Home > A. Kemendikbud, C. Pengumuman, PLPG Kemendikbud > Pengumuman Hasil PLPG Diknas 2008

Pengumuman Hasil PLPG Diknas 2008

January 21st, 2009

Sesuai dengan posting sebelumnya, berikut ini akan kami sampaikan hasil penyelenggaraan PLPG Diknas (termasuk hasil ujian ulang). Ada 3 kategori: LULUS, TIDAK LULUS, dan PLPG Ulang.
Silahkan membuka atau mendownload file yang kami sediakan.

  1. Surat pengantar ke Diknas
  2. Kab. Blitar
  3. Kab. Kediri
  4. Kab. Lumajang
  5. Kab. Madiun
  6. Kab. Magetan
  7. Kab. Malang
  8. Kab. Ngawi
  9. Kab. Pacitan
  10. Kab. Pasuruan
  11. Kab. Ponorogo
  12. Kab. Probolinggo
  13. Kab. Trenggalek
  14. Kab. Tulungagung
  15. Kota Batu
  16. Kota Blitar
  17. Kota Kediri
  18. Kota Madiun
  19. Kota Malang
  20. Kota Pasuruan
  21. Kota Probolinggo

A. Kemendikbud, C. Pengumuman, PLPG Kemendikbud , Dilihat: 2,635 kali

  1. rida
    January 21st, 2009 at 06:17 | #1

    hasil pengumuman bikin bingung, minta informasi mengapa yang tidak pernah dipanggil ujian ulang tahap I maupun 2 tiba tiba dipengumuman dinyatakan TIDAK LULUS. Padahal sesuai prosedur yang kami terima dari panitia lokasi mengatakan jika TIDAK LULUS akan dipanggil untuk ujian ulang.

  2. January 21st, 2009 at 14:38 | #2

    Sebenarnya makna tidak lulus itu apa sama dengan didiskualifikasai !!!! mohon informasinya, mengingat saya telah ikut PLPG, tetapi tidak mengikuti Ujian Ualng Tahap I atau tahap II, tetapi tiba-Tiba Tidak Lulus !!!! Kalau setahu saya kalau kata tidak lulus berarti harus mengikuti Tahapan Ujian Ulang ( Mohon dilihat kembali skema setelah mengikuti PLPG) dan kalau saya di diskualifikasi mengapa tidak sejak dulu sehingga saya tidak perlu ikut PLPG terima kasih informasinya !!!!

  3. admin
    January 21st, 2009 at 08:20 | #3

    Begini bu, ada 2 penyebab peserta tidak lulus:
    - karena nilai: ada di bawah batas kelulusan
    - karena diskualifikasi: tidak memenuhi persyaratan peserta sertfikasi, misalnya ketahuan sebagai GTT, masa kerja kurang, kehadiran kurang, atau karena meninggalkan PLPG tanpa ijin.
    Nah, berarti kalau tidak dipanggil ujian ulang maka alasan kedualah yang menjadi penyebabnya.
    Demikian bu, terima kasih.

  4. tio
    January 21st, 2009 at 12:36 | #4

    bpk admin berarti jika masa kerja diatas yang ditentukan tetapi nilainya dibawah standard kelulusan berarrti dinyatakan tidak lulus ya ?? kok ada yang masa kerja kurang tetapi dip[anggil tahap 1 dan skrng dinyatakan lulus ?? berarti khan standard ganda!!! soalnya jika salah satu syarat tidak terpenuhi khan seharusnya dinyatakan diskualifikasi ataupun tidak lulus. bgmna ini ????.. yang tidak lulus terus nasibnya bgmn???

  5. Joko
    January 21st, 2009 at 15:55 | #5

    Misal kalau masa kerja kurang, apakah nnti kalau sudh masa kerjany tetap harus plpg??

  6. admin
    January 21st, 2009 at 22:44 | #6

    Setelah PLPG semua berkas dicek ulang. Kami mendasarkan diri pada data yang ada di PF dan biodata yang dikumpulkan. Seandainya ada yang menyimpang, kami mohon informasinya mengenai guru tsb dan akan kami ralat keputusannya karena memang ditemukan hal-hal yang melanggar aturan. Kerahasiaan terjamin dan informasi hanya untuk panitia di PSG 15. Informasi bisa disampaikan melalui fax ke 0341-583988 atau email ke info@psg15.um.ac.id
    Kami berusaha obyektif, tidak ada standar ganda, dan tidak ada permainan apapun.
    Terima kasih.

  7. admin
    January 21st, 2009 at 23:25 | #7

    Penyebab tidak lulus bisa karena: nilai atau tidak terpenuhinya syarat pokok (status guru, masa kerja, kecurangan, dsb).
    Sesuai aturan, yang tidak lulus dikembalikan ke Diknas untuk dibina. Ini berarti peserta bisa mengikuti kembali sertifikasi mulai dari awal lagi, bila semua syarat terpenuhi.
    Seperti komentar saya sebelumnya, kami menyaring beberapa kali terkait dengan persyaratan ini, demi obyektifitas dan kesesuaian dengan aturan. Informasi mengenai ketidaksesuaian dengan di lapangan juga banyak yang masuk dan telah kami tindak lanjuti (misalkan mengenai pemalsuan, kecurangan, dsb).

  8. rida
    January 22nd, 2009 at 02:27 | #8

    Terima kasih informasinya. Saya menyimpulkan kalau saya tidak lulus karena saya GTT. Oleh karena itu Mohon penjelasan terkait dengan perhitungan masa kerja sebagai guru, karena
    Dalam buku 1 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru yang dikeluarkan Direktorat Jenderal PMPTK 2008, HALAMAN 16 disebutkan bahwa masa kerja guru dihitung sejak yang bersangkutan bekerja sebagai guru baik sebagai PNS maupun bukan PNS, dan didalamnya ada contoh perhitungannya. Ini kutipan dari buku 1 tersebut : ” Guru “G” adalah seorang guru PNS yang memiliki masa kerja selama 10 Tahun 5 bula, namun mengajar sebagai tenaga honorer di sebuah SD selama 5 tahun 2 bulan. Masa kerja guru “G” dihitung kumulatif semenjak yang bersangkutan bertugas sebagai guru yaitu 15 Tahun 7 bulan

  9. agus
    January 22nd, 2009 at 05:42 | #9

    Kenapa kami ikut PLPG, tidak ada panggilan ujian ulang tahap I dan II tapi kami tidak lulus. Kalau memang dari awal kami tidak lulus kenapa harus ikut PLPG ? mohon penjelasannya

  10. January 22nd, 2009 at 07:22 | #10

    pak, pengumuman hasil sertifikasi apa sudah final ? gimana nasib kami-kami yang dinyatakan tidak lulus padahal sudah mengikuti diklat dan hasil diklat dinyatakan lulus. amat disayangkan harusnya kalau kami memang tidak memenuhi persyaratan sertifikasi mengapa tidak didiskualifikasi mulai dari awal ? kami sangat kecewa padahal kami sudah mengeluarkan biaya, tenaga dan meninggalkan siswa dan keluarga kami untuk mengikuti diklat. mohon dipertimbangkan kembali.

  11. juli
    January 22nd, 2009 at 08:57 | #11

    Sama seperti teman-teman senasib yang lain, saya sudah ikut PLPG, tidak ikut ujian ulang, juga tidak curang, tapi dinyatakan tidak lulus. Mohon dijelaskan penghitungan masa kerja guru PNS yang sebelum diangkat PNS jadi Guru Bantu, dan sebelum jadi guru bantu jadi guru swasta. Penghitungannya sejak kapan ?

  12. wati
    January 22nd, 2009 at 12:08 | #12

    saya ingin tanya status apa yang di pergunakan yang sesuai aturan, apakah GTT atau GTY atau ada yang lain.apakahj bisa jika statusnya GTT yang dianggap tdk sesuai aturan dan sekarang kita sudah berstatus GTY bisa mengubahnya menjadi lulus, caranya bgmana, dan saya juga ikut PLPG, apakah ada kebijakan lagi buat kami yang tidak lulus dan telah mengikuti PLPG, karna ini sangat di sayangkan, beban mental yang kami emban dan belum lagi pengorbanan yang lainya, kalo dari awal sudah di diskualifikasi mungkin kita tidak akan separah ini beban psykis kami

  13. ais
    January 22nd, 2009 at 12:09 | #13

    Kenapa tidak sama dengan skema dalam panduan sertifikasi, katanya yang tidak lulus ada ujian ulang 2x. Lha ini ndak ujian ulang kog ndak lulus?. Logikanya gimana? Mohon buka lagi BUKU PANDUAN PLPG. Biar semua jelas.

  14. ais
    January 22nd, 2009 at 12:14 | #14

    Sama seperti sdr Wati, apa mungkin karena status SK kami yang GTTY. Tapi sekarang kami sudah GTY. Bagaimana apa SK kami yang baru dapat kami susulkan.Mohon informasi yang jelas.

  15. lestari
    January 22nd, 2009 at 12:36 | #15

    Kami ikut PLPG, tidak ada panggilan ujian ulang tahap I dan II tapi kami tidak lulus. Untuk mengetahui penyebab tidak lulus kami harus menghubungi ke mana? Apakah yang tidak lulus bisa ikut lagi kuota 2009? Terima kasih informasinya

  16. January 23rd, 2009 at 03:19 | #16

    Secara logis yang tidak terpanggil pada Ujia Ulang I dan II mestinya telah dinyatakan Lulus. Namun kenyataan banyak teman-teman tidak Lulus, dan tidak ada peringatan sebelumnya. Seharusnya secara transparan hal ini diungkapkan dengan jelas. Masalahnya akan mempengaruhi masa depan pendidikan di Indonesia. Ada teman yang ngajarnya bagus, kreatif, peduli, medianya juga ada, pernah ikut beberapa lomba namun tetap tidak lulus. Sebaliknya ada teman yang ngajarnya nglantur, materinya tidak sesuai, medianya apalagi menjadi Lulus. Kalau dibuarkan ini terjadi akan berakibat buruk pada Pendidikan di Indonesia. Dan yang paling mengecewakan harga diri dan keadilan mereka yang tidak lulus menjadi jatuh bila tidak diungkap secara transparan permasalahan ketidaklulusannya, apalagi berlanjut pada kecemburuan sosial karena sesuatu yang berhubungan dengan tunjangan (uang) masih sangat diminati di negeri ini.
    Bagaimana ?

  17. wati
    January 23rd, 2009 at 03:38 | #17

    saya sangat setuju sekali kata audine,yang paling berat adalah beban psikis kami.akibatnyapun ngajar juga males apa2 males karena adanya pengumuman yang tidak jelas dan ngambang.tolong pak admin kebijk\akanya di percepat untuk kejelasan nasib kami yang tidak lulus supaya tidak berlarut-larut hanya memikirkan itu.karena masa depan anak itu lebih penting.

  18. jimmy. m. p. s, s.pd
    January 23rd, 2009 at 05:55 | #18

    Saya peserta yang tidak lulus ingin minta penjelasan pak, ada 2 syarat peserta dinyatakan tidak lulus (nilai dan diskualifikasi). Bila karena nilai, akan mengikuti ujian ulang. Teman saya mengikuti ujian ulang tahap 1 dan 2, sedangkan saya tidak. Masa kerja teman saya dibawah saya, kami sama-sama GT pada lembaga yang sama. Jadi kemungkinan saya tidak lulus ada 2 (kehadiran dan meninggalkan tanpa ijin). Saya tidak pernah meninggalkan PLPG, jadi kemungkinannya hanya 1 (kehadiran). Mungkin hal ini ada hubungannya dengan penempatan saya yang keliru, hari 1 & 2 saya ditempatkan di hotel palem sari (elektro). Setelah saya klarifikasi dengan panitia, hari selanjutnya saya dipindah ke hotel mutiara baru (otomotif). Apakah mungkin absensi saya di hotel palem sari (elektro) tidak ada, padahal selama di hotel palemsari saya tidak pernah absen. Mohon penjelasannya pak !!. Berikut saya sertakan identitas peserta sertifikasi. Nama JIMMY. M. P. SITUMORANG, S.Pd, No pesert sert 08056242710496, NUPTK 1551755656200003, Kota Madiun. Terimakasih.

  19. melany
    January 23rd, 2009 at 06:51 | #19

    kami tidak dipanggil untuk mengikuti ujian ulang tahap 1 dan 2. tapi kenapa kami kok tidak lulus ? padahal di BUKU PANDUAN PLPG yang kami terima pada saat diklat dinyatakan apabila kami sudah lulus diklat jalurnya langsung ke sertifikat pendidik. dengan kata lain kami sudah LULUS sertifikasi. tetapi kenyataannya kami termasuk peserta yang TIDAK LULUSS.seharusnya aturan untuk lulus atau tidak lulus yang benar itu gimana kok tidak sesuai dengan buku panduan plpg dan tidak sesuai dengan penjelasan yang disampaikan oleh panitia. tolong lebih PROFESIONAL lagi !!!!!!!!!

  20. yun
    January 24th, 2009 at 01:36 | #20

    yang akan saya tanyakan mengapa pada saat ujian ulang tahap 1 yang lolos (tidak perlu mengikuti ujian ulang tahap 2 pada pengumuman masih di anggap tidak lulus ) mohon penjelasannya, kalau memang dari awal sudah dianggap tidak lulus, peserta tersebut seharusnya tidak perlu ujian ulang lagi sehingga tidak menimbulkan kesan cuma menghabiskan anggaran saja. dan di pihak kami harus berkorban untuk wira-wiri paling tidak 2 kali.

  21. bayu
    January 24th, 2009 at 04:00 | #21

    ktanya setiap peserta sertifikasi harus mengikuti aturan, tapi kenapa ya asesor, admin atau apalah ndk mengikuti skema yang sudah ada di buku……………………tentang alur penilaianya,bijaksana dikitlah lah,trus nasib kami yang tidak lulusssssssssssssssss gmanaaaaaaaaaaaaa..

  22. melany
    January 24th, 2009 at 04:23 | #22

    tolong diperjelas lagi bagi peserta yang TIDAK LULUS, kategori apa yang membuat kami tidak lulus padahal kami sudah mengikuti diklat dan tidak menerima panggilan UJIAN TAHAP I maupun TAHAP II. kami BINGUNG dari faktor mana yang membuat kami tidak lulus. mohon jawabannya segera!!!!!!

  23. Umar
    January 24th, 2009 at 17:35 | #23

    Yang profesional dong panitia, ktny mau mendi2k guru agar profesional.

  24. rahmi
    January 25th, 2009 at 02:41 | #24

    Kalau saya amati, PSG 15 tidak percaya kepada Assesor yang telah memiliki kapasitas/kemampuan sebagai assesor. Atau assesornya yang kurang mampu dalam menilai portofolio. Saya heran mengapa PSG sangat berani mengeluarkan kebijakan TIDAK LULUS. Kaerna TIDAK LULUS dengan DISKUALIFIKASI itu berbeda. DISKUALIFIKASI, berarti berkas tidak sesuai dengan persyaratan/kecurangan. Tetapi kalau TIDAK LULUS maka proses yang harus ditempuh peserta adalah ujian ulang 1 maupun 2, baru dikembalikan ke dinas Kabupaten. Coba dong Bapak PAnitia yang rata rata memiliki pendidikan yang tinggi, pelajari kembali buku pedoman yang ada. terutama jalur/skema sehingga mendapatkan sertifikat pendidik.
    Saya kwatir nantinya kredibilitas PSG 15 UM yang selama ini terbaik di Indonesia menurun, bahkan memungkinkan pula kasus ini masuk dalam Pengadilan. Cobalah berfikir yang bijaksana !!!!!

  25. January 25th, 2009 at 04:41 | #25

    Saudara Admin/Webmaster yth.

    Bagaimana dengan ketentuan dalam Pedoman Buku 5 halaman 4 dan 5, yang menyatakan bahwa mereka yang mengikuti plpg tahap I adalah yang tidak lulus ujian plpg, kemudian yang mengikuti tahap II adalah yang tidak lulus tahap I. kalau ini nggak dipake, nggak usah ada pedoman saja, pedomannya apa kata Pak Rektor ya?

  26. January 25th, 2009 at 04:56 | #26

    Saudara Admin/Webmaster yth.
    beginilah Buku-5 halaman 4, berbunyi
    13. Peserta yang lulus mendapat sertifikat pendidik, sedangkan yang tidak lulus diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ulang sebanyak-banyaknya dua kali.

    sedang di halaman 5, begini:
    UJIAN ULANG
    Ujian ulang diperuntukkan bagi peserta sertifikasi yang tidak lulus uji kompetensi di akhir PLPG. Ujian ulang pada hakikatnya sama dengan ujian pertama yaitu meliputi ujian tulis dan atau ujian praktik. Dalam kondisi tertentu (jumlah peserta dalam rombel sedikit), maka ujian praktik (yang
    belum memenuhi skor minimal) dapat menggunakan kelas lain sesuai dengan kondisi setempat, misalnya melibatkan panitia dan atau instruktur sebagai siswa.

    kurang cetho, yok opo maneh
    tapi kok masih nggak bisa memuaskan peserta ya?

  27. ayu
    January 25th, 2009 at 12:16 | #27

    pak admin kalau memang itu karena kesalahan administratif kenapa tidak dari awal kami di DIS saja, tapi malah ikut daftar plpg dan ikut selama 10 hari. tidak dipanggil ujian ulangpun tetap saja TIDAK LULUS..jadi itu mutlak bukan dari kesalahan kami. itu bisa dari kurang jelinya asesor dalam menilai portofolio kami, sehingga kami dirugikan. memang kami dapat ilmu tapi tolong dong pak hargai pengorbanan kami.dan mohon kebijaksannanya kami jadi down dengan adanya pengumuman ini saya yakin teman-teman kami juga merasakan sakit……………karena tidak lulus

  28. January 25th, 2009 at 15:39 | #28

    Saya SANGAT kecewa kpd panitia sertifikasi rayon 15, sebagai kaum intelektual justru melakukan kecerobohan yang fatal thd pengambilan keputusan TIDAK LULUS yg tidak sesuai prosedur!!!!
    Bagi panitia mungkin hanya SEBUAH KEBIJAKAN, namun bagi kami sebagai peserta adalah sebuah KEHINAAN!!!!!!!!
    .

  29. January 25th, 2009 at 16:02 | #29

    Keputusan TIDAK LULUS ini hanyalah gambaran KETIDAKBECUSAN para ASSESOR.

    Bila kami TIDAK LULUS karena portofolio kami, sepantasnya para ASSESOR itu diBEBAS TUGASkan…!!!!!!!!!!!

    Habisi MEREKA sebelum menghabisi kami..

    Kerja model TAMBAL SULAM semacam ini tak pantas dilakukan oleh panitia setifikasi setingkat UM.

    M E M A L U K A N …! ! ! !

  30. January 25th, 2009 at 16:15 | #30

    Setelah pengumuman sertifikasi “Nyleneh” ditayangkan…..
    Pak Parlan berulang-ulang bilang semua ini MASIH PROSES.
    Di detik lain beliau bilang, itu kemauan konsorsium sertifikasi di jakarta.
    Sedangkan dari panitia yang lain kami dengar penberlakuan TMT itu dicetuskan salah seorang anggota team pakar (dosen teknik).
    Wah….. berhadapan dengan orang2 pinter kayaknya kami malah dipinteri’
    Ternyata……..

  31. January 26th, 2009 at 00:10 | #31

    Alhamdulilah saya lulus. Tetapi saya ikut merasakan temen-temen yang terpukul dengan cara Panitia menyampaikan pengumuman.
    Semua ini masalah konunikasi.
    1. Ketika Panitia memberikan pengumuman daftar peserta PLPG, tanpa memberikan keterangan peserta sertifikasi yang tidak ikut PLPG. sehingga sangat mudah difahami jika tidak ikut PLPG adalah lulus, sampai suatu saat panitia memberikan pengumuman susulan daftar yang diskualifikasi.
    sejujurnya ada kerugian immateriil karena ketidakpastian.

    2. Ketika akhir PLPG Panitia mengumumkan bahwa yang tidak lulus akan mengikuti ujian ulang I. yang tidak lulus lagi ujian ulang II. Betapa gembiranya peserta PLPG yang tidak dipanggil ujian ulang. Tetapi betap sakitnya ternyata tidak lulus. sangat sakit setelah yakin lulus saat dipastikan tidak ujian ulang, beliau ini menerima ucapan selamat dan harapan tunjangan setifikasi dan merancang-rancang untuk apa. sakiiiiit. sejujurnya ini terhitung kerugian immateriil.

    Panitia pasti punya kuasa dan alasan. Panitia pun telah bekerja keras.Tetapi andaikata saja menyatakan minta maaf atau memberikan alasan lansung kepada yang bersangkuatan akan lebih bijaksana.
    Apa lagi Panitia menyatakan tidak lulus setelah ada informasi yang masuk, tentu yang bersangkutan punya hak jawab.
    Namun kepada Panitia maupun peserta yang merasa didzalimi, jangan ribut, karena masih ada hari akan dituntaskan berbagai persoalan yang belum selesai di dunia ini, yakni di hari perhitungan akhir. Hari kiamat. insyaallah adil dan selesai dengan tuntas.
    Semoga bisa sabar. semoaga juga Allah memberikan kebahagian dengan cara yang lain.
    Salam,
    Astocha – http://www.amilzakat.com

  32. January 26th, 2009 at 03:49 | #32

    sy peserta diklat tahap I, hasil pengumuman diklat brikutnya nama sy tidak muncul sd penguman pemberkasan sy d nyatakan tdk lulus. tolng informasiny apa memang nama sy dr UM blm d kluarkan/ Dinas Pend. Kab. Pasuruan yg tdk mengumumkan? tlng d cek dta sy, trim

  33. ayu
    January 26th, 2009 at 10:27 | #33

    kami bisa mengikuti plpg dan pada akhirnya TIDAK LULUS adalah kurang kejelian dari para Yth asesor, atas portofolio kami. kami mohon kami yang tidak lulus diberikan kebijaksanaanya yang sangat222 bijak sehingga pengorbanan kami tidak sia-sia, yang nota ben itu bukan salah kami.minimal kami boleh ikut lagi tahun ini dengan beberapa kemudahan di banding yang diskualifikasi. itu saja sebagai obat dari sakit hati yang saya yakin sembuhnya akan lama, kalau tidak segera ada kebijakan. apalagi kalau melihat teman plpg yang lain sudah mendapatkan ……………….. pasti akan lebih sakit lagi. tolong sampaikan ke asesor jakarta pak untuk keluhan2 kami ini. Biar kita mengajar juga tenang tidak dibebani pikiran yang macam2. terus terang kami jd dianggap bodoh sekali sama guru yang lain knapa????? portofolio aja nilainya kurang eeeeeeee di plpg kami kok ya NDK LULUS. coba kalau bapak nanti sdh sertifikasi punya nasib sama seperti kami MALU NDK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! PAK.

  34. yudie
    January 26th, 2009 at 16:50 | #34

    Memang, bagi yang ikut diklat dan tidak dipanggil Ujian Ulang, dan akhirnya dinyatakan tidak lulus, memang ini dapat menjadi pendekatan kita kepada Alllah SWT, dan melatih kesabaran serta akan menambah kematangan kita sebagai guru. Marilah kita berdoa agar Panitia yang plin plan dibuka hatinya untuk mengakui kesalahannya sehingga kesalahan-kesalahan yang ada tidak akan terjadi di waktu yang akan datang. Saya yakin dan seyakin yakinnya PSG 15 saat ini mengalami kebingungan, sehingga yang namanya orang bingung dalam berfikir itu mesti ngawur (tidak sesuai prosedur). Mari kita doakan agar kebingungan dari Bapak/Ibu PSG yang terhormat, dapat segera sembuh sehingga dapat berfikir, memutuskan kebijaksanaan yang sebaik-baiknya.

  35. Gofur
    January 27th, 2009 at 03:31 | #35

    Yth.ketua Panitia Sertfikasi Rayon 15 malang

    Pak mohon untuk dilihat kembali dan jangan menganaktirikan sekolah swasta. sekolah kami kok tidak lulus 4 orang ,dan kepala sekolah malah tidak lulus ini kan ironis sekolah pada hal kepala sekolah masa pengabdiannya sudah lama dan nilai pelatihannya juga banyak. ada apa dibalik itu

    Tulungagung

    SMP ISLAM SUNAN GUNUNG JATI NGUNUT

  36. herminto prabowo
    January 27th, 2009 at 04:59 | #36

    kalau ada salah satu guru tertulis tidak lulus plpg tahap II maka tindak lanjutnya apa?

  37. Gofur
    January 27th, 2009 at 08:33 | #37

    WARNING……!!!!!!!!

    UP: ketua rayon dan ketua pelaksana sertifikasi

    tolong di LIHAT buku panduan PLPG yang telah anda buat sendiri yaitu:

    hal 2 tolong dilihat alur yang tertera dalam work flow
    bahwa setelah melaksanakan diklat harus mengikuti
    ujian, di dalam ujian hanya ada 2 kemungkinan
    LULUS / TIDAK LULUS,

    yang LULUS mendapat sertifikat pendidik,

    yang TIDAK LULUS harus ujian ulang max 2x,
    yang LULUS mendapat sertifikat pendidik
    yang TIDAK LULUS dikembalikan ke Dinas pendidikan,

    ada bebrapa hal yang menurut saya LUCU untuk kapasitas se LEVEL panitia
    1. jika pesrta telah mendapatkan surat panggilan mengikuti PLPG, artinya dia tdk lulus PORTOFOLIO tapi kelengkapan administrasi ( status guru gtt/gty, masa kerja dll) lulus, tapi kenapa setelah mengikuti PLPG dinyatakan tidak lulus tanpa ujian ulang sesuai prosedur, memang status nya GTT tapi dimana tingkat kejelian panitia,,,,,,sampai-sampai yang harusnya tdk lolos portofolio atau mungkin malah di diskwalifikasi tapi tetap di berangkatkan PLPG,……….

    2. ada juga informasi yang tidak lulus karena masakerja kurang…………….kami berangkat mengikuti sertifikasi karena mendapat panggilan dari dinas, kalau memang ada dari kami yang masa kerjanya kurang kenapa kami di panggil………..

    SAYA BUTUH KONSKUENSI DAN TANGGUNG JAWAB MORAL DARI PANITIA

    jadi orang jangan plin plan pak…….

    ojo gur waton ngomong tapi ngomongo nganggo watonan pak……….aturane digawe…….

    tdk sopan saya ngomong begini, smoga itu bisa mengetuk hati anda anda sebagai pemegang kebijakan

  38. yuyu
    January 27th, 2009 at 08:37 | #38

    ya sangat setuju sekali kata audine,yang paling berat adalah beban psikis kami.akibatnyapun ngajar juga males apa2 males karena adanya pengumuman yang tidak jelas dan ngambang.tolong pak admin kebijk\akanya di percepat untuk kejelasan nasib kami yang tidak lulus supaya tidak berlarut-larut hanya memikirkan itu.karena masa depan anak itu lebih penting.

  39. pratiwi setyono
    January 28th, 2009 at 05:11 | #39

    Meskipun teman2 yang tidak lulus sudah minta penjelasan dari Panitia, tetap saja belum ada jawaban yang memuaskan tentang prosedur dan penilaian Portofolio dan PLPG yang simpang siur. Menampilkan perolehan skor yang diperoleh guru memang perlu dipertimbangkan lagi agar kita bisa lebih legowo menerima segala keputusan.dari Panitia PLPG. Atau mungkin pihak Panitia memiliki alasan tersendiri kenapa tidak bisa menampilkan skor tersebut?
    Bagi yang telah lulus kapan bisa menerima sertifikat ? karena pemberkasan sudah dimulai dan awal Pebruari sudah harus diserahkan ke diknas.

  40. January 30th, 2009 at 10:00 | #40

    Untuk dijadikan bahan masukan bagi sekolah mohon informasi tentang ketidak lulusan guru kami a/n Dra. Erma Tut Cusnia 08056531110300 yang sudah melaksanakan 2x ujian ulang PLPG-2008, dengan hasil akhir tetap dinyatakan tidak lulus.

  41. naqib abdullah
    February 3rd, 2009 at 22:24 | #41

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Alhamdulillah, Allahumma sholli ‘ala muhammad; waba’du.
    Bapak panitia PSG rayon 15 yang kami hormati,
    Saya adalah salah satu dari peserta PLPG angkatan tahun 2008 yang dinyatakan tidak lulus. No peserta saya adalah 08051812511378. Menurut informasi saya tidak lulus karena dalam dukumen portofolio yang saya kirim beban mengajar saya hanya 12 jam pelajaran. Sementara menurut peraturan adalah 24 jam pelajaran. saya adalah seorang guru yang mempunyai tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Setelah saya tanyakan teman-teman yang memiliki tugas tambahan sebagai kepala sekolah, mereka menuliskan beban mengajar di dokumen portofolio sejumlah 24 jam pelajaran.sementara pada kenyataannya hampir tidak ada kepala sekolah yang mengajar 24 jam setiap pekannya. Data ini bisa di check di lapangan.
    Saya sengaja menuliskan beban mengajar saya di dokumen portofolio sebanyak 12 jam karena tidak mungkin seorang guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah harus mengajar 24 jam pelajaran. Memang yang disertifikasi adalah guru bukan kepala sekolah; namun apakah kalau guru yang memiliki tugas tambahan sebagai kepala sekolah ketika akan mengikuti sertifikasi harus mundur menjadi guru biasa dulu sehingga bisa mengajar 24 jam pelajaran sesuai dengan peraturan sertifikasi? Realitasnya tidak ada yang seperti itu. Saya tahu sebagian peserta sertifikasi angkatan tahun 2006, 2007 dan 2008 adalah kepala sekolah (kepala sekolah sebagai representasi guru senior,berkualitas, kompetens dan berprestasi, sehingga wajar kalau mereka didahulukan), sementara mereka tidak mencantumkan beban mengajar sesuai dengan kenyataan. Dengan arti lain telah terjadi kesalahan dokumen massal selama paling tidak 3 tahun belakangan ini.
    Kami berharap ada kebijakan yang lebih realistis dan terbuka, sesuai dengan kondisi di lapangan. Semoga pelaksanaan sertifikasi ini berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia sesuai dengan amanah dan tujuan sertifikasi , bukan hanya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik saja. Mohon penjelasan Bapak terkait hal-hal tersebut diatas, semoga menjadi perhatian. Jazaka Allahu khoiron katsiro.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  42. marni galek
    February 4th, 2009 at 08:52 | #42

    Jika memang benar psg 15 um menilai ulang berkas2 dan nilai kami,kemudian akan mengumumkan dlm beberapa hari lagi,mohon tim penilai juga mengecek ulang nilai para peserta certifikasi yg harus ujian ulang 2x dan masih belum diluluskan,faktor apa yang masih kurang,parahkah? Mohon hal ini dipertimbangkan betul.Saya yakin tim penilai ataupun bpk/ibu Asesor juga manusia yang asumsi penilaian pasti berbeda-beda.Ketahuilah dan tolong disampaikan ke pemerintah pusat kami yang bekerja sebagai guru swasta yayasan ini hanya certifikasilah yang menjadi harapan kami.Kalau menggantungkan honor dari yayasan sungguh sangat minim dan sangat tidak layak apalagi untuk mencukupi kebutuhan keluarga,menggantungkan diangkat jadi pns juga semakin tidak mungkin lagi.Jika pemerintah menghendaki pendidikan anak bangsa dr sekolah swasta bisa lebih baik,mohon psg15 um mendengar jeritan kami para guru swasta yayasan dan ditindak lanjuti.Terima kasih..

  43. Irma Paramita
    February 6th, 2009 at 03:59 | #43

    ass. sy peserta PLPG 2008 sy merasa tidak nyaman dengan pemgumuman sertifikasi 2008 setelah PLPg karena sy termasuk yang tidak luluuuuuuuuuuuuuuuuuuuuus, gimana ini kalau itu memang karena nilai yang kurang kenapa tidak di remidi kalau memang persyaratannya kurang kenapa tidak dari awal, kalau memang mengenai absen waktu PLPG sy mengikuti terus, sy mohon kebijaksanaan dari Panitia Rayon 15 sertifikasi guru 2008, trims

  44. Irma Paramita
    February 7th, 2009 at 01:08 | #44

    Bagaimana Panitia Rayon 15 UM, katanya sebagai rayon yang terbaik tapi kok malah seperti ini cara kerjanya, kami hanya mengikuti program yang telah di tentukan dan kami sudah mengikuti semua prosedur yang telah ditentukan dan mengikuti petunjuk buku pedoman sertifikasi yg telah diberikan…kamipun juga tidak bodooooooh dalam membaca prosedur penilaian dari mulai fortofolio smp plpg serta membaca syarat kelulusan sertifikasi guru. Kami rasa UM termasuk kurang profesional
    dalam menangani sertifikasi ini, kami tunggu kebijakan dari UM ……………………….tlong dari komentar kami di baca dan tanggapi……………………..ok !!!!!!!!!!!!!!!!

  45. February 7th, 2009 at 15:14 | #45

    KAB.P.LINGGO SAMPAI 7-2-2009 INI PESERTA PLPG 2008 MSH BLM PEMBERKASAN,THN LALU JG TERLAMBAT SEHINGGA GURU DIRUGIKAN 1th

  46. zaini
    February 7th, 2009 at 20:37 | #46

    Tolong pihak PSG Rayon 15 dapatnya meninjau ulang peserta yang dinyatakan tidak lulus, sedangkan mereka tidak pernah dipanggil untuk ikut ujian susulan tahp I maupun tahap II. Dan hendaknya ada pemberitahuan resmi penyeba ketidak lulusan mereka, biar tidak terjadi salah paham. Trimakasih.

  47. February 19th, 2009 at 06:30 | #47

    salam,
    saya juga bingung, saya sudah plpg dan hasilnya lulus, tapi saya tidak lulus sertifikasi, kog saya jadi bingung,
    tolong, kalo memang ada yang kurang dengan semua hasil yang yang saya capai atau portofolio yang saya buat,

    mohon kekuranganya, di kabarkan lewat email saya!!!!!!!!!!!!

    biar saya bisa menghirup udara dengan plong,

    dan juga bagaimana dengan yang tidak lulus tersebut? apakah ada solusi lain atau harus ngulang sertifikasi tahun depan atau bagaimana?

    thanks,a lot 4 all information would be given to me.

  48. February 19th, 2009 at 06:34 | #48

    memang sih semua itu ada aturanya,
    tapi sejauh ini aturan suah betul,
    akan tetapi ya mbok yao kalao melaksanakan aturan itu jangan membuat bingung,
    terus terang saya adalah bagian dari ratusan orang yang bingung akan pengumuman sertifikasi 2008,
    kebetulan juga saya tidak lulus,
    oalah nasib-nasib

    katanya juga akan ada revisi pengumuman hasil sertifikasi,
    tapi sampai sekarang kog blum ada
    terus piye iki.?

  49. admin
    February 20th, 2009 at 22:52 | #49

    Hasil revisi sudah kami publikasikan lewat website ini dan sudah kami kirimkan ke diknas masing-masing mulai 10 Pebruari yang lalu. Lihat link “Pengumuman Kelulusan PLPG 2008 (revisi)”

  50. Vanskid84
    February 28th, 2009 at 04:29 | #50

    Mana Rekom dari Diknas, untuk Pengumuman PLPG Revisi

  1. No trackbacks yet.