Peraturan dan Panduan Sertifikasi Guru

July 12th, 2017

Secara hukum, sertifikasi guru didasarkan kepada antara lain beberapa peraturan perundangan. Halaman ini akan menyajikan beberapa peraturan tersebut. Beberapa peraturan lain yang relevan akan disusulkan.

Panduan Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2017

  • Buku 1 (Pedoman Penetapan Peserta), Buku 2 (Petunjuk Teknis Pelaksanaan Sertifikasi Guru), dan Buku 3 (Rambu-rambu Pelaksanaan PLPG) bisa diunduh di link ini

Panduan Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2015

Panduan Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2013

Panduan Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2012

Panduan Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2011

Panduan Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2010

Panduan Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2009

Perundang-undangan:

Keterangan: Permendiknas no 18 th 2007  tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan melalui Jalur Penilaian Portofolio, dan dan Permendiknas no 10 th 2009 tentang Sertifikasi Bagi Guru dalam Jabatan, dinyatakan tidak berlaku lagi.

  1. April 26th, 2009 at 07:49 | #1

    Terima kasih atas dimuatnya panduan sertifikasi guru galam jabatan tahun 2009, karena melalui situs resmi SERTIFIKASI GURU milik Depdiknas tidak saya temukan. Semoga informasi terbaru makin cepat ter-upload.
    Jika boleh bertanya, mengapa sertifikasi guru untuk guru agama yang diangkat oleh depdiknas (yang bukan pengangkatan dari DEPAG) tidak dimasukkan saja untuk ikut sertifikasi jalur umum ???, sebab mereka kesulitan untuk ikut sertifikasi hanya karena alasan jika ikut lewat jalur DEPAG, kuota selalu diprioritaskan untuk guru agama yang mereka angkat sendiri. Jadi kapan giliran guru agama yang diangkat bukan dari DEPAG ???? atas kepeduliannya diucapkan terima kasih…

  2. admin
    April 27th, 2009 at 12:22 | #2

    Kebijakan itu bukan wewenang PSG, kami hanya menerima daftar yang diberikan oleh Kanwil Depag atau LPMP (untuk guru umum). Wewenang penilaian guru agama ada di LPTK yang memiliki jurusan/fakultas keagamaan, seperti UIN atau IAIN, dan itu dikoordinasikan oleh Depag. Kami sendiri (UM dan mitra) tidak berwenang menilai guru agama.
    Mohon maaf tidak bisa memberikan solusi.

  3. Sri Lestari
    April 29th, 2009 at 16:30 | #3

    Saya Guru Bhs Inggris SMP (PNS). Saya lulusan S1 dari Fak Bhs & Sastra Inggris UNAIR SBY (Non Kependidikan) Tahun 2000. Mengambil Akta IV di Sekolah Tinggi Agama Islam Swasta Madiun lulus tahun 2001. Pertanyaan 1 : Apakah ijazah saya tersebut memenuhi kualifikasi untuk bisa mendapatkan sertifikasi?
    Pertanyaan 2 : Bila tidak, apa yang harus saya lakukan agar bisa ikut sertifikasi?
    Pertanyaan 3 : Jika saya ambil S2 Pendidikan Bhs Inggris UNS, apakah saya bisa ikut sertifikasi menggunaan ijazah S2 saya? Atau apakah bahkan sebaliknya, kualifikasi pendidikan S1 saya yang Non – Kependidikan tersebut menghalangi saya mendapatkan sertifikasi walau saya sudah S2 Pendidikan Bhs Inggris?

  4. admin
    May 1st, 2009 at 04:38 | #4

    Saya jawab:
    1. Ijazah tidak terkait dengan bidang studi yang diambil. Hanya saja berpengaruh terhadap nilai/skor karena ada perbedaan antara yang sesuai, serumpun, dan tidak sesuai. Ada juga perbedaan nilai dengan melihat apakah dari jalur kependidikan atau non kependidikan. Ada juga perbedaan nilai bila memiliki akta atau tidak. Jadi bpk/ibu tetap bisa ikut sertifikasi dengan ijazah yang ada.
    2. Sertakan ijazah S-2 dst untuk mendapatkan nilai tambahan.

    Lebih lengkapnya buka menu “Panduan dan Peraturan”, ada Buku 3 yang berisi antara lain tentang penilaian portofolio.

  5. May 5th, 2009 at 21:57 | #5

    Yth.Pimpinan PSG 15 Malang.
    Saya termasuk guru yang blum lulus Sertifikasi 2008 kemaren, yang saya tanyakan apakah nanti juga ikut PLPG lagi, kalau bisa teman-teman yang blum lulus 2008 kemaren mohon kebijakanya untuk tidak PLPG lagi. dan mohon untuk diberikan surat rekomendasi supaya tidak mengikuti PLPG . trimakasih

  6. admin
    May 6th, 2009 at 00:30 | #6

    Keikutsertaan seorang guru dalam PLPG tergantung pada hasil penilaian portofolio. Bila hasilnya adalah MPLPG maka harus ikut PLPG, karena hasil penilaian akan dikirimkan ke PMPTK/LPMP. Sertifikat, tunjangan, dsb tidak akan pernah bisa diberikan sebelum hasilnya adalah lulus, baik melalui PLPG maupun langsung dari penilaian portofolio.

  7. May 16th, 2009 at 21:00 | #7

    Mohon diumumkan Hasil Hasil Nilai Portofolio Sertifikasi Guru dalam jabatan 2009 di Rayon 15 ini nanti, biar peserta baik yang lulus maupun tidak lulus tahu nilainya, biar fair

  8. admin
    May 18th, 2009 at 19:58 | #8

    Nilai hanya bisa diberikan kepada LPMP dan PMPTK, sesuai dengan format laporan yang ada. Perlu diingat, bahwa skor di atas 850 tidak menjamin seorang guru lulus penilaian apabila ada syarat yang tidak terpenuhi. Masalahnya tidak semua guru paham akan aturan penilaian, dan kami tidak mungkin membuka ke publik mengenai nilai seorang peserta per komponen PF.

  9. May 19th, 2009 at 00:09 | #9

    Terima kasih atas penjelasan jawabannya masalah nilai peserta sertifikasi guru dalam jabatan 2009.
    Yang saya maksud nilai akhir setelah peserta dinyatakan lulus/tidak lulus.
    Misal si A dinyatakan lulus dengan nilai 870
    si B dinyatan tidak lulus dengan nilai 700
    si C dinyatakan tidak lulus dengan dinilai 860 karena persyaratan kelompok komponen B tidak memenuhi syarat karena kurang dari 300
    Dan pengumuman ini apakah yang lebih berhak adalah LPMP dan PMPTK ?
    Sekali lagi terima kasih atas tanggapan saran dari saya.

  10. LUTFI
    May 24th, 2009 at 19:53 | #10

    apa benar tahun 2009 penilaian portofolio diserahkan kepada perguruan tinggi swasta yang ada di daerah masing-masing misalnya STKIP Pasuruan kalau ya apakah PT tersebut layak dan dapat dipertanggungjawabkan sertifikat pendidik yang dikeluarkannya.

  11. Bekti
    May 24th, 2009 at 23:34 | #11

    apakah pendaftaran program Pendidikan Profesi Guru(PPG) di UM sudah dibuka? apa benar guru yang telah memiliki akta IV dan belum menjadi PNS harus mengikuti PPG?bagaimana bagi guru yang mengajar tidak sesuai dengan ijazah yang dimiliki, misalnya sarjana pertanian mengajar bahasa mandarin di SMU?terima kasih.

  12. admin
    May 25th, 2009 at 11:18 | #12

    Untuk P.Lutfi: STKIP PGRI Pasuruan adalah mitra UM sebagai LPTK Induk. Jadi semua hal (termasuk pemberian sertifikat) masih dikendalikan oleh UM dan dilaksanakan di UM. LPTK mitra berperan terutama dalam penyediaan asesor. LPTK tersebut dipilih oleh KSG (bukan oleh UM) berdasarkan penilaian banyak hal, antara lain ketersediaan jurusan/prodi, akreditasi prodi, dsb. Para asesornya pun juga diseleksi, tidak semua yang diajukan akan diterima.

  13. admin
    May 25th, 2009 at 11:22 | #13

    Untuk P. Bekti: Sertifikasi Guru diikuti oleh guru PNS dan guru swasta, selama masuk dalam kuota yang ada. Pelaksanaannya sampai 2014, pada tahun itu ditargetkan semua guru akan tersertifikasi. Jadi mungkin bapak akan masuk pada kuota tahun-tahun berikutnya, ditunggu saja.
    Idealnya memang sesuai, tetapi faktanya memang ada yang tidak sesuai. Sertifikasi Guru juga mengakomodasi hal ini, dalam bentuk nilai yang lebih rendah dari guru yang ijazahnya sesuai.

  14. May 25th, 2009 at 20:05 | #14

    Saya di diskualifikasi pada sertifikasi 2008 kemarin, karena SK GTT, padahal SK GTY juga saya lampirkan.
    Apa langkah yg harus saya lakukan?
    Mohon penjelasannya.

  15. Lutfi
    May 26th, 2009 at 09:30 | #15

    terima kasih atas informasinya.
    untuk pengumuman hasil kira-kira tanggal dan bulan berapa,

  16. raffiy
    May 27th, 2009 at 13:19 | #16

    jika mau sertifikasi dan pigamnya masih sedikit, yg mungkin menjadi alternatif memperoleh nilai apa?makasih

  17. May 27th, 2009 at 18:26 | #17

    kalo tahun ini mengundurkan diri dari sertifikasi (sakit) apa tahun depan bisa lancar dalam pendaftaran sertifikasi ulang?????

  18. admin
    May 28th, 2009 at 13:50 | #18

    Untuk bpk. Raffiy: Alternatif nilai bisa didapat dari karya ilmiah (artikel, penelitian, makalah, dsb). Atau pembuatan media pembelajaran, dan lainnya.

  19. salman
    May 29th, 2009 at 08:51 | #19

    bang admin,sy gtt di sekolah negeri, barusan kemaren ada panggilan dari depag bahwa saya ada dlm daftar calon peserta sertifikasi. Apakah ada dasar hukum untuk peserta dari gtt sekolah negeri, karena yg sy dengar dan umumnya banyak dialami yg lain, bahwa infonya yg di akui hanya gty (gtt di skol swasta).bagaimana yang benar bang,Mohon Pencerahan….., Terima kasih.

  20. admin
    May 30th, 2009 at 04:29 | #20

    Untuk bapak Syams: peserta yang gagal bisa mengikuti lagi pada tahun-tahun berikutnya, tentu dengan memperhatikan kuota dan aturan-aturan yang ada.

    Untuk bapak Salman: Untuk tahun ini GTT sekolah negeri diakomodasi, dengan bukti SK dari diknas/depag kota/kabupaten/provinsi

  21. admin
    May 30th, 2009 at 04:32 | #21

    Untuk bpk. Hendrik: Tahun depan bisa mengikuti lagi, selama diusulkan oleh diknas/depag yang terkait. Tapi, kenapa mengundurkan diri? Ikut saja. Bila terpaksa harus ikut PLPG tetapi tidak bisa hadir karena sakit, itu juga masih diakomodasi. Ada kebijakan (resmi) bahwa bisa ikut PLPG tahun berikutnya bila bisa menunjukkan alasan kuat bahwa berhalangan ikut PLPG tahun ini.

  22. salman
    May 30th, 2009 at 08:52 | #22

    bang admin,bgm kalo sy sekarang sudah pemberkasan CPNS dan sedang menunggu SK turun.Apa yang harus di lakukan: 1)Terus mengikuti proses sertifikasi ini ato menunggu SK CPNS turun?2)Apakah betul bahwa ada informasi bagi gtt yg pemberkasan kemudian ikut proses sertifikasi, kemudian sk cpns turun maka status cpns nya akan gugur?….mohon pencerahan bang Admin…., Terima kasih banyak

  23. admin
    June 1st, 2009 at 03:46 | #23

    Untuk bpk Salman:
    1. Syarat adalah guru tetap dan bisa dibuktikan dengan SK yang relevan. Jadi bila yang dipunyai sekarang SK bukan guru tetap (apalagi dari sekolah yang berbeda), sebaiknya tunggu sampai semua menjadi jelas dan legal.
    2. Kami tidak ada sangkut pautnya dengan penerimaan pegawai negeri/pemberkasan SK PNS. Jadi kami juga tidak tahu bagaimana isu itu bisa muncul.

  24. raffiy
    June 1st, 2009 at 14:33 | #24

    yang bisa membuat nilai melambung tinggi dari KTI PTK apa?dan misalkan membuat media pembelajaran,kriteria media pembelajaran yg spt apa yg bisa masuk dlm penilaian sertifikasi?tolong juga d jelaskan yg tertulis lainnya di atas.makasih

  25. admin
    June 2nd, 2009 at 03:55 | #25

    Untuk bpk Raffiy:
    Kalau dibilang “melambung” ya tidak sedrastis itu. Ada peningkatan, memang. PTK dilihat dari rasionalnya, latar belakang, teori, pelaksanaan, dan hasilnya. Juga faktor kualitas dan keaslian.
    Pembuatan media pembelajaran jangan hanya menyertakan foto saja. Lebih bagus memang medianya tapi kalau tidak mungkin ya gambarnya. Pelengkapnya: keterangan tentang latar belakang dibuatnya media, cara penggunaan, dan pengkaitan dengan kompetensi atau salah satu pokok bahasan dalam pelajaran itu. Apakah penggunaan media bisa menunjang tercapainya kompetensi?
    Yang lainnya misalnya kualitas RPP. Buat selengkap mungkin, termasuk materi apa yang disajikan sampai bagaimana evaluasinya.
    Lebih bagus lagi adalah adanya prestasi, atau karya yang dihasilkan guru.

  26. raffiy
    June 2nd, 2009 at 14:39 | #26

    jadi media pembelajaran ini masuk dalam lampiran 4 yg juga berhubungan dg adanya rpp?
    trus klo da lampiran yg kosong, apa mempengaruhi yg lainnya
    saya kan masih gtt baru(4th), untuk sertifikasi katanya harus ada SK bupati.semisal SK saya d ketahui ka dinas pendidikan, seberapa jauh kekuatan SK saya?dan apa tidak ada kebijakan mengenai SK seputar kasus GTT?

  27. FARIDA
    June 2nd, 2009 at 21:25 | #27

    Apakah di Universitas Negeri Malang sudah di buka program Pendidikan Profesi Guru ( PPG ) untuk umum, mohon penjelasannya

  28. admin
    June 3rd, 2009 at 04:06 | #28

    Utk bpk Raffiy:
    Lebih baik begitu, ada pengkaitan dg RPP. Seandainya tidak juga bisa, yang penting tidak hanya foto media begitu saja.
    Mempengaruhi maksudnya bagaimana?
    Untuk status, GTT yang bisa adalah GTT pada sekolah negeri (GB, Guru Kontrak dsb) yang memiliki SK dari bupati/walikota/gubernur. Jadi tidak sekedar diketahui, karena itu tetap GTT Swasta. Tidak bisa juga GTT dengan SK kepala sekolah.

  29. Ahmad
    June 3rd, 2009 at 12:15 | #29

    Saya sangat salut dg situs ini. Situs yang hidup karena Pak Adminnya selalu memonitor dan merespon. Ada banyak situs yang ‘bersampah’. Maksud sampah disini adalah pertanyaan-pertanyaan pengunjung yang cuma ‘menuh-menuhin’ halaman saja. Itulah sampah.

    Terima kasih

  30. raffiy
    June 3rd, 2009 at 13:46 | #30

    mempengaruhi dalam kaitannya dg penilaian poin yg lainnya.
    trus dari proses sertifikasi guru yg diharapkan peningkatan kwalitas mutu guru itu, yg saya tanyakan kwalitas guru ini d lihat dari segi yg mna?keprofesionalan mengajar ataukah keaktifan guru dlm sebuah organisasi.krn sekarang seminar dan diklat merupakan pasaran terbaru dan terlaris dikalangan guru dan sekolah.
    yg saya tahu sekarang karena adanya kebijakan sertifikasi berdasarkan usia menimbulkan kecemburuan karena guru yg sudah senior(tua) kadang d anggap tidak mampu dan ditempatkan dikelas bawah dg beban kerja yg lebih sedikit,mungkin bang admin punya sedikit gambaran.nuwun

  31. prasetyo
    June 3rd, 2009 at 14:25 | #31

    minta info panduan sertifikasi guru agama 2009

  32. admin
    June 5th, 2009 at 04:04 | #32

    Utk bpk Raffiy:
    tidak saling mempengaruhi, setahu saya. Kecuali misalkan disebutkan mengikuti workshop atau lokakarya, sertakan hasil workshopnya. Kalau tidak akan dianggap hanya mengikuti forum ilmiah.
    Ya kalau melihat semangatnya, guru tidak hanya berkualitas di tugas mengajar saja, tapi juga aktif mengikuti kegiatan ilmiah untuk mengembangkan diri/membuka wawasan, aktif menghasilkan suatu karya, aktif dalam kegiatan sosial, menghasilkan suatu prestasi. Pokoknya sesuai dengan kompetensi guru: Pedagogik, Kepribadian, Sosial, dan Profesional.
    Mengenai adanya “seminar” dan “diklat” di pasaran, ya mungkin para penyelenggaranya melihat ada “peluang” dan “pasar” yang bisa dimanfaatkan. Apakah itu sesuai dengan misi keilmiahan? Wallahu a’lam.
    Kebijakan sertifikasi berdasar usia? Tahun ini SerGu mengakomodasi para guru yang belum S-1 tetapi memiliki masa kerja yang cukup lama (> 20 tahun). Jadi kalau saya amati sejauh ini, tahun ini banyak sekali guru-guru senior yang masuk kuota, terutama di tingkat SD (banyak yang lulusan SPG, DII atau DIII).
    Mengenai ditempatkan di kelas bawah, saya tidak berani berkomentar karena sudah di luar pengetahuan saya, maaf ya?

  33. admin
    June 5th, 2009 at 04:05 | #33

    Utk bpk. Prasetyo:
    Secara umum panduan SerGu Agama / lingkungan Depag mengacu ke panduan yang diterbitkan KSG (bisa didownload dari page “Peraturan dan Panduan”)

  34. raffiy
    June 6th, 2009 at 08:33 | #34

    yg dmaksudkan hasil ni yg bagaimana,apa cuma sebatas sertifikat saja.
    jadi misalkan kita siap2 sekarang dan sertifikasinya 5 th yg akan datang masih bisa d gunakan.nuwun

  35. admin
    June 7th, 2009 at 03:27 | #35

    Utk bpk. Raffiy:
    Hasil apa ya? Menghasilkan suatu karya? Di panduan disebutkan bisa berupa karya ilmiah (sertakan di dok PF, misalkan berupa PTK, artikel, buku, modul) atau karya monumental (menghasilkan alat, atau prestasi lain).
    Tidak ada batasan berapa lama suatu bukti bisa disertakan. Pokoknya selama anda menjadi guru.

  36. Muhamad Yasin
    July 24th, 2009 at 21:06 | #36

    Saya Guru kimia SMA Negeri 1 Leces Kabupaten Probolinggo, Sudah Lulus sertifikasi portofolio 2008 dan mendapat sertifikat tetapi nama sertifikat salah, Apa yang harus saya lakukan untuk memperbaikinya? dan apa berpengaruh dengan pencairan dana sertifikasi?

  37. admin
    July 25th, 2009 at 04:14 | #37

    Untuk bpk Yasin:
    Silahkan datang ke PSG 15 Univ. Negeri Malang membawa pengantar dari Diknas setempat, ciopy sertifikat, dan copy bukti pendukung lainnya. Bila memang ada kesalahan, maka akan kami terbitkan surat keterangan ralat.

  38. abu darwis
    August 15th, 2009 at 12:18 | #38

    kirim hasil sertifikasi portofolio depag jatim UIN Malang tahun 2009

  39. renal paladas
    August 18th, 2009 at 18:57 | #39

    saya guru kimia smann 1 lebong utara kab. lebong prov. bengkulu yang merupakan salah satu peserta plpg tahun 2009 rayon 3. mohon umumkan hasil plpg dan penilaian fortopolio

  40. admin
    August 19th, 2009 at 05:52 | #40

    utk p.Abu & p.Renal:
    Silahkan baca posting di halaman depan tentang kewenangan PSG15.

  41. I WAYAN GDE WIRADANA
    August 22nd, 2009 at 20:34 | #41

    mohon diinformasikan mengenai bagaimana caranya saya (seorang guru IPA SMP) bisa mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan melalui jalur pendidikan?

  42. admin
    August 24th, 2009 at 04:36 | #42

    utk p.Wayan:
    Sergu jalur Pendidikan belum dibuka karena masih dalam tahap pengajuan. Seandainya sudah resmi, jelas, maka pasti akan ada pengumuman. Ditargetkan mulai dalam tahun ajaran ini (semester gasal).

  43. DANU SETIYOKO
    August 27th, 2009 at 10:01 | #43

    Mohon dijelaskan cara menghitung masa kerja yang benar untuk persyaratan sertifikasi. Masa kerja dihitung mulai menjadi PNS atau dari masa GTT? Soalnya kami yang PNS sudah 11 tahun, kalah dengan yang baru CPNS tapi sudah GTT, apa aturan ini beda dengan tahun 2007?

  44. admin
    August 27th, 2009 at 10:15 | #44

    utk p.Danu:
    Memang benar, tahun 2009 ada perubahan aturan, di antaranya adalah diperbolehkannya GTT yang SKnya ditandatangani oleh Bupati/Walikota/Gubernur atau Kanwil/Kantor Depag. GTT yang selain itu tetap tidak boleh. Juga masa kerja yang dipersyaratkan hanya 4 tahun saja.
    Masa kerja dihitung sejak ybs menjadi guru, tetapi dengan syarat minimal 4 tahun. Jadi CPNS bisa masuk karena dari status CPNS sudah dianggap guru tetap (asal masa kerja keseluruhan minimal 4 tahun).

  45. DANU SETIYOKO
    August 29th, 2009 at 08:24 | #45

    Terima kasih atas jawaban kemarin soal masa kerja, terus untuk tahun depan (2010) aturan, kuota masing-masing kabupaten apa masih sama dengan tahun ini atau ada perubahan. Kira-kira penjaringan sertifikasi tahun depan kapan dimulai?

  46. admin
    August 29th, 2009 at 12:40 | #46

    utk p.Danu:
    Aturan mungkin berubah, kami sendiri belum tahu. Penjaringan sertifikasi mohon ditanyakan ke Diknas. Biasanya Mei-Juni berkas sudah masuk PSG.

  47. Arul
    September 3rd, 2009 at 01:03 | #47

    Sy msh cpns, msa krja bru 9 bulan, sdgkn syart ms krja untk ikut sertfkasi adlh 4 tahun. Bs g sy ikut sertifiksi jalur PPG PRAJABATAN pd PT yg dtjuk diknas? Dn bgaimana status sertifikat sy seandaix bs.

  48. NANIK
    September 8th, 2009 at 03:31 | #48

    Setelah dinyatakan lulus sertifikasi tahun 2009, trus kita harus gimana ?. kabarnya untuk yang lulus tahun 2009 tunjangannya langsung menyatu dengan gaji bulanan apa betul ??? trus kira-kira kapan dapat direalisir untuk yang dinyatakan lulus tahun 2009 pencairannya …. sekedar nyicil ayem. dump makacih

  49. September 8th, 2009 at 08:46 | #49

    saya ini banyak pertanyaan:
    1.orang tua saya ikut sertifikasi dan sudah lulus 8 bulan yg lalu tetapi knp tunjangan gaji ortu msh tetap n kpn sih gaji tunjangan guru itu turun?

    2.ada dosen saya yg sekarang sudah s3 beliau pada s2 nya mengambil pendidikan tetapi pada gelar nya itu bergelar sarjana ekonomi dimana yg salah itu adalah pemerintah.knp harus sertifikasi lagi?

  50. admin
    September 9th, 2009 at 15:22 | #50

    utk p.Arul:
    Statusnya nantinya akan sama, apakah melalui jalur portofolio, jalur langsung, jalur pendidikan, atau PPG. Sama-sama mendapat tunjangan profesi pendidik. Mengenai syarat PPG prajab, kami sendiri belum tahu jadi tidak bisa menjawab.

Comment pages
1 2 3 7
  1. No trackbacks yet.