Tanya-Jawab

November 16th, 2009

Dari sejumlah komentar atau email yang masuk ke kami, ada di antaranya yang perlu diketahui para pengunjung, yaitu yang bersifat umum dan sering ditanyakan. Halaman ini akan kami update terus-menerus seiring adanya pertanyaan atau komentar baru.

1. Tentang PSG

Tanya: Kota/kabupaten mana sajakah yang menjadi wilayah kerja PSG 15?
Jawab: Untuk tahun 2009, wilayah kerja PSG 15 mencakup 11 kota/kabupaten, yaitu: Kota Malang, Kota & Kabupaten Pasuruan, Kota Batu, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Kota & Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan.

Tanya: Kalau ingin melihat hasil Penilaian Portofolio atau PLPG untuk peserta dari kota selain itu di mana?
Jawab: Untuk kota selain wilayah kerja PSG 15, harap menghubungi PSG masing-masing. Beberapa PSG menyediakan layanan melalui web, tapi mungkin juga lewat telepon atau datang langsung.

Tanya: Bidang studi apa yang dinilai oleh asesor PSG 15?
Jawab: Semua bidang studi umum yang ada di sekolah di bawah Diknas untuk semua jenjang, dan  bidang studi umum di sekolah di bawah Depag. Guru bidang studi agama di sekolah binaan Diknas dan guru kelas MI dinilai oleh asesor dari perguruan tinggi di bawah Depag (UIN, IAIN, STAIN, dsb).

Tanya: Bagaimana keterlilbatan PTS di PSG?
Jawab: Dalam melaksanakan tugasnya, UM sebagai LPTK Induk dibantu oleh beberapa LPTK Mitra (tahun ini dibantu oleh STKIP PGRI Pasuruan, IKIP PGRI Madiun, dan Universitas Muhammadiyah Ponoroogo). LPTK Mitra selain terlibat dalam kepanitiaan, juga menyediakan sejumlah asesor. Kendali pelaksanaan sertifikasi tetap ada di UM, sehingga kualitasnya juga tetap terjaga. Tidak perlu ada kekhawatiran akan hal ini.

2. Tentang Sertifikasi

Tanya: Siapa yang menentukan peserta sertifikasi?
Jawab: Keikutsertaan guru ditentukan oleh kantor Diknas/Depag masing-masing. Untuk guru Diknas, dari kuota setiap kota yang ditetapkan oleh LPMP dan Diknas propinsi, Diknas kota/kabupaten menentukan pesertanya. Kami hanya menerima daftar yang diajukan oleh Diknas atau kantor Depag kota/kabupaten

Tanya: Bagaimanakah status guru yang diperbolehkan mengikuti sertifikasi?
Jawab: Secara umum adalah guru PNS dan non PNS. Guru PNS bisa ada di sekolah negeri atau swasta (DPK). Guru non PNS adalah Guru Tetap Yayasan pada sekolah swasta dan guru pada sekolah negeri. GTY harus memiliki SK dari penyelenggara pendidikan (Yayasan). Pada sergu 2009, guru non PNS pada sekolah negeri (Guru Bantu, Guru Honorer, dan sejenisnya) bisa ikut dan harus memililki SK dari dinas pendidikan kabupaten / kota / propinsi, dan bukan diangkat oleh kepala sekolah.

Tanya: Bagaimanakan penghitungan masa kerja?
Jawab:
Masa kerja adalah persyaratan awal seorang guru bisa mengikuti sertifikasi (setelah sebagai guru tetap, lihat pertanyaan sebelumnya). Sesuai aturan 2009, guru yang mengikuti sertifikasi minimal sudah bekerja selama 4 tahun pada suatu satuan pendidikan dan pada saat keluarnya UU no 14 tahun 2005, yang bersangkutan sudah menjadi guru. Jadi bila dihitung belum mencapai 4 tahun atau yang tercantum di SK berbunyi masa kerjanya kurang dari 4 tahun, maka belum bisa mengikuti sertifikasi pada tahun itu.

Tanya: Apa beda dengan pengalaman kerja?
Jawab: Pengalaman kerja adalah lamanya seorang guru mengajar sejak awal tanpa melihat statusnya. Pengalaman kerja dihitung sejak dari yang bersangkutan menjadi guru (secara kumulatif), baik sebagai guru tetap maupun guru tidak tetap, pada sekolah tempat bekerja sekarang atau sekolah lainnya. Bila pada saat yang sama mengajar pada lebih dari satu sekolah, maka hanya salah satu saja yang dihitung.

Tanya: Mengapa kuota guru swasta sangat kecil?
Jawab: Kuota guru swasta memang hanya 15-25% dari kuota guru per kota/kabupaten. Hal ini sudah ditetapkan KSG.

Tanya: Bagaimana bila tahun ini mengundurkan diri? Apa bisa ikut tahun selanjutnya?
Jawab: Bisa saja mundur tahun ini dan ikut tahun berikutnya. Tetapi ingat bahwa ada kuota per kota dan jenjang, sehingga mungkin harus bersaing dengan guru lainnya. Tapi, kenapa harus mundur?

Tanya: Saya sekarang sedang berstatus CPNS, apakah bisa mengikuti sertifikasi?
Jawab: CPNS adalah awal dari PNS, yaitu sebagai guru tetap di sekolah negeri atau swasta (DPK). Saat ini ada yang masuk CPNS dari jalur Guru Honorer, sehingga masa kerja golongan pada saat diangkat tidak 0 tahun 0 bulan. Lihat apakah masa kerja sudah memenuhi? Bila memang belum, apalagi ada di sekolah yang berbeda dengan yang diusulkan di portofolio, sebaiknya ditunda dulu sampai semua menjadi jelas. Yang jelas seorang guru maju sertifikasi harus dari satu sekolah saja dan satu status saja (PNS saja atau GTY saja dst).

Tanya: Bidang studi saya waktu kuliah IPA, setelah lulus saya mengajar TIK dan mengikuti sertifikasi guru TIK dan saya lulus padahal saya tidak menguasai pelajaran TIK. Sekarang saya diangkat CPNS. Bisakah saya mengikuti sertifikasi lagi sebagai guru IPA pada waktu saya PNS karena saya benar-benar tidak menguasai TIK?
Jawab: Keputusan mengikuti sertifikasi salah satunya adalah dari diri sendiri. Kenapa dipaksakan bila tidak cocok? Aturan tidak melarang seorang guru mengikuti sertifikasi lagi. Tetapi perhatikan bahwa ada sekian banyak guru yang mengantri dalam kuota per tahunnya. Yang disertifikasi adalah matapelajaran/bidang studi yang diampu/diajar, bukan yang disukai atau sesuai ijazah. Jadi yang dinilai adalah keprofesionalan di mapel tsb. Sudah banyak kasus yang ikut mapel “A” tetapi begitu PLPG diberi materi mapel “A” tidak bisa mengikuti karena basicnya memang “B”. Salah satu contoh adalah seorang KS/WKS yang mengikuti sertifikasi guru BK. Ketika PLPG, banyak hal yang tidak dikuasai tentang ilmu BK karena dasarnya bukan sebagai guru BK.

3. Tentang Portofolio

Tanya: Apakah boleh ijazah yang berbeda dengan bidang studi yang diajarkan?
Jawab: Ijazah tidak terkait dengan bidang studi yang diambil. Hanya saja berpengaruh terhadap nilai/skor karena ada perbedaan antara yang sesuai, serumpun, dan tidak sesuai. Ada juga perbedaan nilai dengan melihat apakah dari jalur kependidikan atau non kependidikan. Ada juga perbedaan nilai bila memiliki akta atau tidak. Jadi bapak/ibu tetap bisa ikut sertifikasi dengan ijazah yang ada. Bila ada ijazah S1 kedua, S2, S3 sertakan juga. Hal itu bisa menambah nilai.

Tanya: Kalau ijazah saya Matematika tetapi mengajar TIK, saya harus ikut sertifikasi untuk Matematika atau TIK?
Jawab: Yang disertifikasi adalah bidang studi/mata pelajaran yang DIAJARKAN, bukan ijazahnya. Apa yang diajarkan dibuktikan dengan surat tugas mengajar dan RPP yang sesuai. Bila bapak RPPnya adalah TIK maka akan disertifikasi sebagai guru TIK karena itu kenyataan yang kami ketahui dari berkas dan asesor matematika tidak berhak menilai TIK. Ibaratnya bila bapak sehari-hari mengendarai sepeda motor tentu akan meminta SIM C bukan SIM A, dan mengikuti ujian untuk SIM C, walaupun bapak juga bisa mengemudikan mobil. Memang guru profesional adalah guru yang mengajar sesuai latar belakang pendidikannya, tetapi banyak ditemui berbagai kasus yang memaksa seorang guru mengajar bidang studi/mata pelajaran yang berbeda. Ingat, sertakan RPP sesuai dengan apa yang diajukan untuk sertifikasi. Kami tidak bisa menilai kompetensi seorang guru yang meminta disertifikasi sebagai guru Penjaskes kalau isi RPPnya adalah BK.

Tanya: Mengapa ada guru yang masa kerjanya sedikit bisa lulus, padahal ada yang masa kerjanya sangat lama bahkan kepala sekolah bisa tidak lulus?
Jawab: Penilaian portofolio dilakukan terhadap prestasi yang didapat seorang guru selama bekerja. Walaupun masa kerjanya sedikit tetapi rajin mengikuti karya ilmiah, mengadakan penelitian, menulis buku, dan prestasi lainnya maka nilainya akan jauh lebih tinggi dari guru yang masa kerjanya lama tetapi kurang menghasilkan karya. Asesor juga tidak membedakan apakah peserta tersebut kepala sekolah atau guru biasa.
Tentang mengapa ada guru yang masa kerjanya lama tidak bisa ikut sertifikasi, kami hanya bisa menjawab bahwa PSG hanya menerima data peserta. Kewenangan penentuan peserta ada di dinas.

Tanya: Saya menyertakan banyak sertifikat seminar dan pelatihan, tetapi mengapa nilai portofolio saya kecil?
Jawab: Ada beberapa hal yang bisa diperhatikan:
*) Relevansi jenis pelatihan dan forum ilmiah yang diikuti. Penilaian dilakukan terhadap kegiatan yang relevan dengan bidang studi yang diajarkan atau statusnya sebagai guru. Contoh yang tidak relevan misalnya guru PKn mengikuti workshop Otomotif. Yang lebih relevan misalkan dia mengikuti workshop penyusunan PTK.
*) Ketidaktepatan dalam meletakkan bukti fisik atau membedakan antara diklat dan forum ilmiah. Seminar dan lokakarya termasuk ke dalam forum ilmiah sehingga bukti fisiknya dimasukkan ke dalam komponen 8 dan bukti fisik diklat dimasukkan ke dalam komponen 2.
*) Bukti fisik yang meragukan, misalkan lebih dari satu seminar pada saat yang sama di tempat yang sama atau malah di tempat yang berbeda, jumlah jam pelatihan yang tidak sesuai dengan hari pelatihan atau diragukan keasliannya.
*) Hasil diklat / workshop yang terkait. Misal workshop (lokakarya) tentang penyusunan RPP atau PTK, seharusnya menghasilkan suatu “karya” atau “work”, misal draft rancangan RPP. Sertakan itu, karena bila tidak akan dianggap mengikuti forum ilmiah biasa.

Tanya: Bila sertifikat atau piagam saya sedikit, apa yang bisa saya lakukan untuk menambah nilai?
Jawab: Ada 10 komponen yang dinilai, bila masih kurang di satu komponen bisa ditutupi dari komponen lainnya, misalnya pembuatan media pembelajaran, pembuatan karya ilmiah atau artikel, pembimbingan siswa, dan sebagainya.

Tanya: Siapa yang melegalisasi portofolio kepala sekolah?
Jawab: Yang melegalisasi adalah atasan kepala sekolah, yaitu pihak Diknas.

Tanya: Mengapa banyak guru swasta yang tidak lulus portofolio atau PLPG?
Jawab: Asesor tidak membedakan apakah peserta adalah PNS atau GTY, apakah kepala sekolah atau guru, senior atau yunior, dan apakah berasal dari sekolah negeri atau swasta. Penilaian semata-mata dilakukan dari dokumen portofolio.

Tanya: Mengapa ada guru yang rajin tetapi tidak lulus penilaian portofolio?
Jawab: Satu hal yang penting diperhatikan adalah asesor menilai barang mati yaitu dokumen portofolio yang tidak bisa “ditanya”. Semakin lengkap, berkualitas dan meyakinkan isi berkas tersebut, tidak ada alasan untuk tidak memberikan nilai dan semakin tinggi nilainya dibanding yang isinya “biasa” saja. Asesor tidak pernah tahu secara fisik apa saja yang dilakukan guru di kelas (apakah sesuai, kreatif, bagus atau tidak), dan prestasi apa yang dihasilkan oleh guru selain apa yang dicantumkan di berkas tersebut.

Tanya: Apakah yang dimaksud dengan status Klarifikasi (K)?
Jawab: Klarifikasi adalah keputusan penilaian asesor yang diberikan bagi portofolio yang meragukan atau diindikasikan melakukan pelanggaran, misalnya pada ijazah, sertifikat, atau karya ilmiah. Guru yang bersangkutan akan dipanggil dengan membawa bukti-bukti yang diperlukan. Bila terbukti melakukan pelanggaran, guru yang bersangkutan akan didiskualifikasi.

Tanya: Apakah yang dimaksud dengan status Diskualifikasi (DIS)?
Jawab: Diskualifikasi adalah keputusan yang diberikan kepada peserta yang melakukan kecurangan dalam pemberkasan portofolio (terbukti secara langsung atau tidak langsung) atau tidak terpenuhinya syarat utama keikutsertaan peserta (masa kerja kurang, bukan guru tetap, atau kualifikasi akademiknya) atau melakukan upaya penyuapan.

Tanya: Bagaimana bila ada dokumen palsu tetapi lolos atau ada pemalsuan data?
Jawab: Kami tidak bisa berbuat banyak untuk hal ini, mungkin karena rapi sampai bisa menipu asesor. Bila muncul sesuatu yang di belakang hari setelah portofolio dan PLPG, maka itu bukan lagi menjadi tanggung jawab PSG. Hal ini mungkin bisa dikembalikan ke guru masing-masing, sudah benarkah cara yang diambil? Apakah ini yang dinamakan guru profesional?

Tanya: Bisakah bila ada kesalahan pemberkasan portofolio?
Jawab: Bila ada kesalahan, ada beberapa opsi yang diambil memang, yaitu melakukan klarifikasi, melengkapi kekurangan, dan tidak memberikan nilai. Belum tentu kesalahan menyebabkan tidak lulus.

Tanya: Bagaimana dengan peserta yang nilainya kurang dari batas kelulusan?
Jawab: Guru yang bersangkutan harus mengikuti PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) selama 90 jam pelajaran. Pada akhir PLPG diadakan Ujian. Bila tidak lulus maka peserta diberi kesempatan mengulang sebanyak-banyaknya dua kali.

Tanya: Bisakah kami mengetahui hasil penilaian portofolio?
Jawab: Nilai portofolio memang tidak dipublikasikan kepada guru secara langsung, tetapi kepada pihak LPMP dan PMPTK, sesuai dengan yang ada pada buku panduan.

Tanya: Bolehkah kami mendapat atau meminta informasi penilaian dari para asesor?
Jawab: Asesor hanya berhak menilai, tidak berhak untuk memberikan informasi nilai atau kelulusan. Dalam sapta etika asesor butir 2 dinyatakan bahwa “Menilai kinerja guru secara objektif dan profesional, serta melaporkan hasilnya hanya kepada yang berwenang”, dan pada butir 3 dinyatakan bahwa asesor “Menjaga rahasia negara, rahasia jabatan, dan rahasia pihak yang dinilai”. Jadi jelas bahwa mereka tidak berhak menginformasikan kelulusan, nilai, memberi janji lulus, dan sebagainya. Bila ada yang bertentangan dengan PSG, kami tidak bertanggung jawab.

4. Tentang PLPG

Tanya: Apakah peserta pasti lulus PLPG dan memperoleh sertifikat pendidik?
Jawab: PLPG adalah kegiatan akademik yang melibatkan proses belajar-mengajar dan evaluasi. Di dalamnya ada penilaian atas semua aspek yang dimiliki peserta didik. Nilai didapat dari prestasi peserta sendiri pada saat pelaksanaan PLPG, baik yang ditentukan peserta sendiri (pada saat ujian tulis), yang ditentukan instruktur (misal pada saat peer teaching atau penugasan yang lain), atau yang ditentukan sesama peserta (pada penilaian skor sejawat), serta dari nilai portofolio. Hanya ada dua keputusan hasil evaluasi (ujian) yaitu Lulus dan Tidak lulus. Jadi kelulusan PLPG adalah ditentukan dari peserta sendiri. Pada buku panduan juga sudah jelas disebutkan apa saja komponen penilaian PLPG, besaran masing-masing komponen, dan apa syarat kelulusannya.

Tanya: Apakah peserta PLPG mendapat sertifikat atau piagam yang menyatakan keikutsertaannya dalam PLPG?
Jawab: PSG tidak mengeluarkan sertifikat semacam itu karena memang tidak ada dalam aturans dan PLPG adalah bagian terpadu dari sertifikasi guru.

Tanya: Bagaimana nasib peserta yang Tidak Lulus dari PLPG atau DIS?
Jawab: Peserta tersebut dikembalikan ke Diknas dan masih bisa mengikuti sertifikasi pada tahun-tahun berikutnya. Akan tetapi keikutsertaan ulang itu merupakan keputusan Diknas masing-masing kota/kabupaten dengan tetap memperhatikan kuota pada tahun itu (belum tentu pada tahun berikutnya)

5. Tentang Sertifikat Pendidik dan Tunjangan Profesi Pendidik

Tanya: Bagaimana setelah sertifikat dibagikan ternyata ada penyimpangan, misalnya tidak mengajar 24 jam, atau mengajar bidang studi lain?
Jawab: Hal ini sudah di luar wewenang kami lagi, yang lebih mengetahui secara rinci adalah dinas, kepala sekolah, dan guru yang bersangkutan.

Tanya: Bagaimana jika sesorang lulus sertifikasi dari non PNS, kemudian diangkat menjadi
CPNS. Apakah sertifikat itu bisa dialihkan dari non PNS ke PNS ?
Jawab: Sertifikasi hanya melihat status pada saat pengajuan dokumen portofolio. Bila ternyata ada perpindahan status, tempat kerja, jenjang, pasti bisa dilakukan penyesuaian dan bukan berarti sertifikat menjadi tidak berlaku lagi.

Tanya: Bagaimana dengan tunjangan profesi pendidik?
Jawab: Kami tidak terlibat dengan hal itu, baik besarnya berapa, kapan diberikan, apa syaratnya, lewat mana penyalurannya, apakah sama antara yang lulus portofolio dan lulus PLPG, dan lainnya. Tugas kami hanya melakukan sertifikasi, mulai dari penilaian portofolio sampai penerbitan sertifikat pendidik.

6. Tentang Pendidikan Profesi Guru

Tanya: Saya minta informasi pelaksaan PPG dan proses seleksinya, apa benar dimulai September tahun ini?
Apakah juga dimungkinkan LPTK Induk dan mitra? Apakah lebih diprioritaskan untuk yang telah punya pengalaman mengajar?
Jawab: PPG sedang dalam pengusulan proposal oleh beberapa prodi di UM (dan LPTK lain). Jadi hasilnya belum bisa diketahui di mana saja PPG untuk prodi tertentu akan diadakan. PPG kali ini diperuntukkan untuk Guru pra jabatan yang belum bisa mengikuti Sertifikasi Guru dalam Jabatan, jadi pesertanya adalah guru yang baru diangkat.

7. Tentang Lainnya

Tanya: Bolehkah kami berkonsultasi ke PSG?
Jawab: Kami membuka diri kepada pada guru yang akan berkonsultasi mengenai pelaksanaan sertifikasi guru, sejauh yang menjadi wewenang kami dan kami bisa menjawabnya.

Tanya: Katanya ada pungutan untuk PSG atau asesor?
Jawab: Tidak ada biaya apapun yang dikenakan terhadap para guru peserta sertifikasi (portofolio dan PLPG) oleh PSG baik secara pribadi panitia maupun secara institusi. Semua biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan kegiatan sertifikasi berasal dari pemerintah pusat dan hal itu sesuai dengan anggaran yang ditetapkan.

Tanya: Kemana legalisir dilakukan?
Jawab: Legalisasi sertifikat pendidik dilakukan di subag Pendidikan dan Evaluasi, gedung A3 (sebelah rektorat) lantai 1, pada hari dan jam kerja. Ada biaya yang dikenakan (resmi sesuai SK Rektor). Tidak harus yang bersangkutan, bisa saja secara kolektif. Cukup membawa sertifikat yang asli dan fotocopynya.

Tanya: Bagaimana bila ada kesalahan data di sertifikat pendidik?
Jawab: Bila terjadi hal demikian, bapak/ibu bisa datang ke kantor PSG dengan membawa pengantar dari kantor diknas/depag setempat, dan disertai dengan copy sertifikat dan bukti pendukung (misal SK, ijazah). Khusus untuk ralat bidang studi, kami harus meneliti apa isi portofolionya dan/atau tergabung pada rombel apa di PLPG. Kami akan teruskan permintaan ralat ini ke subag Pendidikan dan Evaluasi yang menangani pencetakan sertifikatpendidik.

(update terakhir: 7 Juni 2009)

  1. October 4th, 2011 at 08:37 | #1

    Assalamu’alaikum Admin : saya Peserta PLPG 2011 Tahap 1 dari SMPN 1 Kebonagung Pacitan, Hari ini Selasa, 4 Oktober 2011 jam 08.30 dapat telpon dari seseorang yang bernama IRFAN asistennya Pak DR Koesmintarjo (ketua PGS UM)disuruh menghubungi No HPnya Pak Dr. Koesmintarjo (081215393917).ini benar atau Bohong ?. Dan sampai saat ini belum saya hubungi (saya abaikan)!

  2. admin
    October 4th, 2011 at 11:55 | #2

    @SUTRISNO
    Bohong pak, silahkan klik posting kami di http://psg15.um.ac.id/?p=1851

  3. October 7th, 2011 at 09:02 | #3

    Mudah2an peserta plpg 2011 lulus semuannya, aaamiin..

  4. nani
    October 8th, 2011 at 19:26 | #4

    Alhamdulillah pengumuman kelulusan plpg sudah kami akses dan alhamdulillah kami lulus. Terima kasih atas bimbingan bpk/ibu dosen semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kami semua. Amin.. Bpk/Ibu yang belum lulus/ujian ulang, mudah2an diberi kemudahan dan kelancaran untuk ujian berikutnya. Amin. Mohon maaf, bpk/ibu admin untuk selanjutnya, bagi yang lulus bagaimana..? Terima kasih..

  5. diah
    October 10th, 2011 at 09:38 | #5

    apakah lulusan s1 non kependidikan dari PTS bisa menjadi guru?bagaimana langkah-langkahnya?
    bgmana prosedur dapat setifikat Akta 4?kpn diadakan ujiannya?

  6. admin
    October 10th, 2011 at 13:13 | #6

    @diah
    Kalau bisanya sih bisa saja. Itu kan tergantung sekolah yang menerima anda.
    Akta 4 sudah tidak diadakan lagi secara terpisah, hanya ada secara melekat dengan ijasah S.Pd (harus kuliah kependidikan lebih dulu).

  7. novi
    October 11th, 2011 at 10:22 | #7

    Jika saya guru yang diangkat tahun 2006 dan sudah menyelesaikan s2 tapi tidak linier namun masih lingkup pendidikan, apakah untuk sertifikasi harus mengikuti PSG/kuliah satu tahun lagi?

  8. admin
    October 11th, 2011 at 10:31 | #8

    @novi
    Aturan yang sekarang berlaku, guru yang bisa ikut Sergu jalur PF/PLPG adalah yang diangkat (pertamakali sebagai guru) sebelum 31 Desember 2005. Jadi kalau anda (bpk/ibu) pertama kali menjadi guru tahun 2006, tentu tidak bisa ikut PF/PLPG. Untuk yang tidak bisa maka diarahkan mengikuti PPG (Pendidikan Profesi Guru) selama 1 tahun. Pendaftarannya online di: http://ksg.dikti.go.id/ppg

  9. novi
    October 12th, 2011 at 20:42 | #9

    terima kasih atas informasi PPGnya, tetapi setelah saya buka form pendaftaran untuk PPG mengapa di semua LPTK tidak ada program studi TIK?sedangkan saya mengajar TIK di SMP. Atau memang belum dibuka untuk prodi TIK?terima kasih..

  10. admin
    October 13th, 2011 at 02:34 | #10

    @novi
    Hehe.. saya tidak bisa menjawabnya. Mungkin memang belum ada, karena belum banyak prodi pendidikan TIK yang terakreditasi.

  11. ali mahfud
    October 17th, 2011 at 21:40 | #11

    Kapan undangan plpg kemenag tahap ke 3 disampaikan ?

  12. October 18th, 2011 at 09:11 | #12

    Yth.admin
    Saudara saya ijasah S1 Pendidikan Akuntansi ,dia GTT di Sekolah Dasar..Pertama apakah bisa ikut sertifikasi melalui Guru kelas SD..kedua kalau harus pindah ke SMK akuntansi apakah masa kerja di SD diakui..mohon penjelasan Trimakasih

  13. sri anjani
    October 18th, 2011 at 10:04 | #13

    yth Mr. Admin
    apa kami boleh tahu kapan ujian ulang plpg yang telah kami laksanakan tgl 16 Oktober lalu diumumkan.Maaf,kami sangat gelisah menantinya

  14. admin
    October 18th, 2011 at 13:07 | #14

    @Masto
    1. Bisa saja, bila tercatat di Dinas Pendidikan dan SIM-NUPTK sebagai guru Kelas, maka diajukan sebagai sertifikasi sebagai Guru Kelas SD.
    2. “Masa kerja” adalah masa kerja sejak pertamakali menjadi guru. jadi pasti akan diakui, asal ada bukti tertulis berupa SK pengangkatan sebagai guru.

  15. Diyah Jatmika
    October 19th, 2011 at 09:24 | #15

    admin Yth. bagi yang tidak lulus atw mengikuti Ujian Ulang PLPG,apa kemungkinan bisa tidak Lulus lagi ? klo mang ia trus… apa yang perlu di persiapkan peserta yang tidak LULUS ? teriam kasih atensinya.

  16. admin
    October 19th, 2011 at 10:06 | #16

    @Diyah Jatmika
    Kalau mungkin, ya mungkin saja.
    Kalau ya, sesuai peraturan, maka guru tsb dikembalikan ke Dinas setempat. Pengertian dikembalikan ini ya Dinas bisa mengikutkan kembali pada kuota Sergu 2 tahun berikutnya.

  17. prasetyo budianto
    October 25th, 2011 at 21:53 | #17

    kapan keluarnya pengumuman peserta yang lulus tahap 11

  18. admin
    October 26th, 2011 at 03:56 | #18

    @prasetyo budianto
    Awal Nopember, bersama dengan hasil tahap 12

  19. prasetyo budianto
    October 26th, 2011 at 10:52 | #19

    makasih pada para asesor yang telah memberi kami ilmu saat kami mengikuti plpg dan sesampai di sekolah ilmu tersebut kami praktikkan pada siswa ternyata peningkatan motivasi belajar siswa menjadi meningkat .Prasetyo B angkt. XI dikjasor.

  20. haris rachman
    October 26th, 2011 at 10:56 | #20

    Kapan pengumuman hasil ujian ulang PLPG tahap 5?

  21. admin
    October 26th, 2011 at 11:32 | #21

    @haris rachman

    Setelah ujian ulang tahap 12 dilakukan.

  22. October 26th, 2011 at 14:49 | #22

    Sampai th 2011 ini,guru-guru yang telah mengikuti sertifikasi,lulus dan telah menerima TPP ternyata masih banyak yang gaptek,kenyatanya di sekolah kami yang bawa laptop cuma 4-5 guru padahal LCD dah terpasang di kelas.Mungkin untuk pelaksanaan sertifikasi mendatang sebaiknya salah satu persyaratan mengikuti sertifikasi guru adalah menguasai TIK…

  23. October 29th, 2011 at 13:20 | #23

    Yth.admin
    Dikota kab kami saat ini ada pemberkasan tambahan sertifikasi 2011 kemarin dapat format AO terus nunggu A1 ..Benarkah ada tambahan quota ..kalo benar kapan PLPGnya..Saya dengar rumor klo bulan februari 2012 ada plpg lagi benarkah dan untuk quota tahun berapa..trimakasih.

  24. admin
    October 30th, 2011 at 04:15 | #24

    @Nur H
    Dari kabupaten mana? Memang informasinya begitu, tapi sejauh ini tidak ada yang mengirimkan berkas ke kami. Lagipula PLPG di tempat kami sudah berakhir.
    Untuk bulan Februari 2012 tentu untuk kuota tahun 2012.

  25. October 30th, 2011 at 19:58 | #25

    Yth. Admin
    Trimakasih sebelumnya ..dari kab Magetan..saudari saya menerima A0 Tambahan sertifikasi 2011
    Dan sudah di kirim kembali ke dinas ..biasanya pasti nunggu A1 terus kalo dah ada dilampiri berkas dikirim ke psg..Kalau benar ada tambahan kapan PLPGnya..padahal di UM dah berakhir .mungkinkah diPSG lain.trim.

  26. admin
    October 31st, 2011 at 02:46 | #26

    @Nur H
    Silahkan dikonfirmasikan ke Dinas Pendidikan setempat. Rasanya juga tidak bisa tahun ini karena tahun anggaran segera berakhir.

  27. jujuk mTsN Sampung
    October 31st, 2011 at 10:10 | #27

    Kapan PLPG THAP 1 Kemenag diumumkan?

  28. Mas Mus
    November 1st, 2011 at 12:14 | #28

    Admin Yth,,
    td pagi temen PLPG d telpon yg mengatasnamakan Pihak UM yang menyatakan bahwa temen tersebut tdk lulus ujian PLPG. DIberikan 2 alternatif yaitu “ujian ulang” atao “jalur jasa”..Apakah bener seperti itu dari Pihak UM???
    Nomer yang menghubungi 085339725572..
    Mohon tanggapannya

  29. admin
    November 1st, 2011 at 13:00 | #29

    @Mas Mus
    Tidak benar pak, jangan tergoda hal itu karena itu bukan dari kami. Pengumuman ujian ulang belum dilakukan.

  30. November 2nd, 2011 at 15:00 | #30

    BOLEHKAH SAYA MINTA DIKIRIMI SOAL-SOAL PLPG ?

  31. prasetyo budianto`
    November 3rd, 2011 at 06:55 | #31

    admin yth.
    Kira-kira tanggal berapa keluarnya pengumuman peserta yang lulus pada tahap 11 ? Kami peserta plpg tahap 11 sangat menantikan pengumuman tersebut dengan rasa was-was dan penasaran.makacih admin yth.

  32. Amanussabah
    November 3rd, 2011 at 12:20 | #32

    Apa benar kuota 2012 PLPG dimulai bulan Pebruari 2012. dan bagi yang lulus 2011 sertifikat pendidik kapan jadinya

  33. admin
    November 3rd, 2011 at 19:11 | #33

    @bambang sukmono
    Maaf, soal hanya digunakan untuk keperluan PLPG.

  34. admin
    November 3rd, 2011 at 19:12 | #34

    @prasetyo budianto`
    Pertengahan bulan Nopember 2011, ditunggu saja.

  35. admin
    November 3rd, 2011 at 19:13 | #35

    @Amanussabah
    Informasi yang kami terima memang begitu mengingat kuota yang besar dan kapasitas LPTK penyelenggara yang terbatas.
    Sertifikat paling lambat akhir Nopember kami usahakan sudah diterima.

  36. YANI PUJI HASTUTI
    November 7th, 2011 at 11:08 | #36

    Pak tuk diklat assesor akuntansi SMK, sy hrs daftar kemana?

  37. November 7th, 2011 at 11:15 | #37

    Yth. Admin
    Menurut informasi bahwa peserta plpg 2011 yang tidak lulus dengan status GDA ( Gugur Dengan Alasan) karena sakit, akan diusulkan oleh PSG ke LPMP Jatim sebagai calon peserta PLPG 2012 memalui PLPG Luncuran. Kapan ya Waktu Pengajuan data peserta GDA ke LPMP Jatim. Atas Jawabannya terima kasih.

  38. admin
    November 7th, 2011 at 14:55 | #38

    Peserta yang tidak hadir dengan alasan yang kuat dan ada buktinya, akan diusulkan ke KSG sebagai peserta luncuran pada tahun berikutnya. Jadi statusnya tetap sebagai peserta kuota 2011 tetapi pelaksanaannya pada 2012. Waktunya sebelum pelaksanaan PLPG, kami belum tahu karena belum ada surat permintaan pengajuan nama peserta. Ditunggu saja.

  39. November 8th, 2011 at 00:07 | #39

    terimakasih banyak

  40. ariful
    November 8th, 2011 at 07:46 | #40

    saya mau tanya tentang peserta sertifikasi Guru tahun 2012. saya lihat di website yang dirilis oleh kementrian dan kebudayaan JATIM (www.sergur.pusbangprodik.org) telah disampaikan nama-nama calon peserta sertifikasi guru. apa betul yang disampaikan tersebut? kapan pelaksanaannya? terima kasih pak atas jawabannya!

  41. admin
    November 8th, 2011 at 09:18 | #41

    @ariful
    Koreksi, data itu dikeluarkan oleh Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kemendiknas pusat.
    Itu sepertinya data guru dari SIM-NUPTK yang telah memenuhi persyaratan untuk kuota 2012 dan ada dalam kuota kota tersebut. Apakah data itu final, kami tidak tahu. Mohon ditanyakan ke Dinas Pendidikan setempat.
    Kami belum menerima data apapun untuk kuota 2012.

  42. Anik Laksmi Wijayanti
    November 8th, 2011 at 10:48 | #42

    saya ingin bertanya bagaimana cara melihat nama saya agar memastikan masuk apa belum jadi daftar guru yang ikut sertifikasi tahun 2012

  43. admin
    November 8th, 2011 at 13:59 | #43

    Coba lihat di web: sergur.pusbangprodik.org

  44. November 10th, 2011 at 12:35 | #44

    KAPAN HASIL UJIAN ULANG DIUMUMKAN?

  45. dedy
    November 10th, 2011 at 16:03 | #45

    bapak bapak pengurus PSG 15 yang terhormat, saya minta tolong diberi kabar kapan pengumuman hasil ujian ulang diumumkan jangan membuat penasaran banyak orang terutama saya.

  46. admin
    November 10th, 2011 at 18:09 | #46

    @dedy
    Sebagaimana yang banyak ditanyakan di posting sebelumnya, ujian ulang diumumkan pada minggu ketiga Nopember 2011, karena Sabtu ini masih ada ujian ulang untuk peserta tahap 11-12.

  47. November 11th, 2011 at 09:27 | #47

    Yth. Admin
    Peserta plpg 2011 yang tidak tuntas/tidak dapat menyelesaikan plpg karena sakit, haji dan lain-lain ole PSG akan diusulkan sebagai calon peserta PLPG 2012 melalui PLPG Luncuran. Tapi di Rayon 5 Universitas Riau peserta plpg yg tidak tuntas dlam plpg kok diikutkan sebagai peserta plpg pada gelombang berikutnya tahun ini juga dengan ketentuan semua biaya akomodasi dan konsumsi ditanggung oleh peserta. Apakah di rayon 115 Universitas Negeri Malang tidak menerapkan aturan tsb
    ( Sumber: Website: rayon5.unri.ac.id …Info panggilan peserta plpg angkatan 7 bersyarat). Apa di Rayon 115 UM bisa menerapkan seperti halnya di rayon 5 Unri.Sebenarnya aturan mana yang benar. Atas Tanggapannya terima kasih.

  48. admin
    November 11th, 2011 at 11:11 | #48

    @muji
    Maaf, kami tidak ingin membanding-bandingkan. Kami berpegangan pada buku 4 bahwa yang berhalangan dan memiliki alasan kuat bisa dipanggil pada PLPG tahun yang sama atau tahun berikutnya, sedang yang tidak bisa menyelesaikan PLPG (misal sudah masuk beberapa hari lalu absen) maka dipanggil pada tahun berikutnya. Pemanggilan pada tahun berikutnya mengikuti mekanisme peserta luncuran dan didanai oleh KSG.
    Mungkin karena teknis finansial dan administrasi, maka Unri memberlakukan hal itu.

  49. November 11th, 2011 at 23:49 | #49

    saya guru SMK sudah menjadi PNS sejak 2002,pendidikan S1 saya pendidikan fisika UPI,dan S2 saya teknik elektro STEI ITB lulus tahun 2008,saat ini saya mengajar komputer dan mata pelajaran produktif untuk program keahlian TKJ, apakah ini dapat menghambat proses sertifikasi saya, apakah saya harus mengajar fisika berapa jumlah jam minimalnya,bidang studi apa yang harus saya daftarkan pada saat sertifikasi.terimakasih

  50. admin
    November 12th, 2011 at 08:58 | #50

    @Rita Hartati
    Secara umum saya jawab ya…
    Apa yang didaftarkan untuk disertifikasi adalah apa yang sudah diampu/diajar ibu, karena nanti di sertifikat pendidik akan berbunyi “Guru profesional di bidang studi xxxx”. Jadi kalau ibu mengajar TKJ, pilihlah TKJ.
    Secara umum jumlah jam mengajar adalah 24 jam, yang bisa dipenuhi dari bidang studi itu sendiri, bidang studi lain, atau ditambah mengajar di sekolah lain, serta menduduki jabatan tertentu semacam Kepsek, Wakil, Kepala Lab, Kepala Perpustakaan, dsb.

Comment pages
1 12 13 14 15 16 30
  1. No trackbacks yet.