Tanya-Jawab

November 16th, 2009

Dari sejumlah komentar atau email yang masuk ke kami, ada di antaranya yang perlu diketahui para pengunjung, yaitu yang bersifat umum dan sering ditanyakan. Halaman ini akan kami update terus-menerus seiring adanya pertanyaan atau komentar baru.

1. Tentang PSG

Tanya: Kota/kabupaten mana sajakah yang menjadi wilayah kerja PSG 15?
Jawab: Untuk tahun 2009, wilayah kerja PSG 15 mencakup 11 kota/kabupaten, yaitu: Kota Malang, Kota & Kabupaten Pasuruan, Kota Batu, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Kota & Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan.

Tanya: Kalau ingin melihat hasil Penilaian Portofolio atau PLPG untuk peserta dari kota selain itu di mana?
Jawab: Untuk kota selain wilayah kerja PSG 15, harap menghubungi PSG masing-masing. Beberapa PSG menyediakan layanan melalui web, tapi mungkin juga lewat telepon atau datang langsung.

Tanya: Bidang studi apa yang dinilai oleh asesor PSG 15?
Jawab: Semua bidang studi umum yang ada di sekolah di bawah Diknas untuk semua jenjang, dan  bidang studi umum di sekolah di bawah Depag. Guru bidang studi agama di sekolah binaan Diknas dan guru kelas MI dinilai oleh asesor dari perguruan tinggi di bawah Depag (UIN, IAIN, STAIN, dsb).

Tanya: Bagaimana keterlilbatan PTS di PSG?
Jawab: Dalam melaksanakan tugasnya, UM sebagai LPTK Induk dibantu oleh beberapa LPTK Mitra (tahun ini dibantu oleh STKIP PGRI Pasuruan, IKIP PGRI Madiun, dan Universitas Muhammadiyah Ponoroogo). LPTK Mitra selain terlibat dalam kepanitiaan, juga menyediakan sejumlah asesor. Kendali pelaksanaan sertifikasi tetap ada di UM, sehingga kualitasnya juga tetap terjaga. Tidak perlu ada kekhawatiran akan hal ini.

2. Tentang Sertifikasi

Tanya: Siapa yang menentukan peserta sertifikasi?
Jawab: Keikutsertaan guru ditentukan oleh kantor Diknas/Depag masing-masing. Untuk guru Diknas, dari kuota setiap kota yang ditetapkan oleh LPMP dan Diknas propinsi, Diknas kota/kabupaten menentukan pesertanya. Kami hanya menerima daftar yang diajukan oleh Diknas atau kantor Depag kota/kabupaten

Tanya: Bagaimanakah status guru yang diperbolehkan mengikuti sertifikasi?
Jawab: Secara umum adalah guru PNS dan non PNS. Guru PNS bisa ada di sekolah negeri atau swasta (DPK). Guru non PNS adalah Guru Tetap Yayasan pada sekolah swasta dan guru pada sekolah negeri. GTY harus memiliki SK dari penyelenggara pendidikan (Yayasan). Pada sergu 2009, guru non PNS pada sekolah negeri (Guru Bantu, Guru Honorer, dan sejenisnya) bisa ikut dan harus memililki SK dari dinas pendidikan kabupaten / kota / propinsi, dan bukan diangkat oleh kepala sekolah.

Tanya: Bagaimanakan penghitungan masa kerja?
Jawab:
Masa kerja adalah persyaratan awal seorang guru bisa mengikuti sertifikasi (setelah sebagai guru tetap, lihat pertanyaan sebelumnya). Sesuai aturan 2009, guru yang mengikuti sertifikasi minimal sudah bekerja selama 4 tahun pada suatu satuan pendidikan dan pada saat keluarnya UU no 14 tahun 2005, yang bersangkutan sudah menjadi guru. Jadi bila dihitung belum mencapai 4 tahun atau yang tercantum di SK berbunyi masa kerjanya kurang dari 4 tahun, maka belum bisa mengikuti sertifikasi pada tahun itu.

Tanya: Apa beda dengan pengalaman kerja?
Jawab: Pengalaman kerja adalah lamanya seorang guru mengajar sejak awal tanpa melihat statusnya. Pengalaman kerja dihitung sejak dari yang bersangkutan menjadi guru (secara kumulatif), baik sebagai guru tetap maupun guru tidak tetap, pada sekolah tempat bekerja sekarang atau sekolah lainnya. Bila pada saat yang sama mengajar pada lebih dari satu sekolah, maka hanya salah satu saja yang dihitung.

Tanya: Mengapa kuota guru swasta sangat kecil?
Jawab: Kuota guru swasta memang hanya 15-25% dari kuota guru per kota/kabupaten. Hal ini sudah ditetapkan KSG.

Tanya: Bagaimana bila tahun ini mengundurkan diri? Apa bisa ikut tahun selanjutnya?
Jawab: Bisa saja mundur tahun ini dan ikut tahun berikutnya. Tetapi ingat bahwa ada kuota per kota dan jenjang, sehingga mungkin harus bersaing dengan guru lainnya. Tapi, kenapa harus mundur?

Tanya: Saya sekarang sedang berstatus CPNS, apakah bisa mengikuti sertifikasi?
Jawab: CPNS adalah awal dari PNS, yaitu sebagai guru tetap di sekolah negeri atau swasta (DPK). Saat ini ada yang masuk CPNS dari jalur Guru Honorer, sehingga masa kerja golongan pada saat diangkat tidak 0 tahun 0 bulan. Lihat apakah masa kerja sudah memenuhi? Bila memang belum, apalagi ada di sekolah yang berbeda dengan yang diusulkan di portofolio, sebaiknya ditunda dulu sampai semua menjadi jelas. Yang jelas seorang guru maju sertifikasi harus dari satu sekolah saja dan satu status saja (PNS saja atau GTY saja dst).

Tanya: Bidang studi saya waktu kuliah IPA, setelah lulus saya mengajar TIK dan mengikuti sertifikasi guru TIK dan saya lulus padahal saya tidak menguasai pelajaran TIK. Sekarang saya diangkat CPNS. Bisakah saya mengikuti sertifikasi lagi sebagai guru IPA pada waktu saya PNS karena saya benar-benar tidak menguasai TIK?
Jawab: Keputusan mengikuti sertifikasi salah satunya adalah dari diri sendiri. Kenapa dipaksakan bila tidak cocok? Aturan tidak melarang seorang guru mengikuti sertifikasi lagi. Tetapi perhatikan bahwa ada sekian banyak guru yang mengantri dalam kuota per tahunnya. Yang disertifikasi adalah matapelajaran/bidang studi yang diampu/diajar, bukan yang disukai atau sesuai ijazah. Jadi yang dinilai adalah keprofesionalan di mapel tsb. Sudah banyak kasus yang ikut mapel “A” tetapi begitu PLPG diberi materi mapel “A” tidak bisa mengikuti karena basicnya memang “B”. Salah satu contoh adalah seorang KS/WKS yang mengikuti sertifikasi guru BK. Ketika PLPG, banyak hal yang tidak dikuasai tentang ilmu BK karena dasarnya bukan sebagai guru BK.

3. Tentang Portofolio

Tanya: Apakah boleh ijazah yang berbeda dengan bidang studi yang diajarkan?
Jawab: Ijazah tidak terkait dengan bidang studi yang diambil. Hanya saja berpengaruh terhadap nilai/skor karena ada perbedaan antara yang sesuai, serumpun, dan tidak sesuai. Ada juga perbedaan nilai dengan melihat apakah dari jalur kependidikan atau non kependidikan. Ada juga perbedaan nilai bila memiliki akta atau tidak. Jadi bapak/ibu tetap bisa ikut sertifikasi dengan ijazah yang ada. Bila ada ijazah S1 kedua, S2, S3 sertakan juga. Hal itu bisa menambah nilai.

Tanya: Kalau ijazah saya Matematika tetapi mengajar TIK, saya harus ikut sertifikasi untuk Matematika atau TIK?
Jawab: Yang disertifikasi adalah bidang studi/mata pelajaran yang DIAJARKAN, bukan ijazahnya. Apa yang diajarkan dibuktikan dengan surat tugas mengajar dan RPP yang sesuai. Bila bapak RPPnya adalah TIK maka akan disertifikasi sebagai guru TIK karena itu kenyataan yang kami ketahui dari berkas dan asesor matematika tidak berhak menilai TIK. Ibaratnya bila bapak sehari-hari mengendarai sepeda motor tentu akan meminta SIM C bukan SIM A, dan mengikuti ujian untuk SIM C, walaupun bapak juga bisa mengemudikan mobil. Memang guru profesional adalah guru yang mengajar sesuai latar belakang pendidikannya, tetapi banyak ditemui berbagai kasus yang memaksa seorang guru mengajar bidang studi/mata pelajaran yang berbeda. Ingat, sertakan RPP sesuai dengan apa yang diajukan untuk sertifikasi. Kami tidak bisa menilai kompetensi seorang guru yang meminta disertifikasi sebagai guru Penjaskes kalau isi RPPnya adalah BK.

Tanya: Mengapa ada guru yang masa kerjanya sedikit bisa lulus, padahal ada yang masa kerjanya sangat lama bahkan kepala sekolah bisa tidak lulus?
Jawab: Penilaian portofolio dilakukan terhadap prestasi yang didapat seorang guru selama bekerja. Walaupun masa kerjanya sedikit tetapi rajin mengikuti karya ilmiah, mengadakan penelitian, menulis buku, dan prestasi lainnya maka nilainya akan jauh lebih tinggi dari guru yang masa kerjanya lama tetapi kurang menghasilkan karya. Asesor juga tidak membedakan apakah peserta tersebut kepala sekolah atau guru biasa.
Tentang mengapa ada guru yang masa kerjanya lama tidak bisa ikut sertifikasi, kami hanya bisa menjawab bahwa PSG hanya menerima data peserta. Kewenangan penentuan peserta ada di dinas.

Tanya: Saya menyertakan banyak sertifikat seminar dan pelatihan, tetapi mengapa nilai portofolio saya kecil?
Jawab: Ada beberapa hal yang bisa diperhatikan:
*) Relevansi jenis pelatihan dan forum ilmiah yang diikuti. Penilaian dilakukan terhadap kegiatan yang relevan dengan bidang studi yang diajarkan atau statusnya sebagai guru. Contoh yang tidak relevan misalnya guru PKn mengikuti workshop Otomotif. Yang lebih relevan misalkan dia mengikuti workshop penyusunan PTK.
*) Ketidaktepatan dalam meletakkan bukti fisik atau membedakan antara diklat dan forum ilmiah. Seminar dan lokakarya termasuk ke dalam forum ilmiah sehingga bukti fisiknya dimasukkan ke dalam komponen 8 dan bukti fisik diklat dimasukkan ke dalam komponen 2.
*) Bukti fisik yang meragukan, misalkan lebih dari satu seminar pada saat yang sama di tempat yang sama atau malah di tempat yang berbeda, jumlah jam pelatihan yang tidak sesuai dengan hari pelatihan atau diragukan keasliannya.
*) Hasil diklat / workshop yang terkait. Misal workshop (lokakarya) tentang penyusunan RPP atau PTK, seharusnya menghasilkan suatu “karya” atau “work”, misal draft rancangan RPP. Sertakan itu, karena bila tidak akan dianggap mengikuti forum ilmiah biasa.

Tanya: Bila sertifikat atau piagam saya sedikit, apa yang bisa saya lakukan untuk menambah nilai?
Jawab: Ada 10 komponen yang dinilai, bila masih kurang di satu komponen bisa ditutupi dari komponen lainnya, misalnya pembuatan media pembelajaran, pembuatan karya ilmiah atau artikel, pembimbingan siswa, dan sebagainya.

Tanya: Siapa yang melegalisasi portofolio kepala sekolah?
Jawab: Yang melegalisasi adalah atasan kepala sekolah, yaitu pihak Diknas.

Tanya: Mengapa banyak guru swasta yang tidak lulus portofolio atau PLPG?
Jawab: Asesor tidak membedakan apakah peserta adalah PNS atau GTY, apakah kepala sekolah atau guru, senior atau yunior, dan apakah berasal dari sekolah negeri atau swasta. Penilaian semata-mata dilakukan dari dokumen portofolio.

Tanya: Mengapa ada guru yang rajin tetapi tidak lulus penilaian portofolio?
Jawab: Satu hal yang penting diperhatikan adalah asesor menilai barang mati yaitu dokumen portofolio yang tidak bisa “ditanya”. Semakin lengkap, berkualitas dan meyakinkan isi berkas tersebut, tidak ada alasan untuk tidak memberikan nilai dan semakin tinggi nilainya dibanding yang isinya “biasa” saja. Asesor tidak pernah tahu secara fisik apa saja yang dilakukan guru di kelas (apakah sesuai, kreatif, bagus atau tidak), dan prestasi apa yang dihasilkan oleh guru selain apa yang dicantumkan di berkas tersebut.

Tanya: Apakah yang dimaksud dengan status Klarifikasi (K)?
Jawab: Klarifikasi adalah keputusan penilaian asesor yang diberikan bagi portofolio yang meragukan atau diindikasikan melakukan pelanggaran, misalnya pada ijazah, sertifikat, atau karya ilmiah. Guru yang bersangkutan akan dipanggil dengan membawa bukti-bukti yang diperlukan. Bila terbukti melakukan pelanggaran, guru yang bersangkutan akan didiskualifikasi.

Tanya: Apakah yang dimaksud dengan status Diskualifikasi (DIS)?
Jawab: Diskualifikasi adalah keputusan yang diberikan kepada peserta yang melakukan kecurangan dalam pemberkasan portofolio (terbukti secara langsung atau tidak langsung) atau tidak terpenuhinya syarat utama keikutsertaan peserta (masa kerja kurang, bukan guru tetap, atau kualifikasi akademiknya) atau melakukan upaya penyuapan.

Tanya: Bagaimana bila ada dokumen palsu tetapi lolos atau ada pemalsuan data?
Jawab: Kami tidak bisa berbuat banyak untuk hal ini, mungkin karena rapi sampai bisa menipu asesor. Bila muncul sesuatu yang di belakang hari setelah portofolio dan PLPG, maka itu bukan lagi menjadi tanggung jawab PSG. Hal ini mungkin bisa dikembalikan ke guru masing-masing, sudah benarkah cara yang diambil? Apakah ini yang dinamakan guru profesional?

Tanya: Bisakah bila ada kesalahan pemberkasan portofolio?
Jawab: Bila ada kesalahan, ada beberapa opsi yang diambil memang, yaitu melakukan klarifikasi, melengkapi kekurangan, dan tidak memberikan nilai. Belum tentu kesalahan menyebabkan tidak lulus.

Tanya: Bagaimana dengan peserta yang nilainya kurang dari batas kelulusan?
Jawab: Guru yang bersangkutan harus mengikuti PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) selama 90 jam pelajaran. Pada akhir PLPG diadakan Ujian. Bila tidak lulus maka peserta diberi kesempatan mengulang sebanyak-banyaknya dua kali.

Tanya: Bisakah kami mengetahui hasil penilaian portofolio?
Jawab: Nilai portofolio memang tidak dipublikasikan kepada guru secara langsung, tetapi kepada pihak LPMP dan PMPTK, sesuai dengan yang ada pada buku panduan.

Tanya: Bolehkah kami mendapat atau meminta informasi penilaian dari para asesor?
Jawab: Asesor hanya berhak menilai, tidak berhak untuk memberikan informasi nilai atau kelulusan. Dalam sapta etika asesor butir 2 dinyatakan bahwa “Menilai kinerja guru secara objektif dan profesional, serta melaporkan hasilnya hanya kepada yang berwenang”, dan pada butir 3 dinyatakan bahwa asesor “Menjaga rahasia negara, rahasia jabatan, dan rahasia pihak yang dinilai”. Jadi jelas bahwa mereka tidak berhak menginformasikan kelulusan, nilai, memberi janji lulus, dan sebagainya. Bila ada yang bertentangan dengan PSG, kami tidak bertanggung jawab.

4. Tentang PLPG

Tanya: Apakah peserta pasti lulus PLPG dan memperoleh sertifikat pendidik?
Jawab: PLPG adalah kegiatan akademik yang melibatkan proses belajar-mengajar dan evaluasi. Di dalamnya ada penilaian atas semua aspek yang dimiliki peserta didik. Nilai didapat dari prestasi peserta sendiri pada saat pelaksanaan PLPG, baik yang ditentukan peserta sendiri (pada saat ujian tulis), yang ditentukan instruktur (misal pada saat peer teaching atau penugasan yang lain), atau yang ditentukan sesama peserta (pada penilaian skor sejawat), serta dari nilai portofolio. Hanya ada dua keputusan hasil evaluasi (ujian) yaitu Lulus dan Tidak lulus. Jadi kelulusan PLPG adalah ditentukan dari peserta sendiri. Pada buku panduan juga sudah jelas disebutkan apa saja komponen penilaian PLPG, besaran masing-masing komponen, dan apa syarat kelulusannya.

Tanya: Apakah peserta PLPG mendapat sertifikat atau piagam yang menyatakan keikutsertaannya dalam PLPG?
Jawab: PSG tidak mengeluarkan sertifikat semacam itu karena memang tidak ada dalam aturans dan PLPG adalah bagian terpadu dari sertifikasi guru.

Tanya: Bagaimana nasib peserta yang Tidak Lulus dari PLPG atau DIS?
Jawab: Peserta tersebut dikembalikan ke Diknas dan masih bisa mengikuti sertifikasi pada tahun-tahun berikutnya. Akan tetapi keikutsertaan ulang itu merupakan keputusan Diknas masing-masing kota/kabupaten dengan tetap memperhatikan kuota pada tahun itu (belum tentu pada tahun berikutnya)

5. Tentang Sertifikat Pendidik dan Tunjangan Profesi Pendidik

Tanya: Bagaimana setelah sertifikat dibagikan ternyata ada penyimpangan, misalnya tidak mengajar 24 jam, atau mengajar bidang studi lain?
Jawab: Hal ini sudah di luar wewenang kami lagi, yang lebih mengetahui secara rinci adalah dinas, kepala sekolah, dan guru yang bersangkutan.

Tanya: Bagaimana jika sesorang lulus sertifikasi dari non PNS, kemudian diangkat menjadi
CPNS. Apakah sertifikat itu bisa dialihkan dari non PNS ke PNS ?
Jawab: Sertifikasi hanya melihat status pada saat pengajuan dokumen portofolio. Bila ternyata ada perpindahan status, tempat kerja, jenjang, pasti bisa dilakukan penyesuaian dan bukan berarti sertifikat menjadi tidak berlaku lagi.

Tanya: Bagaimana dengan tunjangan profesi pendidik?
Jawab: Kami tidak terlibat dengan hal itu, baik besarnya berapa, kapan diberikan, apa syaratnya, lewat mana penyalurannya, apakah sama antara yang lulus portofolio dan lulus PLPG, dan lainnya. Tugas kami hanya melakukan sertifikasi, mulai dari penilaian portofolio sampai penerbitan sertifikat pendidik.

6. Tentang Pendidikan Profesi Guru

Tanya: Saya minta informasi pelaksaan PPG dan proses seleksinya, apa benar dimulai September tahun ini?
Apakah juga dimungkinkan LPTK Induk dan mitra? Apakah lebih diprioritaskan untuk yang telah punya pengalaman mengajar?
Jawab: PPG sedang dalam pengusulan proposal oleh beberapa prodi di UM (dan LPTK lain). Jadi hasilnya belum bisa diketahui di mana saja PPG untuk prodi tertentu akan diadakan. PPG kali ini diperuntukkan untuk Guru pra jabatan yang belum bisa mengikuti Sertifikasi Guru dalam Jabatan, jadi pesertanya adalah guru yang baru diangkat.

7. Tentang Lainnya

Tanya: Bolehkah kami berkonsultasi ke PSG?
Jawab: Kami membuka diri kepada pada guru yang akan berkonsultasi mengenai pelaksanaan sertifikasi guru, sejauh yang menjadi wewenang kami dan kami bisa menjawabnya.

Tanya: Katanya ada pungutan untuk PSG atau asesor?
Jawab: Tidak ada biaya apapun yang dikenakan terhadap para guru peserta sertifikasi (portofolio dan PLPG) oleh PSG baik secara pribadi panitia maupun secara institusi. Semua biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan kegiatan sertifikasi berasal dari pemerintah pusat dan hal itu sesuai dengan anggaran yang ditetapkan.

Tanya: Kemana legalisir dilakukan?
Jawab: Legalisasi sertifikat pendidik dilakukan di subag Pendidikan dan Evaluasi, gedung A3 (sebelah rektorat) lantai 1, pada hari dan jam kerja. Ada biaya yang dikenakan (resmi sesuai SK Rektor). Tidak harus yang bersangkutan, bisa saja secara kolektif. Cukup membawa sertifikat yang asli dan fotocopynya.

Tanya: Bagaimana bila ada kesalahan data di sertifikat pendidik?
Jawab: Bila terjadi hal demikian, bapak/ibu bisa datang ke kantor PSG dengan membawa pengantar dari kantor diknas/depag setempat, dan disertai dengan copy sertifikat dan bukti pendukung (misal SK, ijazah). Khusus untuk ralat bidang studi, kami harus meneliti apa isi portofolionya dan/atau tergabung pada rombel apa di PLPG. Kami akan teruskan permintaan ralat ini ke subag Pendidikan dan Evaluasi yang menangani pencetakan sertifikatpendidik.

(update terakhir: 7 Juni 2009)

  1. admin
    June 1st, 2009 at 03:53 | #1

    Untuk Bpk Arqom (maaf pertanyaannya terhapus, saya kutipkan lagi):
    “saya cpns januari 2009,tahun 2008 dipanggil untuk ikut sertifikasi guru,tetapi portofolio saya dinyatakan diskualifikasi oleh UM tanpa alasan yang jelas.Kemudian untuk quota 2009 saya dipanggil lagi untuk sertifikasi,apa yang harus saya lakukan ????
    Mohon saran yang dapat dipertanggung jawabkan dari bapak,Trimakasih banyak sebelumnya.”

    Jawaban kami: Bapak bisa ikut lagi, selama dokumen portofolio sesuai dengan aturan yang ada. Yang pokok adalah status dan masa kerja. Apakah sudah guru tetap (PNS/non PNS)? Bila ya, apakah masa kerja minimal terpenuhi (minimal 4 tahun)? Masa kerja bisa dilihat dari yang tercantum di SK.

  2. raffiy
    June 4th, 2009 at 20:06 | #2

    untuk tahun sertifikat ada batasannya gak?kalo rpp dan ptk gmn apa harus tahun pelajaran pas sertifikasi itu?

  3. admin
    June 5th, 2009 at 04:08 | #3

    Utk bpk Raffiy:
    Tidak ada batasan tahun sertifikat.
    RPP dan PTK tidak harus pada tahun yang sama. Di panduan hanya disebutkan “yang terbaik”. Yang penting kualitas isinya.

  4. joko
    July 12th, 2009 at 10:29 | #4

    pak! nama saya sudah ada dalam daftar nama guru sertifikasi kuota 2009, tapi masa kerja saya baru 3 tahun. tapi saya tetap mengumpulkan dokumen portofolio sertifikasi. gimana menurut bapak!

  5. admin
    July 16th, 2009 at 05:28 | #5

    utk bpk Joko:
    kalau menurut saya, ikutlah sertifikasi pada waktunya, bukan karena terpaksa, karena ada salah satu keputusan penilaian yaitu Diskualifikasi. Ini diberikan bila tidak memenuhi syarat awal.
    Tapi seandainya nama anda ada di daftar kuota, mungkin kantor Diknas/Depag kota anda memiliki pertimbangan lain.
    Yang jelas, masa kerja adalah selama anda menjadi guru.

  6. July 16th, 2009 at 22:26 | #6

    1. Saya lulusan Pendidikan Sejarah, sementara utk saat ini mapel Sejarah sudah diintegrasikan dengan IPS Terpadu, jadi seandainya nanti saya ikut sertifikasi maka didalam portofolio yg dibuat mengajar Sejarah / IPS Terpadu ?
    2. Apakah jumlah jam mengajar dengan menggunakan team teaching diakui/ tidak karena saat ini untuk memenuhi jam mengajar 24 jam sangat sulit, bagaimana solusinya ?

  7. admin
    July 17th, 2009 at 03:24 | #7

    utk bpk Iswinarko:
    1. Untuk SMP, pengkodean dan penyebutan bidang studi adalah IPS, walaupun mungkin isinya bisa Sejarah semua.
    2. Kami belum bisa menjawab hal ini.

  8. July 19th, 2009 at 10:45 | #8

    Assalau’alaikum wr. wb.
    saya uda lulus sertifikasi guru Depag kualifikasi 2007 dan sertifikat tertanggal 28 Maret 2008 tuk mata pelajaran Keterampilan TIK pada tingkat MTs (yang dikeluarkan UM Rayon 15), tapi permasalahannya sekarang saya diterima sebagai CPNS guru kuota 2008 pada tingkat SMK dengan mata pelajaran KKPI (keterampilan komputer dan pengolah informasi)SK Guru TIK per 1 april 2009, permasalahnnya sekarang apa bisa sertifikasi itu dipake tuk wilayah diknas, karena KKPI itu sama dengan TIK. mohon penjelasan dari pihak berwenang..!!!!?, trim sebelumnya…
    Wass

  9. admin
    July 20th, 2009 at 04:32 | #9

    utk bpk Fauzan:
    Seharusnya sertifikat itu berlaku untuk Diknas & Depag karena penilaian menggunakan standar yang sama. Mohon ditanyakan ke kantor Diknas apa yang harus dilakukan bila telah memiliki sertfikat pendidik (dengan menunjukkan bukti sertifikat). Hal ini di luar wewenang kami sebenarnya.

  10. ANWAR SIDIQ
    July 24th, 2009 at 16:24 | #10

    Ijazah saya S-1 FPMIPA Jurusan Pendidikan Biologi IKIP Malang tahun 1993, ikut Diklat PLPG kuota 2008 dengan mengajar IPA Terpadu. Setelah dinyatakan LULUS saya menerima Sertifikat Pendidik dengan mata pelajaran tertulis IPA/Fisika. Apakah ketidak sesuaian mapel di sertifikat pendidik dengan ijazah saya ini harus saya ajukan untuk diralat? Terima kasih atas jawabannya.

  11. admin
    July 25th, 2009 at 04:10 | #11

    utk bpk Anwar Sidiq:
    Itu karena pengkodean bidang studi yang ditetapkan pusat pada tahun lalu (kode 097) adalah “PENGETAHUAN ALAM (IPA TERPADU, FISIKA)”. Sekarang ini (2009) untuk MTs/SMP hanya ada IPA. Barulah untuk SMA/MA ada Kimia, Fisika, Biologi. Tidak ada masalah.

  12. July 27th, 2009 at 00:23 | #12

    1. Apakah diperbolehkan jika si A jumlah jam mengajarnya kurang dari 24 jam mengajar utk memenuhi diambilkan dari mapel yg lain, misalnya elektronika / BP-BK ?
    2. Kapan target sertifikasi yang masa kerjanya diatas 10 tahun selesai ?

  13. miki
    July 31st, 2009 at 10:08 | #13

    Apakah saya bisa mengakses nama-nama Penerima SK Inpassing? Kalau bisa di situs apa?

  14. Ikhwanul Abrori
    August 4th, 2009 at 19:27 | #14

    Berdasarkan pengumuman hasil sertifikasi 2009, saya dinyatakan tidak lulus, harus mengikuti PLPG.
    yang menjadi pertanyaan, ketika porotofolio saya hitung minimal, jumlah skor saya adalah 1400-an. padahal yang dibutuhkan hanya 850.
    Bolehkah saya mengetahui hasil skor saya??

  15. August 4th, 2009 at 23:39 | #15

    hasil sertifikasi guru 2009 biar terbuka dan saling mengkoreksi nilainya sebaiknya di umumkan,karena banyak guru senior yang terlalu banyak sertifikat-sertifikat dan sesuai dengan bidangnya nggak lulus,dan semua point persaratan sergu juga diisi nggak ada yang kosong,bahkan arsipnya juga di konsultasikan ke dosen senior sangat memenuhi syarat untuk lulus
    ,apa hasilnya ternyata tidak lulus.
    Seandainya hasil nilai juga di umumkan,maka bisa saling mengkoreksi.
    Namanya manusia biarpun asesor juga punya keterbatasan,salah presepsi,atau salah mengetik,sehingga ada yang membetulkan.
    Sehingga nggak terkesan seperti yang selama ini terjadi bahwa Sergu merupakan obyek tambahan para asesor untuk mendapatkan tambahan imbalan lagi melalui mplpg yang setiap guru dananya Rp.3.000.000,-
    Karena selama ada sertifikasi antara yang lulus dan tidak lulus selalu banyak yang tidak lulus

  16. admin
    August 5th, 2009 at 01:20 | #16

    Secara umum,
    1. Peletakan komponen juga akan berpengaruh terhadap penilaian. Misalnya bila dinyatakan sertfikat workshop pasti harus menyertakan hasil workshop dan bila tidak menyertakan maka akan dihitung mengikuti forum ilmiah saja.
    2. Relevansi dengan bidang atau tugas mengajarnya.
    3. Keaslian atau adakah indikasi melakukan pemalsuan atau ketidakjujuran.
    4. Tingkatan kegiatan tersebut (kecamatan/kota/propinsi/regional/nasional/internasional)

    Tingkat ketidaklulusan pada penilaian portofolio yang tinggi adalah merata secara nasional. Tidak ada rencana jahat se-Indonesia membisniskan PLPG dengan banyak membuat tidak lulus portofolio.
    Anggaran pemerintah untuk PLPG adalah secara keseluruhan pelaksanaan (akomodasi, materi, HR instruktur). Tidak benar jumlah itu hanya untuk instruktur.

  17. Yunita
    August 5th, 2009 at 09:23 | #17

    Bagaimana kealanjutan bagi peserta sertifikasi 2009 yang LULUS??????

  18. Ussy
    August 5th, 2009 at 10:37 | #18

    Hasil Pengumuman sertifkasi 2009, dengan status D bagaimana maksudnya?
    Mohon dijelaskan
    Terimakasih sebelum dan sesudahnya.

  19. Poniti
    August 5th, 2009 at 13:56 | #19

    Mohon info untuk status sertivikasi :
    L ?
    MPLPG ?
    LPLPG ?
    D ?

    Mohon dijawab. Tks.

  20. admin
    August 6th, 2009 at 03:46 | #20

    utk Ibu Yunita:
    Bagi yang lulus akan diterbitkan sertifikat pendidik untuk syarat pengurusan tunjangan pendidik oleh PSG. Selanjutnya biasanya ada pemberkasan pengusulan tunjangan, tetapi biasanya bersamaan dengan yang sudah lulus PLPG. Pemberkasan dan pengurusan menjadi kewenangan dinas masing-masing. Harap sabar saja menunggu selesainya PLPG ya?

  21. admin
    August 6th, 2009 at 03:48 | #21

    utk ibu Ussy & ibu Poniti:
    L= Lulus, MPLPG=Mengikuti PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru), D=Diskualifikasi, MP=Memenuhi Persyaratan (bagi sertifikasi jalur langsung).
    Diskualifikasi: bagi yang tidak memenuhi persyaratan dasar spt masa kerja, status guru, usia & masa kerja & golongan (bagi yang non S-1), pemalsuan, dsb (silahkan lihat di buku panduan 1,2,3)

  22. admin
    August 6th, 2009 at 03:51 | #22

    utk ibu Amel & bpk Mahfud:
    Kami membagi pelaksanaan PLPG sesuai bidang studi/mapel dan jenjangnya (misal Matematika SMP), dan setiap rombel bisa saja campuran dari berbagai kota. Jadi tidak melihat per kota atau jenjangnya saja. Tahap 2 akan dimulai tanggal 23 Agustus dan seterusnya, ditunggu saja undangannya.

  23. Akhyak
    August 6th, 2009 at 07:38 | #23

    pada sertifikasi kategori D apakah apa juga dipengaruhi dari status guru tersebut semisal GTT / sukwan di SD negeri , apa memang harus swasta murni semisal yayasan.bagaimana kalau guru tersebut statusnya GTT ?

  24. Hendro
    August 6th, 2009 at 10:16 | #24

    Yang saya dengar peserta sertifikasi berijazah S-2 langsung lulus. Tetapi kenapa saya meskipun sudah berijazah s-2 tidak lulus? Saya ikut sertifikai jalur portofolio, bidang IPA-Biologi SMP. Mohon jawaban / kriteria lain yang mungkin belum saya mengerti. Terima kasih.
    Hendro (09056109710743)

  25. admin
    August 6th, 2009 at 11:44 | #25

    utk p.Hendro:
    Jangan salah paham pak. Coba lihat di buku 2 panduan pelaksanaan sertifikasi (filenya bisa didownload di situs ini). Guru yang bisa mengikuti Sertifikasi Jalur Langsung (Pemberian Sertifikat Pendidik Secara Langsung) adalah guru yang (1) memiliki gelar S2/S3 dan memiliki golongan kepangkatan IV/B, atau (2) belum S2/S3 tetapi memiliki golongan kepangkatan IV/C.
    Selain yang tersebut di atas harus mengikuti jalur portofolio.
    Guru yang mengikuti jalur portofolio bisa S1, S2, atau di luar itu (SPG, PGSD, DIII, Sarjana Muda dengan syarat masa kerja, usia, dan kepangkatan tertentu).
    Bagi yang mengikuti jalur portofolio dilakukan penilaian sebagaimana aturan yang ada, tidak membedakan ijazah. Bagi yang S2 tetapi nilai perencanaan & pelaksanaan pembelajaran di bawah batas kelulusan (skor 120) atau nilai komponen lain di bawah batas atau secara keseluruhan di bawah 850, juga tetap harus mengkuti PLPG.
    Semoga bisa memperjelas.

  26. admin
    August 6th, 2009 at 11:49 | #26

    utk bpk Akhyak:
    Coba lihat lagi aturan di buku 2: “Guru bukan PNS harus memiliki SK sebagai guru tetap dari penyelenggara pendidikan, sedangkan guru bukan PNS pada sekolah negeri harus memiliki SK dari Dinas Pendidikan
    Provinsi/Kabupaten/Kota”
    Penyelenggara pendidikan (untuk sekolah Swasta) adalah Yayasan dan SK harus ditandatangani Ketua Yayasan atau pengurusnya. Selain itu tidak boleh, misalkan yang ditandatangani oleh UPTD, Kepala sekolah atau Komite sekolah.

  27. heru
    August 6th, 2009 at 12:54 | #27

    apakah pns yang angkatan tahun 2006 keatas tidak ada portofolio tp langsung mengikuti plpg?

  28. mahfud
    August 6th, 2009 at 14:12 | #28

    persyaratan apa yang perlu dibawa untuk MPLPG

  29. admin
    August 7th, 2009 at 04:40 | #29

    utk p.Heru:
    Siapapun yang ikut PLPG pasti melalui jalur portofolio.

  30. admin
    August 7th, 2009 at 04:43 | #30

    utk p.Mahfud:
    Selain perlengkapan pribadi, juga surat tugas mengikuti PLPG, SPPD (bila ada), fotocopy ijazah & SK kepegawaian (untuk cross check pencetakan sertifikat pendidik), bahan-bahan untuk PLPG: RPP, Media, Proposal PTK.

  31. Khusnul Khotimah
    August 7th, 2009 at 19:06 | #31

    saya PNS guru SD Masa kerja 22 tahun.baru lulus S 1 tahun 2009.
    apakah biasa ikut sertifikasi guru ? dan bagaimana caranya ?
    Karena belum ada pendataan ulang.

  32. admin
    August 8th, 2009 at 04:19 | #32

    utk ibu Khusnul:
    Ada kemungkinan belum ikut dalam daftar peserta tahun ini karena keterbatasan kuota. Tahun ini banyakk sekali guru SD non S1 (SPG-DIII) yang mengikuti sertifikasi, dengan masa kerja yang sangat banyak. Bersabar saja, mungkin pada tahun-tahun berikutnya.

  33. elisabet
    August 8th, 2009 at 20:57 | #33

    sulit jadi guru saat ini. tidak cukup ilmu dan kecintaan terhadap pendidikan tetapi harus menghadapi aturan yang malah memberatkan seseorang yang ingin menjadi guru yang sebenarnya tidak mengejar PNS dan uang tetapi murni mencintai orang indonesia yang hidup dipedalaman. sebenarnya apa yang diinginkan pemerintah saat ini?memajukan pendidikan untuk bangsa atau memajukan pendidikan demi kebutuhan bangsa lain?guru masa dulu telah mengahasilkan banyak orang besar bagi bangsa, saya takut dengan aturan yang tidak jelas saaat ini mengahasilkan penerus bangsa yang hanya bermimpi menjadi artis sinetron.

  34. shanaz
    August 9th, 2009 at 10:08 | #34

    Buat panitia sertifikasi rayon 15,
    1. apakah tidak ada perubahan dalam penilaian sertifikasi guru, karena masih banyak kelemahan dalam penilaian sertifikasi guru diantaranya hasil penilaian yang tidak transparan, contohnya ada guru yang massa kerjanya masih kurang dari 8 th tetapi dapat lulus karena sebagai pengurus dalam JICA hal ini sudah terbukti padahal kalau dilihat dari massa kerja dan pendukung yang lain saya kira jauh dibandingkan teman-teman yang massa kerjanya diatas 15 tahun. saran saya sebelum diadakan penilaian portofolio alangkah baiknya diadakan tes kompetensi guru sesuai bidangnya, bagi yang lulus dilanjutkan ke portofolio yang tidak lulus dapat mengulang tahun berikutnya. Dari sini kita semua akan dapat mengetahui siapa yang layak dan yang tidak layak.
    2. apakah tidak ada penghargaan buat teman-teman guru yang sudah mengabdi diatas 20 tahun dengan usia yang relatif sudah tua untuk tidak mengikuti PLPG, hal ini dimungkinkan mereka yang usianya rata-rata sudah tua saya kira sudah tidak mungkin lagi berpikir dalam kondisi waktu yang relatif lama.
    3. apakah tujuan dari kegiatan PLPG itu sendiri? selama ini yang saya ketahui kegiatan PLPG dalam gambaran secara umum dari teman-teman guru yang telah mengikuti PLPG adalah untuk mengejar lulus dengan berbagai cara mengerjakan semua tugas yang ada dengan tidak berani memberikan gesekan apabila ada hal yang dirasa kurang sesuai karena takut tidak lulus. saya mohon kegiatan PLPG tersebut jangan membuat peserta sakit jantung tetapi dapat memberikan ilmu pengetahuan yang jelas dan benar dalam arti membuka kesempatan kepada peserta untuk bertanya bagi yang tidak mengerti dan tempat untuk berargumen dan saling bertukar ilmu pengetahun tanpa ada rasa takut untuk tidak lulus, biar kelak pulang ada hal yang terkesan. ingat hari ini, esok atau lusa demokrasi adalah yang terbaik.
    ada cerita kenapa negara Jepang dapat maju sedangkan negara kita terus menjadi negara yang berkembang hingga akan layu, karena orang jepang tadak mau mencontek walaupun dapat nilai baik tetapi hasil mencontek tidak akan mendapatkan ilmunya, lebih baik mengulang dari pada mencontek tapi tetap bodoh. mohon maaf, semoga bermanfaat.

  35. admin
    August 10th, 2009 at 14:55 | #35

    utk ibu Shanaz:
    1a. Kewenangan penentuan peserta sertifikasi guru MUTLAK ada di Dinas setempat. Jadi usul tes kompetensi dsb sebaiknya diajukan ke dinas, bukan kami karena dinas-lah yang tahu detil keseharian mengenai guru.
    1b. Masa kerja tidak ada kaitannya dengan kelulusan. Ada yang lulus dengan masa kerja banyak, ada yang lulus walau masa kerja sedikit, tetapi ada yang tidak lulus walau masa kerja banyak atau sedikit. Ada yang punya sertifikat JICA tetapi tidak lulus. Ada juga yang lulus tanpa punya sertifikat itu. Jadi tidak bisa dipastikan kelulusan karena 1 atau 2 faktor saja.

    2. Sayangnya panduan pelaksanaan dari PMPTK/KSG belum menyebutkan hal itu. Semoga bisa diusulkan.

    3. Terima kasih atas sumbarang saran dan harapannya.

  36. August 10th, 2009 at 19:54 | #36

    Assalamu’alaikum…
    trim banyak atas jawaban Bapak/Ibu bahwa saya harus konsultasi ke diknas setmpat…
    sebelumnya telah saya utarakan bahwa saya lulus sertifikasi guru depag UM dg mata pelajaran keterampilan TIK MTs. tahun 2008, namun per Maret 2009 diangkat CPNS guru TIK SMK dengan SK mengajar Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI….
    perlu Bapak/Ibu ketahui bahwa kami sudah konsultasi dengan dinas setempat, namun pihak terkait masih belum bisa menjawab dengan alasan lintas departemen dan belum adanya Payung Hukum yang baku, permaslahannya pos pencairan dana TP berbeda antara Diknas dan Depag.
    Yang perlu kami tanyakan, apa benar masih belum ada aturan baku khusus penyesuaian status guru sertifikasi dari Non PNS ke PNS atau guru Depag ke Diknas…
    atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan byk trimakasih
    wassalam…
    Fauzan

  37. admin
    August 11th, 2009 at 02:45 | #37

    utk bpk. Fauzan.
    Nah itu dia, kami sendiri malah tidak tahu karena pemberian tunjangan dan segala hal lain yang terkait, termasuk bagaimana kalau lintas departemen, bukan hal yang terkait dengan tugas kami. Tugas kami berhenti sampai pada penerbitan sertifikat pendidik (plus legalisir dan surat keterangan ralat bila ada kesalahan). Mohon maaf bila belum bisa memberi solusi. Tapi saya rasa bapak bukan satu-satunya yang mengalami hal demikian.

  38. ade
    August 11th, 2009 at 22:48 | #38

    Yth. Panitia PLPG Rayon 15
    Ayah kami tidak lulus sertifikasi dan harus mengikuti PLPG, melihat kondisi kesehatan yang kurang baik, apakah mungkin salah satu dari anggota keluarga mendampingi ayah kami dalam arti bukan dalam rangka kegiatannya tetapi hanya untuk mengantisipasi bila terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan mengingat pengabdiannya yang sudah 34 tahun, tentu usia dan keadaan fisiknya mengkhawatirkan kami sekeluarga bila ayah kami tersebut berada di tempat PLPG sendirian. Mohon penjelasan secepatnya, terimakasih atas perhatiannya.

  39. admin
    August 12th, 2009 at 04:17 | #39

    utk p.Ade:
    Seandainya bisa disembuhkan lebih dulu, lebih baik mengajukan surat permohonan untuk mengikuti tahap selanjutnya.
    Bila tidak, bisa didampingi dalam batas-batas tertentu (misal tidak sampai ke ruang belajar). Juga segala biaya oleh pendamping ditanggung sendiri pendamping/keluarga, bukan panitia.

  40. xxxx
    August 14th, 2009 at 09:36 | #40

    saya pny teman seorang guru SMA, selain di SMA dia jg seorang dosen.
    pada sertifikasi 2008, dia tidak lulus.
    Lucunya, sekarang dia menjadi ASESSOR dari Perguruan Tingginya segaligus PESERTA sertifikasi dari sekolahnya.
    Dan bisa ditebak, dia lulus.
    So, inilah penilaian sertifikasi melekat, yang menilai dan yang dinilai melekat satu individu.
    Monggo kalau ingin tertawa .. ha..ha…

  41. oki
    August 14th, 2009 at 10:16 | #41

    Sudah cukup membanggakan dari guru yang mengikuti tes sertifikasi namun diantarnya dinyatakan yang lulus dalam seleksi ada yang aneh dan lucu sperti yang disampaikan pak xxxx Hal ini berarti dapat membuat dunia pendidikan akan semakin maju dan berkualitas?, artinya dunia pendidikan akan semakin menunjukan kemajuan. klo ada yang lucu sperti itu mari kita tertawa bersama2. sapo to orang aneh tersebut?

  42. Stria
    August 17th, 2009 at 22:03 | #42

    Apakah Universitas negeri Malang Sudah membuka pendaftaran Pendidikan Profesi TA. 2009-2010 ?
    Mohon informasinya.
    Terima Kasih

  43. admin
    August 18th, 2009 at 10:49 | #43

    utk bpk.Stria:
    Pendidikan Profesi Guru sedang dalam tahap pengusulan oleh sejumlah prodi di LPTK termasuk Univ. Negeri Malang. Dalam waktu dekat akan ada visitasi untuk menentukan kelayakan menjadi penyelenggara. Bersabar saja pak.

  44. August 19th, 2009 at 09:56 | #44

    Mohon untuk diberikan informasi tentang PLPG Tahap III, agar rekan kami bisa segera mempersiapkan diri lebih awal, trimakasih atas perhatiannya. Salam hormat kepada semua panitia PSG Rayon 15. Bravo

  45. admin
    August 19th, 2009 at 11:50 | #45

    utk p.Adi:
    Setelah ini akan diterbitkan sertfikat pendidik sebagai syarat pengurusan tunjangan profesi pendidik. Insya Allah akhir tahun ini sudah bisa diterbitkan. Selanjutnya urusan dengan Diknas dan LPMP.

  46. Saiful
    August 20th, 2009 at 09:55 | #46

    Ass.
    Pak saya ingin menanyakan. apa yang lebih didahulukan bilamana Kegiatan PRA JABATAN dan Diklat PLPG waktunya bersamaan. Karena waktu pelaksanaan Prajabatan berakhir pada tgl 12 September 2009 sedangkan diklat PLPG tahap IV pelaksanaannya dimulai tgl 10 September 2009. mestinya saya harus mengikuti PLPG tahap II pada tgl 23 Agustus 2009 (waktu bersamaan dg Prajabatan).
    Terima kasih atas kebijaksanaannya.

  47. admin
    August 20th, 2009 at 12:49 | #47

    utk p.Saiful:
    bila memang berhalangan, kirimkan surat ke PSG bahwa tidak bisa mengikuti PLPG. Nanti kami akan pasang di tahap berikutnya bila memungkinkan atau pada tahun berikutnya bila memang rombel yang sesuai sudah tidak ada. Menurut kami, lebih tidak beresiko bila menunda PLPG. Paling juga tunjangan pendidik saja yang mundur pemberiannya.

  48. susanto, drs
    August 24th, 2009 at 08:13 | #48

    saya melihat jadwal kegitan tahab 3 dan tahap 4 pelaksanaan PLPG untuk Guru SMA , Seni belum tercantum , mohon informasi selanjunya

  49. Ikhwanul Abrori
    August 24th, 2009 at 22:30 | #49

    saya peserta PLPG tahap II yg sekarang sedang berlangsung di Hotel Palemsari Batu ..
    baru dua hari saya mengikuti kegiatan
    ternyata, sangat berguna sekali
    tambah ilmu ( ini yang jelas sekali )
    tambah teman
    tambah pengalaman
    so …
    jangan minder teman2 untuk mengikuti PLPG
    bersyukurlah … sekali lagai bersyukurlah …
    sangat bermanfaat …

  50. anto
    August 25th, 2009 at 00:02 | #50

    Pak Ikwanul Abrori, selamat anda telah berangkat PLPG tahap ke II. saya juga peserta PLPG belum berangkat InsaAllah tahap berikutnya aku menyusul,yang ingin saya tahu apakah peserta PLPG diperbolehkan membawa peralatan laptop dan printer. Tank atas infonya.

Comment pages
1 2 3 34
  1. No trackbacks yet.