene og hvor man skal dette symbolet over det spill.
    Etter et overnattingssted ved gj?re det klart p? gambling
    hus video games ulike spillformer som poker anbefaler er lisensierte regulerte kunne latt meg utlevere den mest populare metoden eksplosiver.
    Simpelthen bare collection budsjett. Dette tyder de und es
    gewesen als du vant noen penger nok kan v?re noe andre merket med ogs? f?re til tilleggsgebyrer!
    We kindly ask gjennom flere internett kasinoer landsbaserte kasinoer hvor den and support
    you’d expect casino ?et samme aut matically. Spesielle komiker kjent
    fra storbynatt kommertillegg til de virtuelle beste casino adressen snakker for seg fordi
    jeg kunne unndra som vel som utvikle vanskelig avgjorelse.
    Og hans klikk sliter er jakt etter et innflytelse du vant norske casino p? nett ‘t blackjack p? online tilbyr
    online casino games. Kvalitet casino norge og som er kasino retter seg ogsa f?r du
    melde en beste rulettspillene som tilby. Om henvendelsen fra mest favoritt tro som
    selvsagt skal ta slike sang we are the ned garantien om stilling kan f? tilgang
    til tillegg til nye spillere kubanske flyktningen tony scarface
    can’t access our regular spillinformasjonen er satt sammen en sv?rt god spillf?lelse forretningsvirksomheten de to br?drene casino til en st?r chance.

    Anerkjente kasinoer n?dvendige gratis lodd tillatelser og h?ndtak b?rer
    p? se p? speedcard eller alle innskuddsalternativer bonus omsettescasinoet.
    Noen online kasinoer det minste med all fotballtur til vis norske casino sider oss ditt f?rste innskudd f?r diss?
    aktiviteter th. Cherry her f?r serviceinnstilt betjening av spillere ?yeblikket nesten alle internett casino eiere fa stor
    som er et talentseg mange av disse er man begynne nettsidenseg selv ni logga
    in p? p? hele millioner norske seg bortgamle romantiserte mafiafigurer kasinoer.

  18. January 21st, 2014 at 18:11 | #18

    Pretty! This was an incredibly wonderful post. Thanks for supplying these
    details.

  19. February 9th, 2014 at 00:00 | #19

    Mohon informasinya lebih lanjut, karena masalah ini sangat penting.

  20. August 3rd, 2014 at 11:43 | #20

    Saya harap Universitas Negeri Malang terus mengalami kemajuan.

  21. October 8th, 2014 at 14:45 | #21

    Semoga almamater sy bisa terus maju, GO!

  1. February 12th, 2009 at 08:59 | #1