Tanya-Jawab

November 16th, 2009

Dari sejumlah komentar atau email yang masuk ke kami, ada di antaranya yang perlu diketahui para pengunjung, yaitu yang bersifat umum dan sering ditanyakan. Halaman ini akan kami update terus-menerus seiring adanya pertanyaan atau komentar baru.

1. Tentang PSG

Tanya: Kota/kabupaten mana sajakah yang menjadi wilayah kerja PSG 15?
Jawab: Untuk tahun 2009, wilayah kerja PSG 15 mencakup 11 kota/kabupaten, yaitu: Kota Malang, Kota & Kabupaten Pasuruan, Kota Batu, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Kota & Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan.

Tanya: Kalau ingin melihat hasil Penilaian Portofolio atau PLPG untuk peserta dari kota selain itu di mana?
Jawab: Untuk kota selain wilayah kerja PSG 15, harap menghubungi PSG masing-masing. Beberapa PSG menyediakan layanan melalui web, tapi mungkin juga lewat telepon atau datang langsung.

Tanya: Bidang studi apa yang dinilai oleh asesor PSG 15?
Jawab: Semua bidang studi umum yang ada di sekolah di bawah Diknas untuk semua jenjang, dan  bidang studi umum di sekolah di bawah Depag. Guru bidang studi agama di sekolah binaan Diknas dan guru kelas MI dinilai oleh asesor dari perguruan tinggi di bawah Depag (UIN, IAIN, STAIN, dsb).

Tanya: Bagaimana keterlilbatan PTS di PSG?
Jawab: Dalam melaksanakan tugasnya, UM sebagai LPTK Induk dibantu oleh beberapa LPTK Mitra (tahun ini dibantu oleh STKIP PGRI Pasuruan, IKIP PGRI Madiun, dan Universitas Muhammadiyah Ponoroogo). LPTK Mitra selain terlibat dalam kepanitiaan, juga menyediakan sejumlah asesor. Kendali pelaksanaan sertifikasi tetap ada di UM, sehingga kualitasnya juga tetap terjaga. Tidak perlu ada kekhawatiran akan hal ini.

2. Tentang Sertifikasi

Tanya: Siapa yang menentukan peserta sertifikasi?
Jawab: Keikutsertaan guru ditentukan oleh kantor Diknas/Depag masing-masing. Untuk guru Diknas, dari kuota setiap kota yang ditetapkan oleh LPMP dan Diknas propinsi, Diknas kota/kabupaten menentukan pesertanya. Kami hanya menerima daftar yang diajukan oleh Diknas atau kantor Depag kota/kabupaten

Tanya: Bagaimanakah status guru yang diperbolehkan mengikuti sertifikasi?
Jawab: Secara umum adalah guru PNS dan non PNS. Guru PNS bisa ada di sekolah negeri atau swasta (DPK). Guru non PNS adalah Guru Tetap Yayasan pada sekolah swasta dan guru pada sekolah negeri. GTY harus memiliki SK dari penyelenggara pendidikan (Yayasan). Pada sergu 2009, guru non PNS pada sekolah negeri (Guru Bantu, Guru Honorer, dan sejenisnya) bisa ikut dan harus memililki SK dari dinas pendidikan kabupaten / kota / propinsi, dan bukan diangkat oleh kepala sekolah.

Tanya: Bagaimanakan penghitungan masa kerja?
Jawab:
Masa kerja adalah persyaratan awal seorang guru bisa mengikuti sertifikasi (setelah sebagai guru tetap, lihat pertanyaan sebelumnya). Sesuai aturan 2009, guru yang mengikuti sertifikasi minimal sudah bekerja selama 4 tahun pada suatu satuan pendidikan dan pada saat keluarnya UU no 14 tahun 2005, yang bersangkutan sudah menjadi guru. Jadi bila dihitung belum mencapai 4 tahun atau yang tercantum di SK berbunyi masa kerjanya kurang dari 4 tahun, maka belum bisa mengikuti sertifikasi pada tahun itu.

Tanya: Apa beda dengan pengalaman kerja?
Jawab: Pengalaman kerja adalah lamanya seorang guru mengajar sejak awal tanpa melihat statusnya. Pengalaman kerja dihitung sejak dari yang bersangkutan menjadi guru (secara kumulatif), baik sebagai guru tetap maupun guru tidak tetap, pada sekolah tempat bekerja sekarang atau sekolah lainnya. Bila pada saat yang sama mengajar pada lebih dari satu sekolah, maka hanya salah satu saja yang dihitung.

Tanya: Mengapa kuota guru swasta sangat kecil?
Jawab: Kuota guru swasta memang hanya 15-25% dari kuota guru per kota/kabupaten. Hal ini sudah ditetapkan KSG.

Tanya: Bagaimana bila tahun ini mengundurkan diri? Apa bisa ikut tahun selanjutnya?
Jawab: Bisa saja mundur tahun ini dan ikut tahun berikutnya. Tetapi ingat bahwa ada kuota per kota dan jenjang, sehingga mungkin harus bersaing dengan guru lainnya. Tapi, kenapa harus mundur?

Tanya: Saya sekarang sedang berstatus CPNS, apakah bisa mengikuti sertifikasi?
Jawab: CPNS adalah awal dari PNS, yaitu sebagai guru tetap di sekolah negeri atau swasta (DPK). Saat ini ada yang masuk CPNS dari jalur Guru Honorer, sehingga masa kerja golongan pada saat diangkat tidak 0 tahun 0 bulan. Lihat apakah masa kerja sudah memenuhi? Bila memang belum, apalagi ada di sekolah yang berbeda dengan yang diusulkan di portofolio, sebaiknya ditunda dulu sampai semua menjadi jelas. Yang jelas seorang guru maju sertifikasi harus dari satu sekolah saja dan satu status saja (PNS saja atau GTY saja dst).

Tanya: Bidang studi saya waktu kuliah IPA, setelah lulus saya mengajar TIK dan mengikuti sertifikasi guru TIK dan saya lulus padahal saya tidak menguasai pelajaran TIK. Sekarang saya diangkat CPNS. Bisakah saya mengikuti sertifikasi lagi sebagai guru IPA pada waktu saya PNS karena saya benar-benar tidak menguasai TIK?
Jawab: Keputusan mengikuti sertifikasi salah satunya adalah dari diri sendiri. Kenapa dipaksakan bila tidak cocok? Aturan tidak melarang seorang guru mengikuti sertifikasi lagi. Tetapi perhatikan bahwa ada sekian banyak guru yang mengantri dalam kuota per tahunnya. Yang disertifikasi adalah matapelajaran/bidang studi yang diampu/diajar, bukan yang disukai atau sesuai ijazah. Jadi yang dinilai adalah keprofesionalan di mapel tsb. Sudah banyak kasus yang ikut mapel “A” tetapi begitu PLPG diberi materi mapel “A” tidak bisa mengikuti karena basicnya memang “B”. Salah satu contoh adalah seorang KS/WKS yang mengikuti sertifikasi guru BK. Ketika PLPG, banyak hal yang tidak dikuasai tentang ilmu BK karena dasarnya bukan sebagai guru BK.

3. Tentang Portofolio

Tanya: Apakah boleh ijazah yang berbeda dengan bidang studi yang diajarkan?
Jawab: Ijazah tidak terkait dengan bidang studi yang diambil. Hanya saja berpengaruh terhadap nilai/skor karena ada perbedaan antara yang sesuai, serumpun, dan tidak sesuai. Ada juga perbedaan nilai dengan melihat apakah dari jalur kependidikan atau non kependidikan. Ada juga perbedaan nilai bila memiliki akta atau tidak. Jadi bapak/ibu tetap bisa ikut sertifikasi dengan ijazah yang ada. Bila ada ijazah S1 kedua, S2, S3 sertakan juga. Hal itu bisa menambah nilai.

Tanya: Kalau ijazah saya Matematika tetapi mengajar TIK, saya harus ikut sertifikasi untuk Matematika atau TIK?
Jawab: Yang disertifikasi adalah bidang studi/mata pelajaran yang DIAJARKAN, bukan ijazahnya. Apa yang diajarkan dibuktikan dengan surat tugas mengajar dan RPP yang sesuai. Bila bapak RPPnya adalah TIK maka akan disertifikasi sebagai guru TIK karena itu kenyataan yang kami ketahui dari berkas dan asesor matematika tidak berhak menilai TIK. Ibaratnya bila bapak sehari-hari mengendarai sepeda motor tentu akan meminta SIM C bukan SIM A, dan mengikuti ujian untuk SIM C, walaupun bapak juga bisa mengemudikan mobil. Memang guru profesional adalah guru yang mengajar sesuai latar belakang pendidikannya, tetapi banyak ditemui berbagai kasus yang memaksa seorang guru mengajar bidang studi/mata pelajaran yang berbeda. Ingat, sertakan RPP sesuai dengan apa yang diajukan untuk sertifikasi. Kami tidak bisa menilai kompetensi seorang guru yang meminta disertifikasi sebagai guru Penjaskes kalau isi RPPnya adalah BK.

Tanya: Mengapa ada guru yang masa kerjanya sedikit bisa lulus, padahal ada yang masa kerjanya sangat lama bahkan kepala sekolah bisa tidak lulus?
Jawab: Penilaian portofolio dilakukan terhadap prestasi yang didapat seorang guru selama bekerja. Walaupun masa kerjanya sedikit tetapi rajin mengikuti karya ilmiah, mengadakan penelitian, menulis buku, dan prestasi lainnya maka nilainya akan jauh lebih tinggi dari guru yang masa kerjanya lama tetapi kurang menghasilkan karya. Asesor juga tidak membedakan apakah peserta tersebut kepala sekolah atau guru biasa.
Tentang mengapa ada guru yang masa kerjanya lama tidak bisa ikut sertifikasi, kami hanya bisa menjawab bahwa PSG hanya menerima data peserta. Kewenangan penentuan peserta ada di dinas.

Tanya: Saya menyertakan banyak sertifikat seminar dan pelatihan, tetapi mengapa nilai portofolio saya kecil?
Jawab: Ada beberapa hal yang bisa diperhatikan:
*) Relevansi jenis pelatihan dan forum ilmiah yang diikuti. Penilaian dilakukan terhadap kegiatan yang relevan dengan bidang studi yang diajarkan atau statusnya sebagai guru. Contoh yang tidak relevan misalnya guru PKn mengikuti workshop Otomotif. Yang lebih relevan misalkan dia mengikuti workshop penyusunan PTK.
*) Ketidaktepatan dalam meletakkan bukti fisik atau membedakan antara diklat dan forum ilmiah. Seminar dan lokakarya termasuk ke dalam forum ilmiah sehingga bukti fisiknya dimasukkan ke dalam komponen 8 dan bukti fisik diklat dimasukkan ke dalam komponen 2.
*) Bukti fisik yang meragukan, misalkan lebih dari satu seminar pada saat yang sama di tempat yang sama atau malah di tempat yang berbeda, jumlah jam pelatihan yang tidak sesuai dengan hari pelatihan atau diragukan keasliannya.
*) Hasil diklat / workshop yang terkait. Misal workshop (lokakarya) tentang penyusunan RPP atau PTK, seharusnya menghasilkan suatu “karya” atau “work”, misal draft rancangan RPP. Sertakan itu, karena bila tidak akan dianggap mengikuti forum ilmiah biasa.

Tanya: Bila sertifikat atau piagam saya sedikit, apa yang bisa saya lakukan untuk menambah nilai?
Jawab: Ada 10 komponen yang dinilai, bila masih kurang di satu komponen bisa ditutupi dari komponen lainnya, misalnya pembuatan media pembelajaran, pembuatan karya ilmiah atau artikel, pembimbingan siswa, dan sebagainya.

Tanya: Siapa yang melegalisasi portofolio kepala sekolah?
Jawab: Yang melegalisasi adalah atasan kepala sekolah, yaitu pihak Diknas.

Tanya: Mengapa banyak guru swasta yang tidak lulus portofolio atau PLPG?
Jawab: Asesor tidak membedakan apakah peserta adalah PNS atau GTY, apakah kepala sekolah atau guru, senior atau yunior, dan apakah berasal dari sekolah negeri atau swasta. Penilaian semata-mata dilakukan dari dokumen portofolio.

Tanya: Mengapa ada guru yang rajin tetapi tidak lulus penilaian portofolio?
Jawab: Satu hal yang penting diperhatikan adalah asesor menilai barang mati yaitu dokumen portofolio yang tidak bisa “ditanya”. Semakin lengkap, berkualitas dan meyakinkan isi berkas tersebut, tidak ada alasan untuk tidak memberikan nilai dan semakin tinggi nilainya dibanding yang isinya “biasa” saja. Asesor tidak pernah tahu secara fisik apa saja yang dilakukan guru di kelas (apakah sesuai, kreatif, bagus atau tidak), dan prestasi apa yang dihasilkan oleh guru selain apa yang dicantumkan di berkas tersebut.

Tanya: Apakah yang dimaksud dengan status Klarifikasi (K)?
Jawab: Klarifikasi adalah keputusan penilaian asesor yang diberikan bagi portofolio yang meragukan atau diindikasikan melakukan pelanggaran, misalnya pada ijazah, sertifikat, atau karya ilmiah. Guru yang bersangkutan akan dipanggil dengan membawa bukti-bukti yang diperlukan. Bila terbukti melakukan pelanggaran, guru yang bersangkutan akan didiskualifikasi.

Tanya: Apakah yang dimaksud dengan status Diskualifikasi (DIS)?
Jawab: Diskualifikasi adalah keputusan yang diberikan kepada peserta yang melakukan kecurangan dalam pemberkasan portofolio (terbukti secara langsung atau tidak langsung) atau tidak terpenuhinya syarat utama keikutsertaan peserta (masa kerja kurang, bukan guru tetap, atau kualifikasi akademiknya) atau melakukan upaya penyuapan.

Tanya: Bagaimana bila ada dokumen palsu tetapi lolos atau ada pemalsuan data?
Jawab: Kami tidak bisa berbuat banyak untuk hal ini, mungkin karena rapi sampai bisa menipu asesor. Bila muncul sesuatu yang di belakang hari setelah portofolio dan PLPG, maka itu bukan lagi menjadi tanggung jawab PSG. Hal ini mungkin bisa dikembalikan ke guru masing-masing, sudah benarkah cara yang diambil? Apakah ini yang dinamakan guru profesional?

Tanya: Bisakah bila ada kesalahan pemberkasan portofolio?
Jawab: Bila ada kesalahan, ada beberapa opsi yang diambil memang, yaitu melakukan klarifikasi, melengkapi kekurangan, dan tidak memberikan nilai. Belum tentu kesalahan menyebabkan tidak lulus.

Tanya: Bagaimana dengan peserta yang nilainya kurang dari batas kelulusan?
Jawab: Guru yang bersangkutan harus mengikuti PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) selama 90 jam pelajaran. Pada akhir PLPG diadakan Ujian. Bila tidak lulus maka peserta diberi kesempatan mengulang sebanyak-banyaknya dua kali.

Tanya: Bisakah kami mengetahui hasil penilaian portofolio?
Jawab: Nilai portofolio memang tidak dipublikasikan kepada guru secara langsung, tetapi kepada pihak LPMP dan PMPTK, sesuai dengan yang ada pada buku panduan.

Tanya: Bolehkah kami mendapat atau meminta informasi penilaian dari para asesor?
Jawab: Asesor hanya berhak menilai, tidak berhak untuk memberikan informasi nilai atau kelulusan. Dalam sapta etika asesor butir 2 dinyatakan bahwa “Menilai kinerja guru secara objektif dan profesional, serta melaporkan hasilnya hanya kepada yang berwenang”, dan pada butir 3 dinyatakan bahwa asesor “Menjaga rahasia negara, rahasia jabatan, dan rahasia pihak yang dinilai”. Jadi jelas bahwa mereka tidak berhak menginformasikan kelulusan, nilai, memberi janji lulus, dan sebagainya. Bila ada yang bertentangan dengan PSG, kami tidak bertanggung jawab.

4. Tentang PLPG

Tanya: Apakah peserta pasti lulus PLPG dan memperoleh sertifikat pendidik?
Jawab: PLPG adalah kegiatan akademik yang melibatkan proses belajar-mengajar dan evaluasi. Di dalamnya ada penilaian atas semua aspek yang dimiliki peserta didik. Nilai didapat dari prestasi peserta sendiri pada saat pelaksanaan PLPG, baik yang ditentukan peserta sendiri (pada saat ujian tulis), yang ditentukan instruktur (misal pada saat peer teaching atau penugasan yang lain), atau yang ditentukan sesama peserta (pada penilaian skor sejawat), serta dari nilai portofolio. Hanya ada dua keputusan hasil evaluasi (ujian) yaitu Lulus dan Tidak lulus. Jadi kelulusan PLPG adalah ditentukan dari peserta sendiri. Pada buku panduan juga sudah jelas disebutkan apa saja komponen penilaian PLPG, besaran masing-masing komponen, dan apa syarat kelulusannya.

Tanya: Apakah peserta PLPG mendapat sertifikat atau piagam yang menyatakan keikutsertaannya dalam PLPG?
Jawab: PSG tidak mengeluarkan sertifikat semacam itu karena memang tidak ada dalam aturans dan PLPG adalah bagian terpadu dari sertifikasi guru.

Tanya: Bagaimana nasib peserta yang Tidak Lulus dari PLPG atau DIS?
Jawab: Peserta tersebut dikembalikan ke Diknas dan masih bisa mengikuti sertifikasi pada tahun-tahun berikutnya. Akan tetapi keikutsertaan ulang itu merupakan keputusan Diknas masing-masing kota/kabupaten dengan tetap memperhatikan kuota pada tahun itu (belum tentu pada tahun berikutnya)

5. Tentang Sertifikat Pendidik dan Tunjangan Profesi Pendidik

Tanya: Bagaimana setelah sertifikat dibagikan ternyata ada penyimpangan, misalnya tidak mengajar 24 jam, atau mengajar bidang studi lain?
Jawab: Hal ini sudah di luar wewenang kami lagi, yang lebih mengetahui secara rinci adalah dinas, kepala sekolah, dan guru yang bersangkutan.

Tanya: Bagaimana jika sesorang lulus sertifikasi dari non PNS, kemudian diangkat menjadi
CPNS. Apakah sertifikat itu bisa dialihkan dari non PNS ke PNS ?
Jawab: Sertifikasi hanya melihat status pada saat pengajuan dokumen portofolio. Bila ternyata ada perpindahan status, tempat kerja, jenjang, pasti bisa dilakukan penyesuaian dan bukan berarti sertifikat menjadi tidak berlaku lagi.

Tanya: Bagaimana dengan tunjangan profesi pendidik?
Jawab: Kami tidak terlibat dengan hal itu, baik besarnya berapa, kapan diberikan, apa syaratnya, lewat mana penyalurannya, apakah sama antara yang lulus portofolio dan lulus PLPG, dan lainnya. Tugas kami hanya melakukan sertifikasi, mulai dari penilaian portofolio sampai penerbitan sertifikat pendidik.

6. Tentang Pendidikan Profesi Guru

Tanya: Saya minta informasi pelaksaan PPG dan proses seleksinya, apa benar dimulai September tahun ini?
Apakah juga dimungkinkan LPTK Induk dan mitra? Apakah lebih diprioritaskan untuk yang telah punya pengalaman mengajar?
Jawab: PPG sedang dalam pengusulan proposal oleh beberapa prodi di UM (dan LPTK lain). Jadi hasilnya belum bisa diketahui di mana saja PPG untuk prodi tertentu akan diadakan. PPG kali ini diperuntukkan untuk Guru pra jabatan yang belum bisa mengikuti Sertifikasi Guru dalam Jabatan, jadi pesertanya adalah guru yang baru diangkat.

7. Tentang Lainnya

Tanya: Bolehkah kami berkonsultasi ke PSG?
Jawab: Kami membuka diri kepada pada guru yang akan berkonsultasi mengenai pelaksanaan sertifikasi guru, sejauh yang menjadi wewenang kami dan kami bisa menjawabnya.

Tanya: Katanya ada pungutan untuk PSG atau asesor?
Jawab: Tidak ada biaya apapun yang dikenakan terhadap para guru peserta sertifikasi (portofolio dan PLPG) oleh PSG baik secara pribadi panitia maupun secara institusi. Semua biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan kegiatan sertifikasi berasal dari pemerintah pusat dan hal itu sesuai dengan anggaran yang ditetapkan.

Tanya: Kemana legalisir dilakukan?
Jawab: Legalisasi sertifikat pendidik dilakukan di subag Pendidikan dan Evaluasi, gedung A3 (sebelah rektorat) lantai 1, pada hari dan jam kerja. Ada biaya yang dikenakan (resmi sesuai SK Rektor). Tidak harus yang bersangkutan, bisa saja secara kolektif. Cukup membawa sertifikat yang asli dan fotocopynya.

Tanya: Bagaimana bila ada kesalahan data di sertifikat pendidik?
Jawab: Bila terjadi hal demikian, bapak/ibu bisa datang ke kantor PSG dengan membawa pengantar dari kantor diknas/depag setempat, dan disertai dengan copy sertifikat dan bukti pendukung (misal SK, ijazah). Khusus untuk ralat bidang studi, kami harus meneliti apa isi portofolionya dan/atau tergabung pada rombel apa di PLPG. Kami akan teruskan permintaan ralat ini ke subag Pendidikan dan Evaluasi yang menangani pencetakan sertifikatpendidik.

(update terakhir: 7 Juni 2009)

  1. WAHYU
    July 14th, 2014 at 21:55 | #1

    SAYA MASUK LONG LISE BAHASA JAWA KAPAN PROSES SERTIFIKASINYA

  2. Dwi Bagus Wicaksono
    July 20th, 2014 at 22:13 | #2

    Saya lulusan PLPG tahun 2012 dengan status Non PNS,.. Alhamdulillah tahun 2014 saya terjaring CPNS dari honorer K2,. yang ingin saya tanyakan disini adalah adakah pengaruh status saya nantinya terhadap sertifikat pendidik yang kami punyai?mungkinkah kami bisa mengupdate data, terus bagaimana prosedurnya?soalnya ketika kami cek di http://223.27.144.195:8081/index2.php Status Data Kelulusan Sertifikasi Pendidik terbaca Bukan PNS
    terima kasih

  3. admin
    July 21st, 2014 at 06:19 | #3

    Tidak ada pengaruhnya status kepegawaian terhadap Sertifikat Pendidik. Kami tidak bisa mengupdate data peserta pasca sertifikasi

  4. Irfan
    August 1st, 2014 at 19:04 | #4

    apakah materi yang kami unduh harus kami print sendiri atau cukup softcopy aja… untuk kami bekal selama PLPG? terima kasih pak…

  5. admin
    August 1st, 2014 at 22:20 | #5

    Terserah, diprint boleh, softcopy boleh. Yang penting bisa untuk referensi dan belajar

  6. Didik Nurhadi
    August 4th, 2014 at 13:04 | #6

    Didik Nurhadi, SE
    No Peserta, 13050233010672

    Mohon petunjuk, saya calong PLPG 2014. saya guru kewirausahaan yang di K13 menjadi Prakarya dan kewirausahaan. beberapa waktu yang lalu 6 atau 7 bulan yang lalu kami di panggil Diknas Kab Sidoarjo bahwa bidang studi yang saya ampu tidak adalagi. akhirnya kami di minta memilih bidang studi yang mendekati kesesuainya, akhirnya kami pilih pemasaran padahal Sekolah kami berlatar belakang teknik. di karenakan dalam sertifikasi 2014 dengan panggilan PLPG dengan bidang studi sertifikasi Pemasaran, maka yang saya tanyakan perangkat dan kelengkapan bidang studi apa yang harus saya siapkan untuk di bawah mengikuti PLPG tsb.
    atas jawabannya di sampaikan terima kasih.

  7. alfian huma kitu
    August 21st, 2014 at 23:22 | #7

    Malam Admin,, sy peserta PLPG tgl 28/8 – 6/9 2014 dari waingapu-NTT.
    Ada beberapa hal yg saya pertanyakan, biar tdk terjadi kesalahan :
    1) agar tdk berat dlm perjalanan,, apa dukument penunjang seperti buku guru, buku siswa, contoh RPP, serta Proposal PTK, apa boleh dikumpulin dlm bentuk softcopy?
    2) kami jg belum mempunyai buku” pelajaran kurikulum 2013
    3) pakaian saat mengikuti PLPG, apa boleh memakai celana jins dan baju kaos berkerah? Makasih tuk info blaiknya.

  8. admin
    August 22nd, 2014 at 03:55 | #8

    @alfian huma kitu
    1. Kalau buku guru/siswa/yang lain boleh saja dalam versi file.
    2. Materi PLPG ada di website ini. Linknya di ujung kanan atas halaman ini dengan judul “Materi PLPG 2013 dan 2014″. Kalau mapelnya belum ada K13, bisa dengan KTSP (khususnya jenjang SMK)
    3. Tidak pak. Gunakan hem biasa saja atau PSH.

  9. admin
    August 22nd, 2014 at 03:57 | #9

    @Didik Nurhadi
    Pilihan bidang studi adalah ditentukan guru sendiri dengan melihat apa yang dikuasai/diajar saat ini dan bagaiman ke depannya. Jangan sampai anda memilih X tetapi tidak ada di sekolah itu. Kami hanya menerima apa yang ditetapkan guru / Dinas pendidikan / LPMP, tidak sampai menentukan apa yang harus dipilih.

  10. sugeng purnomo
    August 28th, 2014 at 09:45 | #10

    Mohon maaf admin, Kapan pengumuman hasil plpg tahap 1 tahun2014 diumumkan? terima kasih.

  11. hari adi
    August 29th, 2014 at 21:22 | #11

    Kapan pengumuman psg tahap 1..2014 diumumkan trimakasih

  12. Irfan
    August 30th, 2014 at 12:28 | #12

    iya…. kapan pengumuman hasil PLPG tahap I 2014…?
    sudah tidak sabar menunggu hasilnya…
    terima kasih…

  13. admin
    August 30th, 2014 at 16:10 | #13

    @sugeng purnomo

    @hari adi

    @Irfan

    Pengumuman PLPG akan dilaksanakan setelah semua tahapan selesai dilaksanakan

  14. belly
    September 4th, 2014 at 09:09 | #14

    untuk melihat pengumuman lulus tidaknya peserta PLPG ponorogo tahap 1 dimana?

  15. September 4th, 2014 at 12:01 | #15

    kapan pengumuman kelulusan untuk tahap 1

  16. Dian
    September 4th, 2014 at 15:54 | #16

    Saya sertifikasi 2012 untuk kurikulum 2013 tidak linier ijazahnya geografi sertifikasinya IPS sekarang mengajar sejarah dengan beban mengajar 44 JP. Apakah tahun depan masih bisa mendapatkan sertifikasi?

  17. admin
    September 5th, 2014 at 03:34 | #17

    @belly

    @musholli

    BELUM ADA PENGUMUMAN

  18. admin
    September 5th, 2014 at 03:36 | #18

    @Dian
    Tidak tahu. Kami tidak menangani hal pasca sertifikasi semacam jam mengajar, linieritas, TPP, dan lainnya

  19. sujarto m toa s.pd
    September 6th, 2014 at 14:50 | #19

    ass selamat sore kami peserta PLPG sulawesi tengah angkatan keIV sdh tiba di hotel tolong di konfirmasi ada toleransi penginapan atau check in lebih awal
    By artojarto@yahoo.co.id

  20. sujarto m toa s.pd
    September 6th, 2014 at 14:51 | #20

    di hotel palem maaf

  21. admin
    September 6th, 2014 at 20:02 | #21

    Itu silahkan ditanyakan ke hotelnya secara langsung pak. Kami hanya menanggung selama waktu pelaksanaan. Di luar itu atas biaya sendiri, dan dikomunikasikan langsung ke hotelnya.

  22. dadan f rohman
    September 17th, 2014 at 18:19 | #22

    Apakah ada larangan bagi guru honorer K2 uutk ikut sertifikasi dr sekolah swasta?
    Kalau misalkan saya sdh trsertifikasi lalu pindah tempat mengajar itu bagaimana?apakah bisa di lanjutkan pencairanya?

  23. dadan f rohman
    September 17th, 2014 at 18:24 | #23

    Pak,kemarin waktu masih jadi honorer k2 ada masalah tdk dgn pencairan ? Katanya yg K2 ga boleh ikut sertifikasi@Dwi Bagus Wicaksono

  24. admin
    September 21st, 2014 at 17:25 | #24

    @dadan f rohman
    Guru non PNS di sekolah negeri (atau mungkin ditempatkan di sekolah swasta) harus memiliki SK pengangkatan dari Pemda / Dinas Pendidikan, bukan dari Kepala Sekolah dan bukan merupakan Surat Keterangan bahwa saat ini sedang mengajar.

  25. yudi kuntohari
    September 25th, 2014 at 09:48 | #25

    saya sertifikasi tahun 2012, mapel TIK, tapi ijazah saya IPS. Di K13 TIK ditiadakan. setelah konsultasi dengan Dindik Kab, disarankan ikut sertifikasi kedua, Mapel IPS. Sampai hari ini belum ada tindak lanjut, saya tnya Dindik, mereka menjawab SKnya saja belum ada,
    Mohon pencerahannya..Trims

  26. dani
    September 25th, 2014 at 14:38 | #26

    kapan kelulusan PLPG tahap 2 th 2014 diumumkan?

  27. admin
    September 26th, 2014 at 07:55 | #27

    @yudi kuntohari
    Sebenarnya kami tidak berkaitan dengan ini. Kami hanya menerima peserta siap sertifikasi, tidak menentukan harus mengambil mapel ini-itu.
    Saran kami, pastikan apa yang anda ambil dalam sertifikasi kedua telah terjamin. Artinya, jam mengajar anda terpenuhi atau ada sekolah yang menampung anda. Jangan sampai terlalu banyak guru mapel IPS di sekolah yang berakibat tidak tercukupinya beban 24 jam.
    Tapi coba luhat dulu Pemendikbud tahun 68 tahun 2014 yang mengatur peran Guru TIK dan KKPI berkaitan dengan kurikulum 2013. Mungkin anda tidak harus mengambil sertifikasi kedua.

  28. admin
    September 26th, 2014 at 07:56 | #28

    @dani
    Hasil PLPG akan diumumkan pada akhir Oktober 2014. Pasti diumumkan, melalui web PSG dan surat ke Dinas Pendididikan setempat.
    Mohon juga sebelum bertanya, agar melihat komen yang lain karena sudah seringkali ini dijawab

  29. engkus
    October 1st, 2014 at 22:07 | #29

    Tanya:saya lulus sertifikasi tahun 2011.dari non pns.terus saya tahun 2014 diangkat cpns dr k2,di daerah lain.bagaimana perpindahan sertifikasinya? Atw saya harus ngulang lagi plpg.

  30. admin
    October 2nd, 2014 at 04:11 | #30

    @engkus
    Pada dasarnya bisa dipindah. Silahkan hubungi Dinas Pendidikan kota asal dan kota yang baru mengenai syaratnya. kami malah tidak berkaitan dengan hal ini.

  31. Mulyani
    October 7th, 2014 at 10:08 | #31

    Apakah peserta PLPG ke 2, sertifikat profesi yang lama akan dihapus / dibatalkan ? mohon pencerahan dan mohon informasi dasar hukumnya bilamana ada…terimakasih

  32. artojarto@yahoo.co.id
    October 8th, 2014 at 13:49 | #32

    ass.admnin kpn pengumuman PLPG sertifikasi guru dan klu tdk lulus mengulangnya dimana soalx kami dari luar daerah yaitu sulawesi tengah
    by artojarto @yahoo.co.id(sujarto m toa

  33. dwi pranoto
    October 14th, 2014 at 15:23 | #33

    ass. Admin Alhamdulilah saya lulus PLPG 2014, Tetapi ada kesalahan data Instansi . Yang benar adalah SMK PGRI NGADIROJO, tetapi tertulis SMKN NGADIROJO. Pada saat pemberkasan sudah di beri surat keterangan pembetulan, juga pada saat hari pertama pelaksanaan PLPG di hotel saya juga mengumpulkkan surat keterangan kepada panitia di hotel. Saya Pserta PLPG tahap V Rombel 17, Hotel Kartika Raya, Mata Pelajaran Teknik Kendaraan Ringan, Nomor peserta 14051258610488 by dwipranoto12@yahoo.com Terima Kasih

  34. admin
    October 14th, 2014 at 19:40 | #34

    @dwi pranoto
    Ya pak. tadi pak Novianto dari Dinas Pendidikan Pacitan sudah memberitahukan. Data Aplikasi Sertifikasi Guru sudah kami sesuaikan.

  35. Endang Setyowati
    October 22nd, 2014 at 21:01 | #35

    Ass. Admin, saya mau tanya. Kapankah pengumuman hasil PLPG 2014 rayon 115 UM kemenag di hotel palem sari batu? yang dilaksanakan tgl 6-15 Oktober 2014 rombel 2. terima kasih

  36. turoikhan
    October 24th, 2014 at 23:25 | #36

    Assalamualaikum;
    kapan pengumuman hasil PLPG tahun 2014 yang dilaksnakan pada tanggal 6-15 Oktober 2014 kemarin

  37. agung
    October 25th, 2014 at 08:37 | #37

    Assalamualaikum.Sama sdr turoikhan, kapan pengumuman hasil PLPG kemenag yang dilaksanakan tgl 6-15 oktober 2014 kmrn. Kabarnya tgl 25 okt hari ini. Apa benar… trmksh

Comment pages
1 29 30 31
  1. No trackbacks yet.