//

Tanya-Jawab

November 16th, 2009

Dari sejumlah komentar atau email yang masuk ke kami, ada di antaranya yang perlu diketahui para pengunjung, yaitu yang bersifat umum dan sering ditanyakan. Halaman ini akan kami update terus-menerus seiring adanya pertanyaan atau komentar baru.

1. Tentang PSG

Tanya: Kota/kabupaten mana sajakah yang menjadi wilayah kerja PSG 15?
Jawab: Untuk tahun 2009, wilayah kerja PSG 15 mencakup 11 kota/kabupaten, yaitu: Kota Malang, Kota & Kabupaten Pasuruan, Kota Batu, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Kota & Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan.

Tanya: Kalau ingin melihat hasil Penilaian Portofolio atau PLPG untuk peserta dari kota selain itu di mana?
Jawab: Untuk kota selain wilayah kerja PSG 15, harap menghubungi PSG masing-masing. Beberapa PSG menyediakan layanan melalui web, tapi mungkin juga lewat telepon atau datang langsung.

Tanya: Bidang studi apa yang dinilai oleh asesor PSG 15?
Jawab: Semua bidang studi umum yang ada di sekolah di bawah Diknas untuk semua jenjang, dan  bidang studi umum di sekolah di bawah Depag. Guru bidang studi agama di sekolah binaan Diknas dan guru kelas MI dinilai oleh asesor dari perguruan tinggi di bawah Depag (UIN, IAIN, STAIN, dsb).

Tanya: Bagaimana keterlilbatan PTS di PSG?
Jawab: Dalam melaksanakan tugasnya, UM sebagai LPTK Induk dibantu oleh beberapa LPTK Mitra (tahun ini dibantu oleh STKIP PGRI Pasuruan, IKIP PGRI Madiun, dan Universitas Muhammadiyah Ponoroogo). LPTK Mitra selain terlibat dalam kepanitiaan, juga menyediakan sejumlah asesor. Kendali pelaksanaan sertifikasi tetap ada di UM, sehingga kualitasnya juga tetap terjaga. Tidak perlu ada kekhawatiran akan hal ini.

2. Tentang Sertifikasi

Tanya: Siapa yang menentukan peserta sertifikasi?
Jawab: Keikutsertaan guru ditentukan oleh kantor Diknas/Depag masing-masing. Untuk guru Diknas, dari kuota setiap kota yang ditetapkan oleh LPMP dan Diknas propinsi, Diknas kota/kabupaten menentukan pesertanya. Kami hanya menerima daftar yang diajukan oleh Diknas atau kantor Depag kota/kabupaten

Tanya: Bagaimanakah status guru yang diperbolehkan mengikuti sertifikasi?
Jawab: Secara umum adalah guru PNS dan non PNS. Guru PNS bisa ada di sekolah negeri atau swasta (DPK). Guru non PNS adalah Guru Tetap Yayasan pada sekolah swasta dan guru pada sekolah negeri. GTY harus memiliki SK dari penyelenggara pendidikan (Yayasan). Pada sergu 2009, guru non PNS pada sekolah negeri (Guru Bantu, Guru Honorer, dan sejenisnya) bisa ikut dan harus memililki SK dari dinas pendidikan kabupaten / kota / propinsi, dan bukan diangkat oleh kepala sekolah.

Tanya: Bagaimanakan penghitungan masa kerja?
Jawab:
Masa kerja adalah persyaratan awal seorang guru bisa mengikuti sertifikasi (setelah sebagai guru tetap, lihat pertanyaan sebelumnya). Sesuai aturan 2009, guru yang mengikuti sertifikasi minimal sudah bekerja selama 4 tahun pada suatu satuan pendidikan dan pada saat keluarnya UU no 14 tahun 2005, yang bersangkutan sudah menjadi guru. Jadi bila dihitung belum mencapai 4 tahun atau yang tercantum di SK berbunyi masa kerjanya kurang dari 4 tahun, maka belum bisa mengikuti sertifikasi pada tahun itu.

Tanya: Apa beda dengan pengalaman kerja?
Jawab: Pengalaman kerja adalah lamanya seorang guru mengajar sejak awal tanpa melihat statusnya. Pengalaman kerja dihitung sejak dari yang bersangkutan menjadi guru (secara kumulatif), baik sebagai guru tetap maupun guru tidak tetap, pada sekolah tempat bekerja sekarang atau sekolah lainnya. Bila pada saat yang sama mengajar pada lebih dari satu sekolah, maka hanya salah satu saja yang dihitung.

Tanya: Mengapa kuota guru swasta sangat kecil?
Jawab: Kuota guru swasta memang hanya 15-25% dari kuota guru per kota/kabupaten. Hal ini sudah ditetapkan KSG.

Tanya: Bagaimana bila tahun ini mengundurkan diri? Apa bisa ikut tahun selanjutnya?
Jawab: Bisa saja mundur tahun ini dan ikut tahun berikutnya. Tetapi ingat bahwa ada kuota per kota dan jenjang, sehingga mungkin harus bersaing dengan guru lainnya. Tapi, kenapa harus mundur?

Tanya: Saya sekarang sedang berstatus CPNS, apakah bisa mengikuti sertifikasi?
Jawab: CPNS adalah awal dari PNS, yaitu sebagai guru tetap di sekolah negeri atau swasta (DPK). Saat ini ada yang masuk CPNS dari jalur Guru Honorer, sehingga masa kerja golongan pada saat diangkat tidak 0 tahun 0 bulan. Lihat apakah masa kerja sudah memenuhi? Bila memang belum, apalagi ada di sekolah yang berbeda dengan yang diusulkan di portofolio, sebaiknya ditunda dulu sampai semua menjadi jelas. Yang jelas seorang guru maju sertifikasi harus dari satu sekolah saja dan satu status saja (PNS saja atau GTY saja dst).

Tanya: Bidang studi saya waktu kuliah IPA, setelah lulus saya mengajar TIK dan mengikuti sertifikasi guru TIK dan saya lulus padahal saya tidak menguasai pelajaran TIK. Sekarang saya diangkat CPNS. Bisakah saya mengikuti sertifikasi lagi sebagai guru IPA pada waktu saya PNS karena saya benar-benar tidak menguasai TIK?
Jawab: Keputusan mengikuti sertifikasi salah satunya adalah dari diri sendiri. Kenapa dipaksakan bila tidak cocok? Aturan tidak melarang seorang guru mengikuti sertifikasi lagi. Tetapi perhatikan bahwa ada sekian banyak guru yang mengantri dalam kuota per tahunnya. Yang disertifikasi adalah matapelajaran/bidang studi yang diampu/diajar, bukan yang disukai atau sesuai ijazah. Jadi yang dinilai adalah keprofesionalan di mapel tsb. Sudah banyak kasus yang ikut mapel “A” tetapi begitu PLPG diberi materi mapel “A” tidak bisa mengikuti karena basicnya memang “B”. Salah satu contoh adalah seorang KS/WKS yang mengikuti sertifikasi guru BK. Ketika PLPG, banyak hal yang tidak dikuasai tentang ilmu BK karena dasarnya bukan sebagai guru BK.

3. Tentang Portofolio

Tanya: Apakah boleh ijazah yang berbeda dengan bidang studi yang diajarkan?
Jawab: Ijazah tidak terkait dengan bidang studi yang diambil. Hanya saja berpengaruh terhadap nilai/skor karena ada perbedaan antara yang sesuai, serumpun, dan tidak sesuai. Ada juga perbedaan nilai dengan melihat apakah dari jalur kependidikan atau non kependidikan. Ada juga perbedaan nilai bila memiliki akta atau tidak. Jadi bapak/ibu tetap bisa ikut sertifikasi dengan ijazah yang ada. Bila ada ijazah S1 kedua, S2, S3 sertakan juga. Hal itu bisa menambah nilai.

Tanya: Kalau ijazah saya Matematika tetapi mengajar TIK, saya harus ikut sertifikasi untuk Matematika atau TIK?
Jawab: Yang disertifikasi adalah bidang studi/mata pelajaran yang DIAJARKAN, bukan ijazahnya. Apa yang diajarkan dibuktikan dengan surat tugas mengajar dan RPP yang sesuai. Bila bapak RPPnya adalah TIK maka akan disertifikasi sebagai guru TIK karena itu kenyataan yang kami ketahui dari berkas dan asesor matematika tidak berhak menilai TIK. Ibaratnya bila bapak sehari-hari mengendarai sepeda motor tentu akan meminta SIM C bukan SIM A, dan mengikuti ujian untuk SIM C, walaupun bapak juga bisa mengemudikan mobil. Memang guru profesional adalah guru yang mengajar sesuai latar belakang pendidikannya, tetapi banyak ditemui berbagai kasus yang memaksa seorang guru mengajar bidang studi/mata pelajaran yang berbeda. Ingat, sertakan RPP sesuai dengan apa yang diajukan untuk sertifikasi. Kami tidak bisa menilai kompetensi seorang guru yang meminta disertifikasi sebagai guru Penjaskes kalau isi RPPnya adalah BK.

Tanya: Mengapa ada guru yang masa kerjanya sedikit bisa lulus, padahal ada yang masa kerjanya sangat lama bahkan kepala sekolah bisa tidak lulus?
Jawab: Penilaian portofolio dilakukan terhadap prestasi yang didapat seorang guru selama bekerja. Walaupun masa kerjanya sedikit tetapi rajin mengikuti karya ilmiah, mengadakan penelitian, menulis buku, dan prestasi lainnya maka nilainya akan jauh lebih tinggi dari guru yang masa kerjanya lama tetapi kurang menghasilkan karya. Asesor juga tidak membedakan apakah peserta tersebut kepala sekolah atau guru biasa.
Tentang mengapa ada guru yang masa kerjanya lama tidak bisa ikut sertifikasi, kami hanya bisa menjawab bahwa PSG hanya menerima data peserta. Kewenangan penentuan peserta ada di dinas.

Tanya: Saya menyertakan banyak sertifikat seminar dan pelatihan, tetapi mengapa nilai portofolio saya kecil?
Jawab: Ada beberapa hal yang bisa diperhatikan:
*) Relevansi jenis pelatihan dan forum ilmiah yang diikuti. Penilaian dilakukan terhadap kegiatan yang relevan dengan bidang studi yang diajarkan atau statusnya sebagai guru. Contoh yang tidak relevan misalnya guru PKn mengikuti workshop Otomotif. Yang lebih relevan misalkan dia mengikuti workshop penyusunan PTK.
*) Ketidaktepatan dalam meletakkan bukti fisik atau membedakan antara diklat dan forum ilmiah. Seminar dan lokakarya termasuk ke dalam forum ilmiah sehingga bukti fisiknya dimasukkan ke dalam komponen 8 dan bukti fisik diklat dimasukkan ke dalam komponen 2.
*) Bukti fisik yang meragukan, misalkan lebih dari satu seminar pada saat yang sama di tempat yang sama atau malah di tempat yang berbeda, jumlah jam pelatihan yang tidak sesuai dengan hari pelatihan atau diragukan keasliannya.
*) Hasil diklat / workshop yang terkait. Misal workshop (lokakarya) tentang penyusunan RPP atau PTK, seharusnya menghasilkan suatu “karya” atau “work”, misal draft rancangan RPP. Sertakan itu, karena bila tidak akan dianggap mengikuti forum ilmiah biasa.

Tanya: Bila sertifikat atau piagam saya sedikit, apa yang bisa saya lakukan untuk menambah nilai?
Jawab: Ada 10 komponen yang dinilai, bila masih kurang di satu komponen bisa ditutupi dari komponen lainnya, misalnya pembuatan media pembelajaran, pembuatan karya ilmiah atau artikel, pembimbingan siswa, dan sebagainya.

Tanya: Siapa yang melegalisasi portofolio kepala sekolah?
Jawab: Yang melegalisasi adalah atasan kepala sekolah, yaitu pihak Diknas.

Tanya: Mengapa banyak guru swasta yang tidak lulus portofolio atau PLPG?
Jawab: Asesor tidak membedakan apakah peserta adalah PNS atau GTY, apakah kepala sekolah atau guru, senior atau yunior, dan apakah berasal dari sekolah negeri atau swasta. Penilaian semata-mata dilakukan dari dokumen portofolio.

Tanya: Mengapa ada guru yang rajin tetapi tidak lulus penilaian portofolio?
Jawab: Satu hal yang penting diperhatikan adalah asesor menilai barang mati yaitu dokumen portofolio yang tidak bisa “ditanya”. Semakin lengkap, berkualitas dan meyakinkan isi berkas tersebut, tidak ada alasan untuk tidak memberikan nilai dan semakin tinggi nilainya dibanding yang isinya “biasa” saja. Asesor tidak pernah tahu secara fisik apa saja yang dilakukan guru di kelas (apakah sesuai, kreatif, bagus atau tidak), dan prestasi apa yang dihasilkan oleh guru selain apa yang dicantumkan di berkas tersebut.

Tanya: Apakah yang dimaksud dengan status Klarifikasi (K)?
Jawab: Klarifikasi adalah keputusan penilaian asesor yang diberikan bagi portofolio yang meragukan atau diindikasikan melakukan pelanggaran, misalnya pada ijazah, sertifikat, atau karya ilmiah. Guru yang bersangkutan akan dipanggil dengan membawa bukti-bukti yang diperlukan. Bila terbukti melakukan pelanggaran, guru yang bersangkutan akan didiskualifikasi.

Tanya: Apakah yang dimaksud dengan status Diskualifikasi (DIS)?
Jawab: Diskualifikasi adalah keputusan yang diberikan kepada peserta yang melakukan kecurangan dalam pemberkasan portofolio (terbukti secara langsung atau tidak langsung) atau tidak terpenuhinya syarat utama keikutsertaan peserta (masa kerja kurang, bukan guru tetap, atau kualifikasi akademiknya) atau melakukan upaya penyuapan.

Tanya: Bagaimana bila ada dokumen palsu tetapi lolos atau ada pemalsuan data?
Jawab: Kami tidak bisa berbuat banyak untuk hal ini, mungkin karena rapi sampai bisa menipu asesor. Bila muncul sesuatu yang di belakang hari setelah portofolio dan PLPG, maka itu bukan lagi menjadi tanggung jawab PSG. Hal ini mungkin bisa dikembalikan ke guru masing-masing, sudah benarkah cara yang diambil? Apakah ini yang dinamakan guru profesional?

Tanya: Bisakah bila ada kesalahan pemberkasan portofolio?
Jawab: Bila ada kesalahan, ada beberapa opsi yang diambil memang, yaitu melakukan klarifikasi, melengkapi kekurangan, dan tidak memberikan nilai. Belum tentu kesalahan menyebabkan tidak lulus.

Tanya: Bagaimana dengan peserta yang nilainya kurang dari batas kelulusan?
Jawab: Guru yang bersangkutan harus mengikuti PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) selama 90 jam pelajaran. Pada akhir PLPG diadakan Ujian. Bila tidak lulus maka peserta diberi kesempatan mengulang sebanyak-banyaknya dua kali.

Tanya: Bisakah kami mengetahui hasil penilaian portofolio?
Jawab: Nilai portofolio memang tidak dipublikasikan kepada guru secara langsung, tetapi kepada pihak LPMP dan PMPTK, sesuai dengan yang ada pada buku panduan.

Tanya: Bolehkah kami mendapat atau meminta informasi penilaian dari para asesor?
Jawab: Asesor hanya berhak menilai, tidak berhak untuk memberikan informasi nilai atau kelulusan. Dalam sapta etika asesor butir 2 dinyatakan bahwa “Menilai kinerja guru secara objektif dan profesional, serta melaporkan hasilnya hanya kepada yang berwenang”, dan pada butir 3 dinyatakan bahwa asesor “Menjaga rahasia negara, rahasia jabatan, dan rahasia pihak yang dinilai”. Jadi jelas bahwa mereka tidak berhak menginformasikan kelulusan, nilai, memberi janji lulus, dan sebagainya. Bila ada yang bertentangan dengan PSG, kami tidak bertanggung jawab.

4. Tentang PLPG

Tanya: Apakah peserta pasti lulus PLPG dan memperoleh sertifikat pendidik?
Jawab: PLPG adalah kegiatan akademik yang melibatkan proses belajar-mengajar dan evaluasi. Di dalamnya ada penilaian atas semua aspek yang dimiliki peserta didik. Nilai didapat dari prestasi peserta sendiri pada saat pelaksanaan PLPG, baik yang ditentukan peserta sendiri (pada saat ujian tulis), yang ditentukan instruktur (misal pada saat peer teaching atau penugasan yang lain), atau yang ditentukan sesama peserta (pada penilaian skor sejawat), serta dari nilai portofolio. Hanya ada dua keputusan hasil evaluasi (ujian) yaitu Lulus dan Tidak lulus. Jadi kelulusan PLPG adalah ditentukan dari peserta sendiri. Pada buku panduan juga sudah jelas disebutkan apa saja komponen penilaian PLPG, besaran masing-masing komponen, dan apa syarat kelulusannya.

Tanya: Apakah peserta PLPG mendapat sertifikat atau piagam yang menyatakan keikutsertaannya dalam PLPG?
Jawab: PSG tidak mengeluarkan sertifikat semacam itu karena memang tidak ada dalam aturans dan PLPG adalah bagian terpadu dari sertifikasi guru.

Tanya: Bagaimana nasib peserta yang Tidak Lulus dari PLPG atau DIS?
Jawab: Peserta tersebut dikembalikan ke Diknas dan masih bisa mengikuti sertifikasi pada tahun-tahun berikutnya. Akan tetapi keikutsertaan ulang itu merupakan keputusan Diknas masing-masing kota/kabupaten dengan tetap memperhatikan kuota pada tahun itu (belum tentu pada tahun berikutnya)

5. Tentang Sertifikat Pendidik dan Tunjangan Profesi Pendidik

Tanya: Bagaimana setelah sertifikat dibagikan ternyata ada penyimpangan, misalnya tidak mengajar 24 jam, atau mengajar bidang studi lain?
Jawab: Hal ini sudah di luar wewenang kami lagi, yang lebih mengetahui secara rinci adalah dinas, kepala sekolah, dan guru yang bersangkutan.

Tanya: Bagaimana jika sesorang lulus sertifikasi dari non PNS, kemudian diangkat menjadi
CPNS. Apakah sertifikat itu bisa dialihkan dari non PNS ke PNS ?
Jawab: Sertifikasi hanya melihat status pada saat pengajuan dokumen portofolio. Bila ternyata ada perpindahan status, tempat kerja, jenjang, pasti bisa dilakukan penyesuaian dan bukan berarti sertifikat menjadi tidak berlaku lagi.

Tanya: Bagaimana dengan tunjangan profesi pendidik?
Jawab: Kami tidak terlibat dengan hal itu, baik besarnya berapa, kapan diberikan, apa syaratnya, lewat mana penyalurannya, apakah sama antara yang lulus portofolio dan lulus PLPG, dan lainnya. Tugas kami hanya melakukan sertifikasi, mulai dari penilaian portofolio sampai penerbitan sertifikat pendidik.

6. Tentang Pendidikan Profesi Guru

Tanya: Saya minta informasi pelaksaan PPG dan proses seleksinya, apa benar dimulai September tahun ini?
Apakah juga dimungkinkan LPTK Induk dan mitra? Apakah lebih diprioritaskan untuk yang telah punya pengalaman mengajar?
Jawab: PPG sedang dalam pengusulan proposal oleh beberapa prodi di UM (dan LPTK lain). Jadi hasilnya belum bisa diketahui di mana saja PPG untuk prodi tertentu akan diadakan. PPG kali ini diperuntukkan untuk Guru pra jabatan yang belum bisa mengikuti Sertifikasi Guru dalam Jabatan, jadi pesertanya adalah guru yang baru diangkat.

7. Tentang Lainnya

Tanya: Bolehkah kami berkonsultasi ke PSG?
Jawab: Kami membuka diri kepada pada guru yang akan berkonsultasi mengenai pelaksanaan sertifikasi guru, sejauh yang menjadi wewenang kami dan kami bisa menjawabnya.

Tanya: Katanya ada pungutan untuk PSG atau asesor?
Jawab: Tidak ada biaya apapun yang dikenakan terhadap para guru peserta sertifikasi (portofolio dan PLPG) oleh PSG baik secara pribadi panitia maupun secara institusi. Semua biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan kegiatan sertifikasi berasal dari pemerintah pusat dan hal itu sesuai dengan anggaran yang ditetapkan.

Tanya: Kemana legalisir dilakukan?
Jawab: Legalisasi sertifikat pendidik dilakukan di subag Pendidikan dan Evaluasi, gedung A3 (sebelah rektorat) lantai 1, pada hari dan jam kerja. Ada biaya yang dikenakan (resmi sesuai SK Rektor). Tidak harus yang bersangkutan, bisa saja secara kolektif. Cukup membawa sertifikat yang asli dan fotocopynya.

Tanya: Bagaimana bila ada kesalahan data di sertifikat pendidik?
Jawab: Bila terjadi hal demikian, bapak/ibu bisa datang ke kantor PSG dengan membawa pengantar dari kantor diknas/depag setempat, dan disertai dengan copy sertifikat dan bukti pendukung (misal SK, ijazah). Khusus untuk ralat bidang studi, kami harus meneliti apa isi portofolionya dan/atau tergabung pada rombel apa di PLPG. Kami akan teruskan permintaan ralat ini ke subag Pendidikan dan Evaluasi yang menangani pencetakan sertifikatpendidik.

(update terakhir: 7 Juni 2009)

  1. suci rahayu
    December 7th, 2015 at 10:31 | #1

    Saya peserta PLPG dari kab Malang saya termasuk BMP, bagaimana nilai saya termasuk lulus atau mengulang,apakah nilai saya tidak dapat digunakan untuk sertifikasi setelah nanti saya lulus S1, mohon penjelasan, terimakasih.

  2. admin
    December 8th, 2015 at 22:31 | #2

    @Suci: BMP berarti ada persyaratan awal peserta sertifkasi yang tidak terpenuhi (antara lain pendidikan dan masa kerja). Ini berarti tidak dapat mengikuti PLPG. Bila sudah memenuhi, maka akan terjaring lagi pada kuota Sergu. Nilai yang didapat tidak bisa digunakan, bisa jadi pada tahun anda mengikuti Sergu polanya berbeda, penilaiannya berbeda. Anda harus mengikuti dari awal.

  3. budi
    December 22nd, 2015 at 14:26 | #3

    ass.kapan kira2 sertifikat keluar utk peserta yg lulus th 2015?

  4. akbar mubarok
    January 5th, 2016 at 11:34 | #4

    ass.wr.wb. setelah lulus PLPG bagaimana proses pengurusan NRG?

  5. Om Haris Lif.
    January 7th, 2016 at 07:04 | #5

    Pak Ketua Panitia.. Kastanya sertifikat PLPG angkatan 7 kuota tambahan, akan diberikan minggu ke 3 bulan desember, mana janjimu sampai janurai 2016 kok brlum muncul..?

  6. January 8th, 2016 at 18:30 | #6

    Asslamualaikum. selamat sore.. bapak/ibu mau tanya apakah sertifikat hasil sertifikasi tahun ini sudah keluar dan untuk mengambilnya menghubungi siapa? Trimakasih mohon maaf..jika tanya nya terlalu dini

  7. Linda kismawati
    January 11th, 2016 at 13:02 | #7

    Saya mau tanya no sertifikat plpg atas nama Linda Kismawati, NIP 19780802 201407 2 002 dan Tri Wahyu Retnanie, NIP 19790305 201407 2 003 asal SDN Kedungkandang 2, terima kasih

  8. admin
    January 13th, 2016 at 18:05 | #8

    @Linda: Cek di link ini: https://goo.gl/imw1Q8

  9. admin
    January 13th, 2016 at 18:06 | #9

    @Rozi:
    Sertifikat akan diserahkan kepada Dinas Pendidikan / Kemenag InsyaAllah pada akhir Januari 2016.
    Data nomor sertifikat pendidik sudah kami kirimkan ke Dinas Pendidikan / Kemenag untuk pengurusan TPP. Bila Bapak/Ibu memerlukannya silahkan menanyakan melalui page ini atau di link di link ini: https://goo.gl/imw1Q8
    Mohon maaf atas keterlambatannya.
    Terima kasih.

  10. admin
    January 13th, 2016 at 18:07 | #10

    @Haris:
    Sertifikat akan diserahkan kepada Dinas Pendidikan / Kemenag InsyaAllah pada akhir Januari 2016.
    Data nomor sertifikat pendidik sudah kami kirimkan ke Dinas Pendidikan / Kemenag untuk pengurusan TPP. Bila Bapak/Ibu memerlukannya silahkan menanyakan melalui page ini atau di link di link ini: https://goo.gl/imw1Q8
    Mohon maaf atas keterlambatannya.
    Terima kasih.

  11. admin
    January 13th, 2016 at 18:07 | #11

    @Akbar: NRG ditangani oleh Dirjen GTK Kemendikbud. LPTK (UM) tidak terlibat dalam pengurusan maupun hasilnya

  12. admin
    January 13th, 2016 at 18:08 | #12

    @Budi:
    Sertifikat akan diserahkan kepada Dinas Pendidikan / Kemenag InsyaAllah pada akhir Januari 2016.
    Data nomor sertifikat pendidik sudah kami kirimkan ke Dinas Pendidikan / Kemenag untuk pengurusan TPP. Bila Bapak/Ibu memerlukannya silahkan menanyakan melalui page ini atau di link di link ini: https://goo.gl/imw1Q8
    Mohon maaf atas keterlambatannya.
    Terima kasih.

  13. April 19th, 2016 at 07:06 | #13

    Mohon info admin, apabila sedang tugas belajar namun di awal perkuliahan dan nama terjaring plpg apa bisa mengikuti plpg dgn seijin/dispensasi dari universitas, walaupun nantinya sertifikat pendidik tidak dipergunakan sampai setelah tugas belajar selesai

  14. atin
    October 6th, 2016 at 04:51 | #14

    Saya guru pns baru(2th) , ijazah S1 biologi. Mengajar ipa 4 jam,Dan matematika sisanya.Kalau saya ingin mengikuti ppg untuk mata pelajaran ipa. Adakah syarat jumlah jam minimal Mengajar yg linear untuk mengikuti ppg ipa?

  15. mahbar
    October 6th, 2016 at 16:32 | #15

    Saya telah lulus sergur tahun 2010, dengan sertifikasi pendidik mapel ekonomi kod 210. saya lulusan s1 program pendidikan akuntansi. mengajar pada program keahlian keuangan di smk bisnis manajemen. pada saat menggikuti sertifikasi berkas usulan saya seluruhnya,berupa; rpp, sertifikat penataran/pelatihan, dll, adalah untuk kompetensi akuntansi (dokumen asli usulan masih saya simpan). Permasalahannya saya lulus dengan sertifikasi mapel ekonomi kode 210 tersebut, sehingga sekarang antara mapel yang saya ampu menjadi tidak linier dengan sertifikat pendidikan saya tersebut dan berakibat uang TPG saya periode Januari-Juli 2016 tidak dicairkan. Mohon penjelasan;
    1. Apakah benar uang TPG saya tersebut tidak bisa dicairkan padahal SKTP telah diterbitkan?
    2.Bagaimana cara merubah sertifikat pendidikan saya dari mapel ekonomi, menjadi akuntansi sehingga sesuai dengan latar belakang pendidikan saya serta menjadi linier dengan mapel yang saya ampu?
    Terimakasih. (saya guru pada SMKN 3 Palembang).

  16. Fathoni
    October 6th, 2016 at 16:58 | #16

    Bapak atau ibu mohon solusi, sertifikat pendidik saya hilang sewaktu dikendaraan umum, mohon bagaimana cara mengurusnya?

  17. faristika
    October 7th, 2016 at 13:58 | #17

    bapak atau ibu mau bertanya. adakah plpg untuk mahasiswa yang baru lulus dan belum mengajar adakah?

  18. aminah
    October 15th, 2016 at 01:55 | #18

    bagaimana cara menghitung atau menentukan lulus dan tidaknya jika soal 100 skor paedagogik benar 16 dan profesional 38?

  19. Slamet Effendi
    October 16th, 2016 at 00:57 | #19

    Ijasah terakhir saya S1 Pend. MATEMATIKA. Sy mengajar Matematika 4 jam dan TIK 20 jam. Tahun 2015 saya ikut UKG mapel TIK. Dan tahun 2016 ini saya dinyatakan sebagai peserta PLPG di UM. Apakah ijasah, UKG dan jam mengajar saya bisa bermasalah ? Bagaimana dengan kenaikan pangkat ke depannya nanti, apakah bermasalah juga? Karena antara ijasah, UKG dan jam mengajar yang dominan tidak sama. Mohon penjelasannya. Terima kasih.

  20. admin
    October 16th, 2016 at 07:05 | #20

    @mahbar
    Dulu pengajuan sertifikasinya apa? Ekonomi? sekarang mengajar apa? Akuntansi? Ya memang tidak cocok kalau begitu
    Kalau memang yakin bahwa pengajuannya dulu Akuntansi, datanglah ke LPTK penerbit sertifikat untuk mengajukan perbaikan sertifikat. Bawalah bukti pendukung yang relevan (portofolio, SK pembagian jam mengajar sejak pengajuan portofolio sampai sekarang)

  21. admin
    October 16th, 2016 at 07:06 | #21

    @Fathoni
    Bisa datang ke kami membawa: Surat pengantar dari Dinas Pendidikan (bukan dari sekolah), surat laporan kehilangan dari kepolisian, fotocopy sertifikat pendidik

  22. admin
    October 16th, 2016 at 07:09 | #22

    @Slamet Effendi
    Penetapan peserta serta pengakuan mapel bukan menjadi hal yang kami tangani. Jadi kami tidak memahami prosesnya bagaimana. Mungkin bisa dikonsultasikan ke pihak Dinas Pendidikan yang berkaitan dengan Tunjangan

  23. admin
    October 16th, 2016 at 07:10 | #23

    @faristika
    Tidak ada. PLPG hanya untuk guru yang sudah mengajar. Sertifikasi untuk calon guru sementara ini hanya untuk jalur SM3-T

  24. admin
    October 16th, 2016 at 07:11 | #24

    @aminah
    Untuk UTN kami tidak tahu, karena semua ditangani sistem UKG secara online

  25. yeni
    October 17th, 2016 at 14:07 | #25

    mohon informasi kapan hasil UTN tahap 1 diumumkan?terima kasih

  26. admin
    October 26th, 2016 at 11:46 | #26

    @yeni
    Pengumuman UTN akan disampaikan secara serentak setelah semua tahap selesai, karena tidak ada Ujian Ulang untuk UTN.

  27. mahbar
    October 26th, 2016 at 16:42 | #27

    mohon pencerahan!
    Apakah aplikasi konversi dirjen gtk telah ditutup?
    Terimakasih

  28. admin
    October 26th, 2016 at 20:05 | #28

    @mahbar
    Sudah dibuka lagi, kami sudah kirimkan email ke Dinas untuk melayani konversi/perbaikan sejauh yang memungkinkan dilayani

  29. mahbar
    November 2nd, 2016 at 11:32 | #29

    bila ternyata terdapat banyak guru dengan sertifikat ekonomi di smk yang pada kenyataannya tidak dibenarlan pada spektrum k13 hal itu terjadi, maka siapakah yang bersalah?
    apakah guru-guru yang bersangkutan?
    Pihak dinas kota selaku pendata saat mendaftar?
    Pihak Lptk selaku penerbit sertifikat?
    Ataukah Nasip?

  30. mahbar
    November 2nd, 2016 at 11:52 | #30

    saya guru pns di smkn 3 palembang, memiliki sertifikat pendidik mapel ekonomi sehingga tidak linier dengan mapel yang saya ampu yaitu paket keahlian ekonomi sehingga TPG saya untuk periode Jan-Jun 2016 tidak dicairkan. Saya ikut program sertifikasi tahun 2010 dengan berkas usulan seluruhnya untuk kompetensi akuntansi, namun sertifikat yang terbit ternyata ekonomi. sekarang ini ketika saya akan mengurus perubahan nomor dan mapel sertifikat tersebut, baik pihak dinas kota maupun pihak lptk hanya saling menyalahkan bukan memberikan solusi. Anehnya ternyata terdapat banyak guru-guru lain yang senasip dengan saya mengajar di smk pada saat mengikuti program sergur mendapat sertifikat mapel ekonomi. padahal spektrum k13 tidak membenarkan hal itu. Nah…., bagaimana solusi buat kami guru-guru yang bernasip malang seperti ini? Lptk kami tidak menyiapkan forum seperti ini tolong sampaikan pesan ini ke gtk pusat. terimakasi banyak!

  31. mahbar
    November 2nd, 2016 at 15:40 | #31

    apakah aplikasi konversi gtk juga melayani perbaikan untuk masalah di luar tabel konversi seperti permasalahan yang saya hadapi, yaitu melakukan perubahan usulan dari sertifikat mapel ekonomi kode 210, menjadi akuntansi kode 540? Terimakasih

  32. admin
    November 7th, 2016 at 10:29 | #32

    @mahbar
    Tidak bisa pak. 210 tidak bisa konversi ke 540 karena itu ganti mapel. Bapak bisa sertifikasi ulang di mapel Akuntansi

  33. ambarsari
    November 7th, 2016 at 13:21 | #33

    Saya sudah pnya no peserta,tp kok blm dapat undangan plpg sampai tahap 5.apakah seperti saya pasti berangkat?

  34. admin
    November 7th, 2016 at 15:07 | #34

    @ambarsari
    Mapelnya apa? Namanya siapa?

  35. Indra
    November 8th, 2016 at 09:22 | #35

    Dear Admin,
    sekedar usul, apakah bisa daftar nama untuk tahap 6 dilaunching juga. mohon maaf, hanya untuk memastikan apakah kami juga sudah terdata atau belum, mengingat kami sudah punya nomor peserta. sehingga jika belum terdata kami bisa segera melapor, mengingat kesempatan atau tahapnya tinggal tahap 6 (tahap terakhir). Trima kasih

  36. ambarsari
    November 8th, 2016 at 20:23 | #36

    Nama Setyo Dewi Ambarsari
    Mapel guru kelas SD
    Dari SDN Kersoharjo 2,kec Geneng, kabupaten Ngawi

  37. Hasan Bashri
    November 10th, 2016 at 15:42 | #37

    Mau tanya setelah tes UTN utk tahap III, pengumuman nya kapan ya ? Mohon infonya…

  38. Heny
    November 10th, 2016 at 18:53 | #38

    Indra :
    Dear Admin,
    sekedar usul, apakah bisa daftar nama untuk tahap 6 dilaunching juga. mohon maaf, hanya untuk memastikan apakah kami juga sudah terdata atau belum, mengingat kami sudah punya nomor peserta. sehingga jika belum terdata kami bisa segera melapor, mengingat kesempatan atau tahapnya tinggal tahap 6 (tahap terakhir). Trima kasih

  39. Heny
    November 10th, 2016 at 19:04 | #39

    Sudah tahap 5 kok nama saya belum keluar. jadi deg2an. A1 sudah cetak. Mohon info Admin, adakah nama saya pada tahap 6? nama : HENI ROSYIDAH, Guru Kelas SD. SDN 1 Nologaten Ponorogo. Trimakasih

  40. mahbar
    November 10th, 2016 at 20:18 | #40

    apakah untuk ralat karena kekeliruan antara mapel berkas usulan dengan mapel sertifikat yang terbit tidak dapat dilakukan di lptk dan harus langsung ke gtk. berkas usulan saya seluruhnya mapel akuntansi namun sertifikat yang terbit ekonomi.makasih

  41. udin
    November 16th, 2016 at 09:22 | #41

    Pak saya mau menanyakan apakah peserta PLPG yang sudah tidak mengulang itu berarti sudah lulus plpg

  42. dwi mahfud
    November 17th, 2016 at 12:01 | #42

    kapan und plpg thp 6 di upload nama ; dwi mahfud sulaiman, guru kelas sd, sdn 4 nglebeng trenggalek nopes;9538760662200013, kok sampai sekarang blm ada?

  43. yanto
    November 18th, 2016 at 11:22 | #43

    Pada saat UKG PLPG tahap IV yang soal TKJ ada 2 soal yang rancu yaitu :
    1. Satu soal jawabannya sama semuanya A-D
    2. Ada satu soal lagi yang tidak ada jawabanya atau antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung

    Gimana ini Admin, Mohon jawabanya.

    Terimakasih

  44. admin
    November 18th, 2016 at 17:02 | #44

    @yanto: soal bukan dari kami, kami hanya menyediakan perangkat komputer dan jaringannya saja

  45. admin
    November 18th, 2016 at 17:03 | #45

    @dwi mahfud: cek dulu apakah ada di tahap 6. Kalau tidak ada, silahkan komplain ke kami

  46. admin
    November 18th, 2016 at 19:40 | #46

    @udin: kalau tidak sampai ke UTN/UKG maka ada 2 kemungkinan: skor UKG sudah lebih dari 80, atau tidak lulus dalam Ujian Ulang 2

  47. November 19th, 2016 at 03:50 | #47

    untuk hasil UTN yang PLPG tahap 4 tahun 2016 kpan diumumkan ?

  48. admin
    November 21st, 2016 at 15:51 | #48

    @Fatik: akhir Desember, setelah kami mendapatkan hasil UKG dari Ditjen GTK

  49. ratna mufidah
    November 30th, 2016 at 09:49 | #49

    1. apabila tdk lulus dalam ujian ulang 2 tdk dpt mengikuti UTN lalu statusx gmn nich? apkh akn mengulang tahun dpan?
    2. apabila tdk lulus UTN apkah akn ad ulang UTN lge ?

  50. admin
    November 30th, 2016 at 16:29 | #50

    @ratna: ibu, hal itu kan sudah disampaikan di hari pertama (malam hari)? itu info penting ibu…

Comment pages
1 31 32 33
  1. No trackbacks yet.